Silaturahmi Politik Banteng Dimulai Start Dari Paloh, Puan Cari Teman Sekubu

Hari ini, Puan Maharani akan memulai menjalankan tugas sucinya sebagai juru lobi koalisi banteng. Untuk start awal, putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu, akan menyambangi Ketum NasDem, Surya Paloh. Kedatangan Puan ke NasDem, sebagai pertanda dimulainya silaturahmi politik banteng dalam mencari teman sekubu.

Meskipun sudah memiliki boarding tiket untuk mengusung capres-cawapres, PDIP tidak mau bertarung sendiri di 2024. Banteng masih butuh parpol lain untuk diajak koalisi di Pilpres 2024. Dalam pencarian teman sekubu itu, Megawati sudah menunjuk beberapa kadernya sebagai juru lobi koalisi. Salah satunya, Puan.

Untuk memulai tugasnya sebagai juru lobi, Puan memilih NasDem, partai yang saat ini digosipkan punya hubungan tidak baik dengan PDIP. Kabar PDIP akan silaturahmi dengan NasDem disampaikan langsung Puan, usai mengikuti acara jalan santai dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-77 RI di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. “Insya Allah, besok mau ketemu dengan Pak Surya Paloh,” kata Puan, kemarin.

Kenapa Paloh yang pertama dipilih? Kata Puan, Paloh sebagai tokoh politik senior dan sudah dianggap seperti orangtuanya sendiri. Karena alasan itu juga, ia yang akan mendatangi Paloh di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta. Ia berharap, pertemuan dengan Paloh ini berjalan baik dan lancar. “Tentu saja silaturahmi kekeluargaan ini untuk membangun Indonesia lebih baik,” ungkapnya.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menjelaskan lebih rinci soal pertemuan Puan dengan Paloh. Kata dia, pertemuan akan digelar pukul 11 siang. Ia sendiri akan ikut menemani Puan. Selain Hasto, sejumlah pengurus teras PDIP juga akan ikut menemani, seperti Bendahara Umum Olly Dondokambey dan Ketua DPP Bambang Pacul.

Soal alasan NasDem sebagai parpol yang pertama dikunjungi PDIP, kata Hasto, karena faktor jarak. Menurutnya, markas NasDem di Gondangdia dengan kediaman Megawati di Teuku Umar, posisinya sangat berdekatan.

“Kebetulan kami sudah lama tidak bertemu. Dan, kantor Partai NasDem ini kan kantornya baru, kami belum pernah melakukan kunjungan ke sana,” kata Hasto.

Menurut Hasto, ada beberapa topik yang nanti akan dibahas dalam pertemuan dengan Paloh itu. Mulai dari upaya memberikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Jokowi, hingga berbagai persoalan dunia seperti ancaman krisis ekonomi global, dan persiapan agenda forum  G20 yang akan digelar akhir tahun ini. “Dan juga terutama langkah-langkah konsolidasi menjelang Pilpres 2024,” kata Hasto.

 

Bagaimana soal capres-cawapres? Menurut Hasto, urusan Pilpres, sikap PDIP masih sama. Yakni, menyerahkan sepenuhnya penunjukan capres pada Mega selaku Ketum PDIP. Kapan akan diumumkan? Kata Hasto, menunggu momen yang tepat usai PDIP melakukan pertemuan dengan pimpinan parpol lain.

Jadi, selain melakukan konsolidasi dengan akar rumput, PDIP juga melakukan silaturahmi dengan parpol lain. “Dialog dengan partai politik lain sangat penting untuk dilakukan,” ujarnya.

Kedatangan Puan ini sudah dinantikan NasDem. Sekjen NasDem, Johnny G Plate mengaku, partainya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut Puan dan rombongan. “Mbak Puan akan diterima dengan penuh keramahtamahan,” kata Johnny, saat dikontak, kemarin. Kata dia, pertemuan ini merupakan hal yang baik dan perlu dilakukan secara intens.

Ketua DPP NasDem, Willy Aditya menyampaikan hal serupa. Kata dia, rombongan Puan akan disambut langsung Paloh. Setelah itu, akan ada jamuan makan siang.

Willy menceritakan, pertemuan ini menunjukkan hubungan NasDem dan PDIP sangat baik dan sangat dekat. Secara ideologi maupun historis. Ibaratnya sudah seperti adik kakak. Ia lalu menceritakan bagaimana NasDem saat awal-awal berdiri, memulai kunjungan pertama ke markas PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Apa yang akan dibahas? “Yang namanya silaturahim kan persoalan kebangsaan, persoalan pilpres, banyak hal,” kata Willy, kemarin.

Apakah ada kemungkinan kedua parpol berkoalisi? Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago mengatakan, peluang itu masih terbuka. Apalagi, NasDem menjadikan salah satu kader PDIP, yakni Ganjar Pranowo sebagai capres hasil dari rekomendasi di Rakernas lalu.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam mengatakan, safari politik PDIP ini memang sudah dinantikan banyak pihak. Karena, keputusan PDIP di pilpres akan mengubah peta koalisi yang saat ini sudah terbangun.

Saat ini, kata dia, sudah ada tiga poros koalisi yang terbangun. Ketiga poros itu adalah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan personel Golkar-PAN-PPP, lalu poros koalisi Gerindra-PKB. Terakhir yang sedang penjajakan, yakni poros koalisi NasDem-Demokrat-PKS.

Meskipun sudah menggelar deklarasi, Umam ragu, bila setiap parpol sudah mantap dengan pilihannya masing-masing. Belum adanya kesepakatan capres-cawapres yang akan diusung, bakal membuat peta koalisi rentan berubah dan pindah haluan.

Menurutnya, safari politik yang akan dilakukan PDIP ini, berpotensi mengubah peta koalisi yang selama ini sudah terbentuk. “Ada potensi, tiga poros koalisi yang ada mengalami perubahan ulang,” kata Umam.

Umam mengatakan, kekuatan dan daya tawar PDIP ini sangat besar. Karena PDIP bisa mencalonkan capres-cawapres tanpa perlu berkoalisi dengan parpol lain. Jadi, safari politik yang dilakukan Puan bisa saja menguatkan koalisi yang terbentuk atau justru membuyarkannya.

Ia mencontohkan koalisi Gerindra dengan PKB. “Bisa saja Prabowo-Puan diusung jadi capres cawapres. Sehingga, rencana koalisi Gerindra PKB yang akan mengusung Prabowo-Cak Imin bisa gagal,” pungkasnya.■

]]> Hari ini, Puan Maharani akan memulai menjalankan tugas sucinya sebagai juru lobi koalisi banteng. Untuk start awal, putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu, akan menyambangi Ketum NasDem, Surya Paloh. Kedatangan Puan ke NasDem, sebagai pertanda dimulainya silaturahmi politik banteng dalam mencari teman sekubu.

Meskipun sudah memiliki boarding tiket untuk mengusung capres-cawapres, PDIP tidak mau bertarung sendiri di 2024. Banteng masih butuh parpol lain untuk diajak koalisi di Pilpres 2024. Dalam pencarian teman sekubu itu, Megawati sudah menunjuk beberapa kadernya sebagai juru lobi koalisi. Salah satunya, Puan.

Untuk memulai tugasnya sebagai juru lobi, Puan memilih NasDem, partai yang saat ini digosipkan punya hubungan tidak baik dengan PDIP. Kabar PDIP akan silaturahmi dengan NasDem disampaikan langsung Puan, usai mengikuti acara jalan santai dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-77 RI di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. “Insya Allah, besok mau ketemu dengan Pak Surya Paloh,” kata Puan, kemarin.

Kenapa Paloh yang pertama dipilih? Kata Puan, Paloh sebagai tokoh politik senior dan sudah dianggap seperti orangtuanya sendiri. Karena alasan itu juga, ia yang akan mendatangi Paloh di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta. Ia berharap, pertemuan dengan Paloh ini berjalan baik dan lancar. “Tentu saja silaturahmi kekeluargaan ini untuk membangun Indonesia lebih baik,” ungkapnya.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menjelaskan lebih rinci soal pertemuan Puan dengan Paloh. Kata dia, pertemuan akan digelar pukul 11 siang. Ia sendiri akan ikut menemani Puan. Selain Hasto, sejumlah pengurus teras PDIP juga akan ikut menemani, seperti Bendahara Umum Olly Dondokambey dan Ketua DPP Bambang Pacul.

Soal alasan NasDem sebagai parpol yang pertama dikunjungi PDIP, kata Hasto, karena faktor jarak. Menurutnya, markas NasDem di Gondangdia dengan kediaman Megawati di Teuku Umar, posisinya sangat berdekatan.

“Kebetulan kami sudah lama tidak bertemu. Dan, kantor Partai NasDem ini kan kantornya baru, kami belum pernah melakukan kunjungan ke sana,” kata Hasto.

Menurut Hasto, ada beberapa topik yang nanti akan dibahas dalam pertemuan dengan Paloh itu. Mulai dari upaya memberikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Jokowi, hingga berbagai persoalan dunia seperti ancaman krisis ekonomi global, dan persiapan agenda forum  G20 yang akan digelar akhir tahun ini. “Dan juga terutama langkah-langkah konsolidasi menjelang Pilpres 2024,” kata Hasto.

 

Bagaimana soal capres-cawapres? Menurut Hasto, urusan Pilpres, sikap PDIP masih sama. Yakni, menyerahkan sepenuhnya penunjukan capres pada Mega selaku Ketum PDIP. Kapan akan diumumkan? Kata Hasto, menunggu momen yang tepat usai PDIP melakukan pertemuan dengan pimpinan parpol lain.

Jadi, selain melakukan konsolidasi dengan akar rumput, PDIP juga melakukan silaturahmi dengan parpol lain. “Dialog dengan partai politik lain sangat penting untuk dilakukan,” ujarnya.

Kedatangan Puan ini sudah dinantikan NasDem. Sekjen NasDem, Johnny G Plate mengaku, partainya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut Puan dan rombongan. “Mbak Puan akan diterima dengan penuh keramahtamahan,” kata Johnny, saat dikontak, kemarin. Kata dia, pertemuan ini merupakan hal yang baik dan perlu dilakukan secara intens.

Ketua DPP NasDem, Willy Aditya menyampaikan hal serupa. Kata dia, rombongan Puan akan disambut langsung Paloh. Setelah itu, akan ada jamuan makan siang.

Willy menceritakan, pertemuan ini menunjukkan hubungan NasDem dan PDIP sangat baik dan sangat dekat. Secara ideologi maupun historis. Ibaratnya sudah seperti adik kakak. Ia lalu menceritakan bagaimana NasDem saat awal-awal berdiri, memulai kunjungan pertama ke markas PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Apa yang akan dibahas? “Yang namanya silaturahim kan persoalan kebangsaan, persoalan pilpres, banyak hal,” kata Willy, kemarin.

Apakah ada kemungkinan kedua parpol berkoalisi? Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago mengatakan, peluang itu masih terbuka. Apalagi, NasDem menjadikan salah satu kader PDIP, yakni Ganjar Pranowo sebagai capres hasil dari rekomendasi di Rakernas lalu.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam mengatakan, safari politik PDIP ini memang sudah dinantikan banyak pihak. Karena, keputusan PDIP di pilpres akan mengubah peta koalisi yang saat ini sudah terbangun.

Saat ini, kata dia, sudah ada tiga poros koalisi yang terbangun. Ketiga poros itu adalah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan personel Golkar-PAN-PPP, lalu poros koalisi Gerindra-PKB. Terakhir yang sedang penjajakan, yakni poros koalisi NasDem-Demokrat-PKS.

Meskipun sudah menggelar deklarasi, Umam ragu, bila setiap parpol sudah mantap dengan pilihannya masing-masing. Belum adanya kesepakatan capres-cawapres yang akan diusung, bakal membuat peta koalisi rentan berubah dan pindah haluan.

Menurutnya, safari politik yang akan dilakukan PDIP ini, berpotensi mengubah peta koalisi yang selama ini sudah terbentuk. “Ada potensi, tiga poros koalisi yang ada mengalami perubahan ulang,” kata Umam.

Umam mengatakan, kekuatan dan daya tawar PDIP ini sangat besar. Karena PDIP bisa mencalonkan capres-cawapres tanpa perlu berkoalisi dengan parpol lain. Jadi, safari politik yang dilakukan Puan bisa saja menguatkan koalisi yang terbentuk atau justru membuyarkannya.

Ia mencontohkan koalisi Gerindra dengan PKB. “Bisa saja Prabowo-Puan diusung jadi capres cawapres. Sehingga, rencana koalisi Gerindra PKB yang akan mengusung Prabowo-Cak Imin bisa gagal,” pungkasnya.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories