Solidaritas Selamatkan Pasien Covid-19, Sinar Mas Gelar Donor Plasma Konvalesen .

Sinar Mas menggalang solidaritas para penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen lewat gelaran “Bakti Sosial Donor Plasma Konvalesen”, di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta.

“Kami mengajak seluruh keluarga besar Sinar Mas penyintas Covid-19 untuk bergabung melakukan donor plasma konvalesen, sebagai bentuk solidaritas bersama menghambat perluasan pandemi,” ujar Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin, dalam siaran pers yang diterima RM.id, Kamis (8/4).

Kegiatan donor plasma konvalesen ini terselenggara atas kerja sama Sinar Mas bersama Yayasan Buddha Tzu Chi cabang Sinar Mas, yang juga menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI).

Menurut Saleh, meskipun inisiatif donor plasma konvalesen telah resmi menjadi gerakan nasional sejak Januari silam, masih dibutuhkan sosialisasi yang jelas dan menyeluruh agar para penyintas virus Corona ikut tergerak.

“Apa yang kami lakukan adalah sebagian dari upaya sosialisasi serta edukasi di lingkup Sinar Mas,” imbuhnya.

Saleh berharap, akan semakin banyak lagi rekan dan karyawan Sinar Mas yang berdonor. “Kami juga sekaligus mengingatkan jika virus ini dapat menginfeksi siapa pun. Jadi jangan pernah menjauhi para penyintas, karena sangat mungkin mereka yang justru menyelamatkan kita di kemudian hari,” tuturnya.

Sebanyak 122 karyawan Sinar Mas berpartisipasi dalam gelaran ini. Setelah menjalani proses pemantauan, Rabu (7/4) kemarin, 17 orang di antaranya memenuhi syarat mendonorkan plasma.

Acara itu disaksikan Theresia Monica Rahardjo, dokter pemrakarsa terapi plasma konvalesen bagi pasien Covid-19. Turut menyaksikan, Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya PMI DKI, Syarifuddin, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PMI DKI, Bapak Andi Usman, dan Kepala Unit Donor Darah, dr Ni Ken Ritchie.

Selain itu, hadir juga Wakil Ketua Umum Yayasan Eka Tjipta Foundation yang juga Pembina Yayasan Buddha Tzu Chi cabang Sinar Mas, Hong Tjhin. 

Hong Tjin mengatakan, sosialisasi donor plasma konvalesen juga akan diperkuat melalui seminar daring, Kamis (15/4) mendatang. “Mengingat proses donor plasma konvalesen mensyarakatkan sejumlah hal yang cukup detil, dalam kurun waktu yang singkat,” ujarnya. 

Sebelum plasma darah dapat diterima oleh pasien Covid-19, pendonor terlebih dulu mesti memenuhi ketentuan medis.

Di antaranya, berusia antara 18 hingga 60 tahun, memiliki berat badan minimal 55 kg, terbebas dari sejumlah penyakit, dan harus melalui proses pemantauan kondisi antibodi (screening) sehari sebelumnya.

Kesempatan mendonorkan plasma darah hanya dapat dilakukan penyintas hingga tiga bulan pascasembuh. [OKT]

]]> .
Sinar Mas menggalang solidaritas para penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen lewat gelaran “Bakti Sosial Donor Plasma Konvalesen”, di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta.

“Kami mengajak seluruh keluarga besar Sinar Mas penyintas Covid-19 untuk bergabung melakukan donor plasma konvalesen, sebagai bentuk solidaritas bersama menghambat perluasan pandemi,” ujar Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin, dalam siaran pers yang diterima RM.id, Kamis (8/4).

Kegiatan donor plasma konvalesen ini terselenggara atas kerja sama Sinar Mas bersama Yayasan Buddha Tzu Chi cabang Sinar Mas, yang juga menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI).

Menurut Saleh, meskipun inisiatif donor plasma konvalesen telah resmi menjadi gerakan nasional sejak Januari silam, masih dibutuhkan sosialisasi yang jelas dan menyeluruh agar para penyintas virus Corona ikut tergerak.

“Apa yang kami lakukan adalah sebagian dari upaya sosialisasi serta edukasi di lingkup Sinar Mas,” imbuhnya.

Saleh berharap, akan semakin banyak lagi rekan dan karyawan Sinar Mas yang berdonor. “Kami juga sekaligus mengingatkan jika virus ini dapat menginfeksi siapa pun. Jadi jangan pernah menjauhi para penyintas, karena sangat mungkin mereka yang justru menyelamatkan kita di kemudian hari,” tuturnya.

Sebanyak 122 karyawan Sinar Mas berpartisipasi dalam gelaran ini. Setelah menjalani proses pemantauan, Rabu (7/4) kemarin, 17 orang di antaranya memenuhi syarat mendonorkan plasma.

Acara itu disaksikan Theresia Monica Rahardjo, dokter pemrakarsa terapi plasma konvalesen bagi pasien Covid-19. Turut menyaksikan, Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya PMI DKI, Syarifuddin, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PMI DKI, Bapak Andi Usman, dan Kepala Unit Donor Darah, dr Ni Ken Ritchie.

Selain itu, hadir juga Wakil Ketua Umum Yayasan Eka Tjipta Foundation yang juga Pembina Yayasan Buddha Tzu Chi cabang Sinar Mas, Hong Tjhin. 

Hong Tjin mengatakan, sosialisasi donor plasma konvalesen juga akan diperkuat melalui seminar daring, Kamis (15/4) mendatang. “Mengingat proses donor plasma konvalesen mensyarakatkan sejumlah hal yang cukup detil, dalam kurun waktu yang singkat,” ujarnya. 

Sebelum plasma darah dapat diterima oleh pasien Covid-19, pendonor terlebih dulu mesti memenuhi ketentuan medis.

Di antaranya, berusia antara 18 hingga 60 tahun, memiliki berat badan minimal 55 kg, terbebas dari sejumlah penyakit, dan harus melalui proses pemantauan kondisi antibodi (screening) sehari sebelumnya.

Kesempatan mendonorkan plasma darah hanya dapat dilakukan penyintas hingga tiga bulan pascasembuh. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories