Siapkan Aplikasi Telusur Sandiaga Ingin Melacak Persebaran Turis Di Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyiapkan aplikasi Telusur, untuk melacak persebaran wisatawan di Bali melalui status tingkat okupansi di destinasi wisata, hotel, hingga restoran. Aplikasi ini dirancang sebelum pemerintah membuka gerbang wisata Bali bagi turis asing pada pertengahan tahun nanti.

“Persiapan untuk pembukaan pariwisata Bali terus ditingkatkan. Dan kami sudah membahas satu aplikasi yang akan membantu kepatuhan protokol kesehatan, aplikasi ini bernama Telusur,” ujar Sandiaga dalam keterangan resminya, Senin (22/3).

Kementerian Perhubungan sebelumnya menyatakan akan membatasi masuknya warga negara asing untuk  mewaspadai penyebaran virus Covid-19, utamanya mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19. Beberapa varian baru Covid-19, seperti B117 sudah ditemukan di Indonesia dan tercatat ada sebanyak tujuh kasus.

Telusur rencananya sudah mulai dapat dimanfaatkan pada Mei mendatang. Aplikasi buatan anak bangsa tersebut bakal memberikan informasi jumlah pengunjung di tiap-tiap titik. Hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan penyebaran virus Corona, serta memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat dan disiplin di seluruh lokasi wisata.

Melalui aplikasi tersebut, petugas dapat mengecek pihak-pihak yang melanggar peraturan, seperti tingkat kapasitas tamu, untuk diberi peringatan.

Selanjutnya, aplikasi Telusur juga akan melacak seluruh wisatawan selama berlibur di Bali. Dengan demikian, keberadaan turis terpantau secara penuh. “Jadi telusur ini bisa membantu kita untuk tracing dan tracking,” ujar Sandiaga.

Sandiaga Uno bersiap membuka Bali bagi turis asing dalam skema free Covid-19 corridor atau koridor bebas Covid-19. Pada tahap pertama, pemerintah menyiapkan tiga zona hijau yang dapat dikunjungi wisatawan asing, yakni Ubud, Nusa Dua, dan Sanur. [EFI]

]]> Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyiapkan aplikasi Telusur, untuk melacak persebaran wisatawan di Bali melalui status tingkat okupansi di destinasi wisata, hotel, hingga restoran. Aplikasi ini dirancang sebelum pemerintah membuka gerbang wisata Bali bagi turis asing pada pertengahan tahun nanti.

“Persiapan untuk pembukaan pariwisata Bali terus ditingkatkan. Dan kami sudah membahas satu aplikasi yang akan membantu kepatuhan protokol kesehatan, aplikasi ini bernama Telusur,” ujar Sandiaga dalam keterangan resminya, Senin (22/3).

Kementerian Perhubungan sebelumnya menyatakan akan membatasi masuknya warga negara asing untuk  mewaspadai penyebaran virus Covid-19, utamanya mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19. Beberapa varian baru Covid-19, seperti B117 sudah ditemukan di Indonesia dan tercatat ada sebanyak tujuh kasus.

Telusur rencananya sudah mulai dapat dimanfaatkan pada Mei mendatang. Aplikasi buatan anak bangsa tersebut bakal memberikan informasi jumlah pengunjung di tiap-tiap titik. Hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan penyebaran virus Corona, serta memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat dan disiplin di seluruh lokasi wisata.

Melalui aplikasi tersebut, petugas dapat mengecek pihak-pihak yang melanggar peraturan, seperti tingkat kapasitas tamu, untuk diberi peringatan.

Selanjutnya, aplikasi Telusur juga akan melacak seluruh wisatawan selama berlibur di Bali. Dengan demikian, keberadaan turis terpantau secara penuh. “Jadi telusur ini bisa membantu kita untuk tracing dan tracking,” ujar Sandiaga.

Sandiaga Uno bersiap membuka Bali bagi turis asing dalam skema free Covid-19 corridor atau koridor bebas Covid-19. Pada tahap pertama, pemerintah menyiapkan tiga zona hijau yang dapat dikunjungi wisatawan asing, yakni Ubud, Nusa Dua, dan Sanur. [EFI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories