Soal Pilpres Sandi Manut Ke Prabowo

Sandiaga Uno selalu masuk dalam bursa capres yang dirilis sejumlah lembaga survei. Meski terbilang kinclong, untuk urusan pilpres, Sandi yang juga kader Partai Gerindra itu, manut ke Prabowo Subianto.

Di survei capres, Sandi sering bertengger di papan atas. Posisinya pun bagus. Sering masuk lima besar capres. Misalnya, dalam survei LSI Denny JA yang dirilis 13 Juni 2022, Sandi menempati posisi lima capres dengan elektabilitas 5,3 persen. Sandi kalah dari Prabowo Subianto (28,9 persen), Ganjar Pranowo (23,5 persen), Anies Baswedan (14,6 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY (6,1 persen).

Begitu juga di survei yang dilakukan Charta Politika Indonesia yang dirilis 13 Juni 2022. Di survei itu, Sandi masuk lima besar lagi dengan elektabilitas 3,6 persen. Sandi kalah dari Ganjar (31,2 persen), Prabowo (23,4 persen), Anies (20 persen) dan Ridwan Kamil (4,6 persen).

Selain moncer di survei, Sandi juga punya banyak relawan. Para relawannya itu, sudah melakukan deklarasi mendukung Sandi pada Pilpres 2024.

Lalu apakah Sandi akan maju Pilpres pada 2024? Sandi memastikan bukan kacang lupa kulit.

“Saya dibesarkan Gerindra. Saya akan terus berkomunikasi sama Pak Prabowo. Dan, saya yakin keputusan terbaik para elit partai itu adalah mengakomodasi apa yang menjadi keinginan dari masyarakat Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, di Plaza Ambarukmo, Jumat (1/7).

Dia juga membantah, hubungannya dengan Prabowo renggang. “Saya kemarin baru bicara sama Pak Prabowo. Beliau mengucapkan selamat ulang tahun dari Abu Dhabi. Jadi hubungan saya dengan Pak Prabowo itu, baik sekali,” akunya.

Sandi yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra itu, mengatakan, dirinya dan Prabowo terus mengikuti dinamika politik yang berkembang. Meski begitu, sebagai menteri, Sandi memastikan tetap tegak lurus atas arahan Presiden Jokowi hingga masa jabatannya berakhir.

 

Sebelumya, Sandi sempat disentil kader Gerindra, Kamrussamad. Kamrussamad menilai, Sandi melakukan kunjungan ke daerah-daerah hanya untuk mencari simpati masyarakat sebagai modal nyapres. Sandi juga disentil karena mengeksploitasi ulama di balik deklarasi capres yang dilakukan Ijtima Ulama dan Pemuda Islam Indonesia.

Lalu apa kata Gerindra? Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, capres Gerindra hanya Prabowo. Akhir bulan ini, Gerindra juga akan mendeklarasikan Prabowo sebagai capres.

“Saat ini, Prabowo Subianto baru diminta akan kesediaannya untuk dikukuhkan menjadi capres dari Gerindra melalui Rapimnas yang akan diselenggarakan pada akhir bulan Juli 2022,” kata Dasco, kemarin.

Wakil Ketua DPR itu menyampaikan, deklarasi baru hanya pada penentuan capres. Soal siapa cawapresnya, nanti akan ditentukan kemudian. Seluruh kader Gerindra pasti menaati aturan main ini.

“Jadi, siapa calon presiden dan siapa calon wakil presiden dari Partai Gerindra menunggu waktu dan akan dilakukan sesuai mekanisme partai. Seluruh pengurus dan kader sangat paham itu,” pesan Dasco.

Pernyataan Dasco ini memperlihatkan peluang Sandi diusung dari Gerindra kecil. Posisi cawapres dia pun terancam karena Gerindra dan PKB memutuskan akan berkoalisi, sehingga besar kemungkinan kursi cawapres diambil PKB.

Di tempat terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, pernyataan Sandi tentang loyalitasnya kepada Prabowo dan Gerindra sangat normatif. Terlebih, dari segi ketokohan, Sandi masih jauh di bawah bayang-bayang ketua umumnya. [MEN]

]]> Sandiaga Uno selalu masuk dalam bursa capres yang dirilis sejumlah lembaga survei. Meski terbilang kinclong, untuk urusan pilpres, Sandi yang juga kader Partai Gerindra itu, manut ke Prabowo Subianto.

Di survei capres, Sandi sering bertengger di papan atas. Posisinya pun bagus. Sering masuk lima besar capres. Misalnya, dalam survei LSI Denny JA yang dirilis 13 Juni 2022, Sandi menempati posisi lima capres dengan elektabilitas 5,3 persen. Sandi kalah dari Prabowo Subianto (28,9 persen), Ganjar Pranowo (23,5 persen), Anies Baswedan (14,6 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY (6,1 persen).

Begitu juga di survei yang dilakukan Charta Politika Indonesia yang dirilis 13 Juni 2022. Di survei itu, Sandi masuk lima besar lagi dengan elektabilitas 3,6 persen. Sandi kalah dari Ganjar (31,2 persen), Prabowo (23,4 persen), Anies (20 persen) dan Ridwan Kamil (4,6 persen).

Selain moncer di survei, Sandi juga punya banyak relawan. Para relawannya itu, sudah melakukan deklarasi mendukung Sandi pada Pilpres 2024.

Lalu apakah Sandi akan maju Pilpres pada 2024? Sandi memastikan bukan kacang lupa kulit.

“Saya dibesarkan Gerindra. Saya akan terus berkomunikasi sama Pak Prabowo. Dan, saya yakin keputusan terbaik para elit partai itu adalah mengakomodasi apa yang menjadi keinginan dari masyarakat Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, di Plaza Ambarukmo, Jumat (1/7).

Dia juga membantah, hubungannya dengan Prabowo renggang. “Saya kemarin baru bicara sama Pak Prabowo. Beliau mengucapkan selamat ulang tahun dari Abu Dhabi. Jadi hubungan saya dengan Pak Prabowo itu, baik sekali,” akunya.

Sandi yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra itu, mengatakan, dirinya dan Prabowo terus mengikuti dinamika politik yang berkembang. Meski begitu, sebagai menteri, Sandi memastikan tetap tegak lurus atas arahan Presiden Jokowi hingga masa jabatannya berakhir.

 

Sebelumya, Sandi sempat disentil kader Gerindra, Kamrussamad. Kamrussamad menilai, Sandi melakukan kunjungan ke daerah-daerah hanya untuk mencari simpati masyarakat sebagai modal nyapres. Sandi juga disentil karena mengeksploitasi ulama di balik deklarasi capres yang dilakukan Ijtima Ulama dan Pemuda Islam Indonesia.

Lalu apa kata Gerindra? Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, capres Gerindra hanya Prabowo. Akhir bulan ini, Gerindra juga akan mendeklarasikan Prabowo sebagai capres.

“Saat ini, Prabowo Subianto baru diminta akan kesediaannya untuk dikukuhkan menjadi capres dari Gerindra melalui Rapimnas yang akan diselenggarakan pada akhir bulan Juli 2022,” kata Dasco, kemarin.

Wakil Ketua DPR itu menyampaikan, deklarasi baru hanya pada penentuan capres. Soal siapa cawapresnya, nanti akan ditentukan kemudian. Seluruh kader Gerindra pasti menaati aturan main ini.

“Jadi, siapa calon presiden dan siapa calon wakil presiden dari Partai Gerindra menunggu waktu dan akan dilakukan sesuai mekanisme partai. Seluruh pengurus dan kader sangat paham itu,” pesan Dasco.

Pernyataan Dasco ini memperlihatkan peluang Sandi diusung dari Gerindra kecil. Posisi cawapres dia pun terancam karena Gerindra dan PKB memutuskan akan berkoalisi, sehingga besar kemungkinan kursi cawapres diambil PKB.

Di tempat terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, pernyataan Sandi tentang loyalitasnya kepada Prabowo dan Gerindra sangat normatif. Terlebih, dari segi ketokohan, Sandi masih jauh di bawah bayang-bayang ketua umumnya. [MEN]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories