Sowan Ke Indonesia, PM Australia Ingin Perkuat Kemitraan Ekonomi

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berencana melakukan kunjungan perdana ke luar negeri dengan datang ke Indonesia pada 5-7 Juni. Di Indonesia, Albanese direncanakan akan membahas upaya memperkuat kemitraan ekonomi setelah pandemi.

Demikian disampaikan Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Santo Darmosumarto dalam keterangan pers virtual, Kamis (2/6). “Ini sudah jadi tradisi bagi perdana menteri baru Australia ketika mereka diangkat, salah satu tujuan pertama kunjungannya ke Indonesia. Tampaknya PM Albanese akan meneruskan tradisi tersebut,” terang Santo.

PM ke-31 Australia ini dijadwalkan bertemu Presiden Jokowi pada 6 Juni. Pertemuan akan lebih fokus membahas penguatan kerja sama ekonomi, termasuk implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang dipandang masih perlu digiatkan sejak dibentuk pada 2020.

“Walaupun sebenarnya perdagangan kedua negara meningkat sampai 70 persen pada 2021, masih banyak hal-hal yang implementasinya masih belum sesuai harapan. Jadi, pembahasannya akan lebih fokus dalam isu tersebut, karena kebetulan ini menjadi perhatian kedua pemimpin saat ini,” lanjut Santo.

Kunjungan Albanese ke Indonesia juga menunjukkan arti penting dari Kemitraan Strategis Komprehensif RI-Australia yang dibentuk pada 2018. Kemitraan itu memfasilitasi kedua negara untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang termasuk pertahanan dan keamanan serta demokrasi.

Mengenai apakah dalam kunjungannya Albanese akan mengangkat isu AUKUS atau persekutuan pertahanan Australia, Inggris, dan Amerika Serikat, Santo menegaskan, Indonesia akan lebih menitikberatkan pada pembahasan isu ekonomi.

“Indonesia melihat bahwa kerja sama dengan Australia ini yang dulu dimensinya fokus di isu keamanan dan isu pertahanan, sekarang memiliki dimensi yang lain. Yaitu ekonomi dan hubungan antarmasyarakat yang kelihatan semakin mendominasi kerja sama kedua negara,” jelasnya.

Selama berada di Indonesia, Albanese akan didampingi sejumlah menteri kabinet baru Australia. Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu RI Retno Marsudi.■

]]> Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berencana melakukan kunjungan perdana ke luar negeri dengan datang ke Indonesia pada 5-7 Juni. Di Indonesia, Albanese direncanakan akan membahas upaya memperkuat kemitraan ekonomi setelah pandemi.

Demikian disampaikan Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Santo Darmosumarto dalam keterangan pers virtual, Kamis (2/6). “Ini sudah jadi tradisi bagi perdana menteri baru Australia ketika mereka diangkat, salah satu tujuan pertama kunjungannya ke Indonesia. Tampaknya PM Albanese akan meneruskan tradisi tersebut,” terang Santo.

PM ke-31 Australia ini dijadwalkan bertemu Presiden Jokowi pada 6 Juni. Pertemuan akan lebih fokus membahas penguatan kerja sama ekonomi, termasuk implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang dipandang masih perlu digiatkan sejak dibentuk pada 2020.

“Walaupun sebenarnya perdagangan kedua negara meningkat sampai 70 persen pada 2021, masih banyak hal-hal yang implementasinya masih belum sesuai harapan. Jadi, pembahasannya akan lebih fokus dalam isu tersebut, karena kebetulan ini menjadi perhatian kedua pemimpin saat ini,” lanjut Santo.

Kunjungan Albanese ke Indonesia juga menunjukkan arti penting dari Kemitraan Strategis Komprehensif RI-Australia yang dibentuk pada 2018. Kemitraan itu memfasilitasi kedua negara untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang termasuk pertahanan dan keamanan serta demokrasi.

Mengenai apakah dalam kunjungannya Albanese akan mengangkat isu AUKUS atau persekutuan pertahanan Australia, Inggris, dan Amerika Serikat, Santo menegaskan, Indonesia akan lebih menitikberatkan pada pembahasan isu ekonomi.

“Indonesia melihat bahwa kerja sama dengan Australia ini yang dulu dimensinya fokus di isu keamanan dan isu pertahanan, sekarang memiliki dimensi yang lain. Yaitu ekonomi dan hubungan antarmasyarakat yang kelihatan semakin mendominasi kerja sama kedua negara,” jelasnya.

Selama berada di Indonesia, Albanese akan didampingi sejumlah menteri kabinet baru Australia. Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu RI Retno Marsudi.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories