Shinzo Abe Wafat, Presiden China Xi Jinping Merasa Kehilangan

Presiden China Xi Jinping merasa kehilangan atas kematian mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. 

Xi menyampaikan rasa duka atas kematian Abe lewat pesan atas nama Pemerintah dan rakyat China dalam kepada PM Jepang Fumio Kishida.

“Saya sangat menyesali kematian mendadaknya,” kata Xi Jinping. 

Xi Jinping menilai, Abe telah bekerja keras untuk meningkatkan hubungan antara tetangga.

“Saya pernah mencapai konsensus penting dengannya dalam membangun hubungan China-Jepang,” ujar Xi Jinping lagi seperti dikutip Reuters.

Shinzo Abe, Perdana Menteri terlama di Jepang ditembak pada Jumat (8/7) di kota Nara Jepang saat pidato kampanye untuk pemilihan parlemen 10 Juli 2022. Seorang tersangka pria Jepang berusia 41 tahun telah ditangkap.

Hubungan antara Jepang dan China telah terganggu selama bertahun-tahun oleh sengketa wilayah atas sekelompok pulau di Laut Cina Timur, Senkaku (Diayou) serta warisan agresi militer Jepang di masa lalu.

Tetapi hubungan menghangat saat Abe menjadi PM. Terutama selama masa jabatan keduanya dari 2012 hingga 2020. Abe melakukan kunjungan kenegaraan yang langka ke China pada  2018.

Sebagai imbalannya, Xi Jinping akan mengunjungi Jepang pada 2020, yang akan menandai perjalanan pertama seorang Presiden China ke Jepang sejak 2008. Namun rencana tersebut batal karena wabah Covid-19.

Hubungan bilateral Tokyo-Beijing menjadi lebih kompleks dalam beberapa bulan terakhir, dengan pemerintah Kishida. Sebab, Kishida menyerukan peningkatan pengeluaran pertahanan dan menyatakan keprihatinan atas ancaman yang dihadapi Taiwan.

Kishida juga mengatakan, dia kecewa dengan upaya China untuk mengembangkan wilayah di Laut China Timur. Menurutnya, langkah Beijing tersebut tidak dapat diterima. Dalam pesannya kepada Kishida, Xi Jinping mengatakan bersedia bekerja dengannya untuk mengembangkan hubungan persahabatan dan bertetangga.***

 

]]> Presiden China Xi Jinping merasa kehilangan atas kematian mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. 

Xi menyampaikan rasa duka atas kematian Abe lewat pesan atas nama Pemerintah dan rakyat China dalam kepada PM Jepang Fumio Kishida.

“Saya sangat menyesali kematian mendadaknya,” kata Xi Jinping. 

Xi Jinping menilai, Abe telah bekerja keras untuk meningkatkan hubungan antara tetangga.

“Saya pernah mencapai konsensus penting dengannya dalam membangun hubungan China-Jepang,” ujar Xi Jinping lagi seperti dikutip Reuters.

Shinzo Abe, Perdana Menteri terlama di Jepang ditembak pada Jumat (8/7) di kota Nara Jepang saat pidato kampanye untuk pemilihan parlemen 10 Juli 2022. Seorang tersangka pria Jepang berusia 41 tahun telah ditangkap.

Hubungan antara Jepang dan China telah terganggu selama bertahun-tahun oleh sengketa wilayah atas sekelompok pulau di Laut Cina Timur, Senkaku (Diayou) serta warisan agresi militer Jepang di masa lalu.

Tetapi hubungan menghangat saat Abe menjadi PM. Terutama selama masa jabatan keduanya dari 2012 hingga 2020. Abe melakukan kunjungan kenegaraan yang langka ke China pada  2018.

Sebagai imbalannya, Xi Jinping akan mengunjungi Jepang pada 2020, yang akan menandai perjalanan pertama seorang Presiden China ke Jepang sejak 2008. Namun rencana tersebut batal karena wabah Covid-19.

Hubungan bilateral Tokyo-Beijing menjadi lebih kompleks dalam beberapa bulan terakhir, dengan pemerintah Kishida. Sebab, Kishida menyerukan peningkatan pengeluaran pertahanan dan menyatakan keprihatinan atas ancaman yang dihadapi Taiwan.

Kishida juga mengatakan, dia kecewa dengan upaya China untuk mengembangkan wilayah di Laut China Timur. Menurutnya, langkah Beijing tersebut tidak dapat diterima. Dalam pesannya kepada Kishida, Xi Jinping mengatakan bersedia bekerja dengannya untuk mengembangkan hubungan persahabatan dan bertetangga.***

 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories