Shalat Berjemaah Di Masjid, Jangan Lupa Prokes Ya… .

Pelaksanaan ibadah saat Ramadan tetap harus memperhatikan penerapan protokol kesehatan (prokes). Termasuk saat menjalankan shalat berjemaah. Seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker.

Lawancovid19_id mengunggah meme ten­tang fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait shalat berjemaah di tengan pandemi. Berdasarkan fatwa itu, hukum shalat berjemaah boleh dilakukan dengan merenggangkan saf demi menjaga jarak.

“MUI juga menyebutkan, ketika shalat mengenakan masker yang menutup mulut dan hidung adalah boleh dan sah,” ujar la­wancovid19_id.

Ahong184 mengingatkan, pandemi belum usai. Kendati begitu, pemerintah saat ini telah membolehkan masyarakat menjalankan iba­dah shalat tarawih secara berjemaah sepanjang Ramadan 2021. Namun pelaksanannya tetap harus mematuhi prokes.

“Jaga protokol kesehatan selama Ramadan. Perhatikan jarak aman ketika shalat tarawih berjemaah. Ingat, Ramadan tetap 5M. Tetapkan prokes di mana pun berada,” se­ru PBantarsari.

YPulhehe senang bisa kembali shalat berjemaah di masjid. Tak lupa, dia mengingat­kan Muslim lainnya untuk tetap mematuhi prokes.

“Semoga ibadah Ramadan kali ini diberi­kan kemudahan dan kelancaran. Aamiin,” doanya.

Menurut RusmadiWongso, Muslim yang shalat berjemaah di masjid, baik shalat fardu maupun shalat tarawih, luar biasa mematuhi prokes. Para jemaah dan pengurus masjid tetap disiplin menjalankan prokes. “Diatur berjarak dan je­maah menggunakan masker,” ungkap dia.

FauzanNoor6 tidak khawatir lagi shalat di masjid. Kata dia, beribadah ke masjid jadi lebih tenang karena sudah diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru. Yaitu, dengan mengi­kuti anjuran pemerintah dengan 3M; mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.

 

“Di masjid kompleks saya alhamdulil­lah taat protokol banget,” kata abang2anor­mawa.

Kata Abang2anormawa, setiap jemaah yang mau tarawih harus mendaftar jadi member dan harus tes antigen dulu. Jemaah yang me­menuhi ketentuan, maka boleh shalat tarawih di masjid itu.

“Jadi, selama 30 malam yang boleh tarawih di sana hanya member yang sudah terdaftar,” bebernya.

Clownshittyy mengungkapkan, pandemi telah mengubah kebiasaan shalat di masjid. Sekarang shalat ke masjid harus memakai masker. “Kalau ketinggalan atau kelupaan pakai masker seperti ada yang kurang,” tu­turnya.

Menurut idapas55, Ramadan tahun ini me­mang masih dalam keadaan pandemi Covid-19. Namun, situasi tersebut jangan dijadikan alasan untuk tidak banyak mengumpulkan amalan baik.

“Tentu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, kita tetap bisa melaksanakan semua ibadah di masjid selama Ramadan,” kata dia.

AllianzID punya tips tambahan sebelum shalat berjemaah di masjid. Yaitu, dengan memastikan kondisi tubuh sehat, berwudu di rumah, tidak melepas masker selama di masjid dan membawa alat shalat sendiri. “Hindari berkumpul setelah shalat dan rutin cuci alat shalatnya,” tuturnya.

KemenkesRI mengimbau masyarakat yang melakukan ibadah di masjid, tetap menjalan prokes ketat. Sementara bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, sebaiknya beribadah di rumah saja. “Hindari penularan Covid-19,” ajak KemenkesRI. [ASI]

]]> .
Pelaksanaan ibadah saat Ramadan tetap harus memperhatikan penerapan protokol kesehatan (prokes). Termasuk saat menjalankan shalat berjemaah. Seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker.

Lawancovid19_id mengunggah meme ten­tang fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait shalat berjemaah di tengan pandemi. Berdasarkan fatwa itu, hukum shalat berjemaah boleh dilakukan dengan merenggangkan saf demi menjaga jarak.

“MUI juga menyebutkan, ketika shalat mengenakan masker yang menutup mulut dan hidung adalah boleh dan sah,” ujar la­wancovid19_id.

Ahong184 mengingatkan, pandemi belum usai. Kendati begitu, pemerintah saat ini telah membolehkan masyarakat menjalankan iba­dah shalat tarawih secara berjemaah sepanjang Ramadan 2021. Namun pelaksanannya tetap harus mematuhi prokes.

“Jaga protokol kesehatan selama Ramadan. Perhatikan jarak aman ketika shalat tarawih berjemaah. Ingat, Ramadan tetap 5M. Tetapkan prokes di mana pun berada,” se­ru PBantarsari.

YPulhehe senang bisa kembali shalat berjemaah di masjid. Tak lupa, dia mengingat­kan Muslim lainnya untuk tetap mematuhi prokes.

“Semoga ibadah Ramadan kali ini diberi­kan kemudahan dan kelancaran. Aamiin,” doanya.

Menurut RusmadiWongso, Muslim yang shalat berjemaah di masjid, baik shalat fardu maupun shalat tarawih, luar biasa mematuhi prokes. Para jemaah dan pengurus masjid tetap disiplin menjalankan prokes. “Diatur berjarak dan je­maah menggunakan masker,” ungkap dia.

FauzanNoor6 tidak khawatir lagi shalat di masjid. Kata dia, beribadah ke masjid jadi lebih tenang karena sudah diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru. Yaitu, dengan mengi­kuti anjuran pemerintah dengan 3M; mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.

 

“Di masjid kompleks saya alhamdulil­lah taat protokol banget,” kata abang2anor­mawa.

Kata Abang2anormawa, setiap jemaah yang mau tarawih harus mendaftar jadi member dan harus tes antigen dulu. Jemaah yang me­menuhi ketentuan, maka boleh shalat tarawih di masjid itu.

“Jadi, selama 30 malam yang boleh tarawih di sana hanya member yang sudah terdaftar,” bebernya.

Clownshittyy mengungkapkan, pandemi telah mengubah kebiasaan shalat di masjid. Sekarang shalat ke masjid harus memakai masker. “Kalau ketinggalan atau kelupaan pakai masker seperti ada yang kurang,” tu­turnya.

Menurut idapas55, Ramadan tahun ini me­mang masih dalam keadaan pandemi Covid-19. Namun, situasi tersebut jangan dijadikan alasan untuk tidak banyak mengumpulkan amalan baik.

“Tentu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, kita tetap bisa melaksanakan semua ibadah di masjid selama Ramadan,” kata dia.

AllianzID punya tips tambahan sebelum shalat berjemaah di masjid. Yaitu, dengan memastikan kondisi tubuh sehat, berwudu di rumah, tidak melepas masker selama di masjid dan membawa alat shalat sendiri. “Hindari berkumpul setelah shalat dan rutin cuci alat shalatnya,” tuturnya.

KemenkesRI mengimbau masyarakat yang melakukan ibadah di masjid, tetap menjalan prokes ketat. Sementara bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, sebaiknya beribadah di rumah saja. “Hindari penularan Covid-19,” ajak KemenkesRI. [ASI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories