Soal Infrastruktur Kang Emil Minta Maaf

Buntut kritikan pedasnya terhadap proyek infrastruktur yang sepi, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil diserang kanan kiri di dunia nyata dan dunia maya, selama akhir pekan kemarin. Biar nggak makin panjang, Kang Emil, begitu dia disapa, memilih mengalah dengan meminta maaf.

Dalam diskusi di Fablab Correctio Jababeka, Cikarang, Jumat (21/10), Emil menyentil pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang yang sepi penumpang karena salah dalam perencanaan. LRT tersebut hanya menjadi fasilitas pendukung Asian Games 2018.

Saat proyek itu masih dikerjaan, Emil mengaku telah mengkritik pembangunan LRT karena belum dibutuhkan untuk masyarakat di sana. Namun, opininya kalah dengan kepentingan politik untuk menyukseskan event Asian Games yang amat kuat. “Sekarang apa yang terjadi? Nggak ada penumpangnya, itu Rp 9 triliun,” sesalnya.

Kritikan Emil berlanjut ke proyek mercusuar Presiden Jokowi tentang Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim. Kata Emil, IKN terancam sepi apabila pemerintah tidak bisa menarik populasi masuk ke dalam kota. Artinya, percuma kalau hanya mengandalkan pegawai pemerintahan sebagai populasi utamanya.

Pernyataan Emil ini langsung jadi trending di Twitter. Banyak yang menyerang Emil. Namun, banyak juga yang membelanya.

Nggak mau keributan ini makin panjang, kemarin Emil meminta maaf kepada warga Palembang jika diskusi Studi Pembangunan di Jababeka terkait studi kasus transportasi itu, dianggap kurang berkenan. Kata dia, media tidak menayangkan secara utuh penjelasannya, sehingga terjadi salah paham.

Diakui Emil, diskusi di Jababeka itu sifatnya akademis, membahas plus minus pembangunan Indonesia dari zaman dulu sampai sekarang. Bukan format tanya jawab dengan media. Hanya saja, sebagai mantan dosen, Emil biasanya memberi contoh studi kasus.

“Suka lupa bahwa dalam berstatemen akademik, melekat jabatan saya sebagai pemimpin daerah. Sehingga, ada kritikan ‘urus aja atuh Jabar, jangan sok komen pembangunan daerah lain’. Kritikan itu saya terima dengan lapang dada,” aku Emil.

 

Namun, jika ucapan itu kurang berkenan dan keliru, sekali lagi Emil memohon maaf. Bahkan, dia sampai melantunkan pantun untuk warga Palembang. “Indahnya kembang di motif baju. Menjual gaun ke pulau Sumatera. Kota Palembang memang maju, warganya pun bahagia sejahtera. Sekali lagi hapunten dan hatur nuhun,” tutup Emil.

Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka suara terkait kritikan Emil. Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) Ditjen Perkeretaapian, Dedik Tri Istiantara mengatakan, tingkat okupansi LRT Palembang atau juga biasa disebut LRT Sumsel, mengalami lonjakan pesat paska diluncurkannya layanan angkot feeder New Oplet Musi Emas sejak Juni 2022 yang lalu. “Alhamdulillah peningkatan penumpang pasca diluncurkannya angkot feeder ini mencapai 25 persen,” kata Dedik.

Pernyataan itu didasari kepada data rata-rata penumpang harian yang meningkat menjadi 9.066 penumpang sejak diluncurkannya angkot feeder sejak Juli-Oktober 2022) dari sebelumnya 7.239 penumpang saja per hari di periode Januari-Juni 2022. Sementara itu, peningkatan penumpang per stasiun mencapai 26 persen di Stasiun Punti Kayu, hingga 40 persen di Stasiun Asrama Haji.

Warganet ikut mengomentari sikap kesatria Emil. Padahal, kata mereka, Emil hanya mengingatkan jangan sampai menghamburkan uang untuk infrastruktur, tapi tidak terpakai.

“Aku sih setuju, harus diperhitungkan. Anda cerdas pak,” kata @Latif_AS. “Bilang hitam kalau hitam, bilang putih kalau putih,” sahut @Market5tudio. “Wahaha. Keren. Gubernur gua. Gentle,” cetus @great_fans.

“Sudah seharusnya para pemimpin memberikan pendapat yang benar. Tidak perlu meminta maaf. Lanjutkan,” pesan @jetsilvers. “Mudah-mudahan menjadi argumen yang membangun, dan mudah-mudahan kang @ridwankamil istiqomah menjadi pemimpin yang amanah,” timpal @ rizal_arijanto. [MEN]

]]> Buntut kritikan pedasnya terhadap proyek infrastruktur yang sepi, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil diserang kanan kiri di dunia nyata dan dunia maya, selama akhir pekan kemarin. Biar nggak makin panjang, Kang Emil, begitu dia disapa, memilih mengalah dengan meminta maaf.

Dalam diskusi di Fablab Correctio Jababeka, Cikarang, Jumat (21/10), Emil menyentil pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang yang sepi penumpang karena salah dalam perencanaan. LRT tersebut hanya menjadi fasilitas pendukung Asian Games 2018.

Saat proyek itu masih dikerjaan, Emil mengaku telah mengkritik pembangunan LRT karena belum dibutuhkan untuk masyarakat di sana. Namun, opininya kalah dengan kepentingan politik untuk menyukseskan event Asian Games yang amat kuat. “Sekarang apa yang terjadi? Nggak ada penumpangnya, itu Rp 9 triliun,” sesalnya.

Kritikan Emil berlanjut ke proyek mercusuar Presiden Jokowi tentang Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim. Kata Emil, IKN terancam sepi apabila pemerintah tidak bisa menarik populasi masuk ke dalam kota. Artinya, percuma kalau hanya mengandalkan pegawai pemerintahan sebagai populasi utamanya.

Pernyataan Emil ini langsung jadi trending di Twitter. Banyak yang menyerang Emil. Namun, banyak juga yang membelanya.

Nggak mau keributan ini makin panjang, kemarin Emil meminta maaf kepada warga Palembang jika diskusi Studi Pembangunan di Jababeka terkait studi kasus transportasi itu, dianggap kurang berkenan. Kata dia, media tidak menayangkan secara utuh penjelasannya, sehingga terjadi salah paham.

Diakui Emil, diskusi di Jababeka itu sifatnya akademis, membahas plus minus pembangunan Indonesia dari zaman dulu sampai sekarang. Bukan format tanya jawab dengan media. Hanya saja, sebagai mantan dosen, Emil biasanya memberi contoh studi kasus.

“Suka lupa bahwa dalam berstatemen akademik, melekat jabatan saya sebagai pemimpin daerah. Sehingga, ada kritikan ‘urus aja atuh Jabar, jangan sok komen pembangunan daerah lain’. Kritikan itu saya terima dengan lapang dada,” aku Emil.

 

Namun, jika ucapan itu kurang berkenan dan keliru, sekali lagi Emil memohon maaf. Bahkan, dia sampai melantunkan pantun untuk warga Palembang. “Indahnya kembang di motif baju. Menjual gaun ke pulau Sumatera. Kota Palembang memang maju, warganya pun bahagia sejahtera. Sekali lagi hapunten dan hatur nuhun,” tutup Emil.

Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka suara terkait kritikan Emil. Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) Ditjen Perkeretaapian, Dedik Tri Istiantara mengatakan, tingkat okupansi LRT Palembang atau juga biasa disebut LRT Sumsel, mengalami lonjakan pesat paska diluncurkannya layanan angkot feeder New Oplet Musi Emas sejak Juni 2022 yang lalu. “Alhamdulillah peningkatan penumpang pasca diluncurkannya angkot feeder ini mencapai 25 persen,” kata Dedik.

Pernyataan itu didasari kepada data rata-rata penumpang harian yang meningkat menjadi 9.066 penumpang sejak diluncurkannya angkot feeder sejak Juli-Oktober 2022) dari sebelumnya 7.239 penumpang saja per hari di periode Januari-Juni 2022. Sementara itu, peningkatan penumpang per stasiun mencapai 26 persen di Stasiun Punti Kayu, hingga 40 persen di Stasiun Asrama Haji.

Warganet ikut mengomentari sikap kesatria Emil. Padahal, kata mereka, Emil hanya mengingatkan jangan sampai menghamburkan uang untuk infrastruktur, tapi tidak terpakai.

“Aku sih setuju, harus diperhitungkan. Anda cerdas pak,” kata @Latif_AS. “Bilang hitam kalau hitam, bilang putih kalau putih,” sahut @Market5tudio. “Wahaha. Keren. Gubernur gua. Gentle,” cetus @great_fans.

“Sudah seharusnya para pemimpin memberikan pendapat yang benar. Tidak perlu meminta maaf. Lanjutkan,” pesan @jetsilvers. “Mudah-mudahan menjadi argumen yang membangun, dan mudah-mudahan kang @ridwankamil istiqomah menjadi pemimpin yang amanah,” timpal @ rizal_arijanto. [MEN]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories