Setelah Pamer Kapal Selam, Lalu Jual Pesawat Ke Senegal Prabowo Kebagian Harumnya

Kinerja Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan kali ini patut diacungi jempol. Setelah pamer kapal selam, Prabowo berhasil menjual pesawat buatan Indonesia ke Senegal. Atas capaiannya itu, nggak salah kalau Prabowo kebagian harumnya.

Pesawat yang dijual ke Senegal itu berjenis CN235-220 MPO. Pesawat ini merupakan buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Kemarin, pesawat tersebut telah diserah terimakan dari pemerintah Indonesia ke Angkatan Udara Republik Senegal.

Ikut dalam serah terima tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Elfien Goentoro dan Dirut PTNTP, Ardian Pratama. Serah terima dilakukan di Hanggar Fixed Wing PTDI di Bandung, Jawa Barat.

Di akun Instagram Kemenhan RI, prosesi penyerahan pesawat diawali dengan kedatangan Prabowo. Prabowo disambut Elfien Goentoro, Kepala Staf Angkatan Udara Senegal, Brigadier General Papa Souleymane, dan sejumlah jajaran terkait. Sambil berjalan menuju kabin pesawat, Prabowo ngobrol dengan Soulaymane.

Penampakan pesawat tersebut ikut dipamerkan Prabowo di akun Instagramnya. Dari semua sudut, pesawat berwarna biru langit itu, terlihat sangat gagah. Ditambah lagi hiasan gambar bendera Merah Putih di bagian buntut pesawat. Prabowo bersama rombongan menyempatkan melihat bagian dalamnya.

Di dalam kabin, rombongan ditunggu dua operator yang ditugaskan menjelaskan fungsi pesawat. Dengan menggunakan setelan safari khasnya, mantan Danjen Kopassus itu, serius memperhatikan tutorial yang diperagakan operator. Selanjutnya, Prabowo memberikan miniatur pesawat ke Soulaymane.

Prabowo menyatakan, penyerahan Pesawat CN235-220 MPA kepada AU Republik Senegal patut dibanggakan. Apalagi, penjualan pesawat ke Senegal bukanlah yang pertama, tapi sudah ketiga kalinya. “Ini adalah industri masa depan, industri yang paling sulit dan yang paling canggih,” ucap Prabowo.

Souleymane mengaku negaranya sudah 10 tahun menggunakan pesawat produksi PTDI. Di hadapan Prabowo, dia menilai pesawat CN235-220 MPA ini adalah salah satu yang sepesial, karena digunakan sebagai ‘patrol airplane’. Karena itu fungsinya berbeda dengan dua pesawat sebelumnya.

“Kami berharap mendapatkan kepuasan yang sama dengan dua pesawat sebelumnya,” jelas Soulaymane.

Dia menambahkan, kerja sama Senegal dan Indonesia selama ini telah terjalin sangat baik, karena terdapat kesamaan kultur antara kedua negara. “Senegal terus berupaya mencari peluang terbaik untuk bertukar pengalaman dan kerjasama ke depannya dengan Indonesia,” tuturnya.

 

Sehari sebelumnya, Prabowo menyerahkan kapal selam hasil kolaborasi Korea Selatan-Indonesia ke Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Hantu laut ini merupakan garapan PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewo Ship Building and Marine Engineering (DSME) Korsel. Lalu diberi nama KRI Alugoro dengan nomor lambung 405.

Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, langkah ini bukan untuk kesombongan. Apalagi mengancam negara lain. Justru, Prabowo mengingatkan langkah yang diambilnya untuk menjaga kedaulatan NKRI.

“Berkali-kali, turun temurun dari pendiri bangsa kita, kita tegaskan bahwa bangsa Indonesia cinta damai, tapi lebih cinta kemerdekaan,” kata Prabowo.

Ia berharap, ke depan Indonesia mampu memproduksi kapal selam sendiri mulai dari design hingga produksi, setidaknya mengikuti kapal selam yang diterimanya. Keberhasilan pembangunan ini pun menjadikan Indonesia satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam.

Pengadaan Kapal Selam Alugoro-405 merupakan salah satu program pembangunan kekuatan pertahanan khususnya Matra Laut. Sebelum Alugoro-405, Kemenhan telah serahterimakan kapal selam pertama KRI Nagapasa-403 dan kapal selam kedua KRI Ardadedali-404 yang dibangun di Korsel kepada TNI AL.

Dihubungi terpisah, Jubir Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, penyerahan kapala laut kepada TNI AL merupakan komitmen Indonesia meretas jalan menuju kemandirian industri pertahanan. “Selain itu juga upaya Indonesia untuk memperkuat pertahanan laut kita,” tuturnya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Terkait penjualan pesawat, kata Dahnil, itu merupakan bukti kalau produksi alutsista Indonesia juga diminati negara lain. “Tujuannya untuk ekspansi industri pertahanan, agar mampu bersaing di kancah internasional,” tegasnya.

Pengamat Militer, Susaningtyas Kertopati mengapresiasi langkah Prabowo yang mendengarkan instruksi Presiden Jokowi untuk mengedepankan alutsista dalam negeri. Menurutnya, sikap Prabowo ini patut didukung. Karena Prabowo serius menempatkan PTDI sebagai pelopor alutsista di Asia Tenggara, bahkan Asia. “Ini harus kita dukung,” ungkap Nuning, begitu dia disapa, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Kebijakan Prabowo menjual pesawat made in Indonesia ke Senegal ini juga dipuji-puji netizen. “Impian Pak Habibie terwujud,” ucap @adsptra_88. “Nah ini baru betul. Hasil karya anak bangsa didukung,” timpal @achi.nasution. “Bravo Pak Prabowo,” sahut @rullant, mengikuti. “Borong Pak buat Trimatra,” dorong @hamsuryas.

Namun akun @satoe_hadi justru membandingkan pemerintah Senegal dengan pemerintah Indonesia. “Senegal beli pesawat kita beli beras, gula, garam, kedele…… Indonesia Hebat,” ledeknya. [UMM]

]]> Kinerja Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan kali ini patut diacungi jempol. Setelah pamer kapal selam, Prabowo berhasil menjual pesawat buatan Indonesia ke Senegal. Atas capaiannya itu, nggak salah kalau Prabowo kebagian harumnya.

Pesawat yang dijual ke Senegal itu berjenis CN235-220 MPO. Pesawat ini merupakan buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Kemarin, pesawat tersebut telah diserah terimakan dari pemerintah Indonesia ke Angkatan Udara Republik Senegal.

Ikut dalam serah terima tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Elfien Goentoro dan Dirut PTNTP, Ardian Pratama. Serah terima dilakukan di Hanggar Fixed Wing PTDI di Bandung, Jawa Barat.

Di akun Instagram Kemenhan RI, prosesi penyerahan pesawat diawali dengan kedatangan Prabowo. Prabowo disambut Elfien Goentoro, Kepala Staf Angkatan Udara Senegal, Brigadier General Papa Souleymane, dan sejumlah jajaran terkait. Sambil berjalan menuju kabin pesawat, Prabowo ngobrol dengan Soulaymane.

Penampakan pesawat tersebut ikut dipamerkan Prabowo di akun Instagramnya. Dari semua sudut, pesawat berwarna biru langit itu, terlihat sangat gagah. Ditambah lagi hiasan gambar bendera Merah Putih di bagian buntut pesawat. Prabowo bersama rombongan menyempatkan melihat bagian dalamnya.

Di dalam kabin, rombongan ditunggu dua operator yang ditugaskan menjelaskan fungsi pesawat. Dengan menggunakan setelan safari khasnya, mantan Danjen Kopassus itu, serius memperhatikan tutorial yang diperagakan operator. Selanjutnya, Prabowo memberikan miniatur pesawat ke Soulaymane.

Prabowo menyatakan, penyerahan Pesawat CN235-220 MPA kepada AU Republik Senegal patut dibanggakan. Apalagi, penjualan pesawat ke Senegal bukanlah yang pertama, tapi sudah ketiga kalinya. “Ini adalah industri masa depan, industri yang paling sulit dan yang paling canggih,” ucap Prabowo.

Souleymane mengaku negaranya sudah 10 tahun menggunakan pesawat produksi PTDI. Di hadapan Prabowo, dia menilai pesawat CN235-220 MPA ini adalah salah satu yang sepesial, karena digunakan sebagai ‘patrol airplane’. Karena itu fungsinya berbeda dengan dua pesawat sebelumnya.

“Kami berharap mendapatkan kepuasan yang sama dengan dua pesawat sebelumnya,” jelas Soulaymane.

Dia menambahkan, kerja sama Senegal dan Indonesia selama ini telah terjalin sangat baik, karena terdapat kesamaan kultur antara kedua negara. “Senegal terus berupaya mencari peluang terbaik untuk bertukar pengalaman dan kerjasama ke depannya dengan Indonesia,” tuturnya.

 

Sehari sebelumnya, Prabowo menyerahkan kapal selam hasil kolaborasi Korea Selatan-Indonesia ke Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Hantu laut ini merupakan garapan PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewo Ship Building and Marine Engineering (DSME) Korsel. Lalu diberi nama KRI Alugoro dengan nomor lambung 405.

Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, langkah ini bukan untuk kesombongan. Apalagi mengancam negara lain. Justru, Prabowo mengingatkan langkah yang diambilnya untuk menjaga kedaulatan NKRI.

“Berkali-kali, turun temurun dari pendiri bangsa kita, kita tegaskan bahwa bangsa Indonesia cinta damai, tapi lebih cinta kemerdekaan,” kata Prabowo.

Ia berharap, ke depan Indonesia mampu memproduksi kapal selam sendiri mulai dari design hingga produksi, setidaknya mengikuti kapal selam yang diterimanya. Keberhasilan pembangunan ini pun menjadikan Indonesia satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam.

Pengadaan Kapal Selam Alugoro-405 merupakan salah satu program pembangunan kekuatan pertahanan khususnya Matra Laut. Sebelum Alugoro-405, Kemenhan telah serahterimakan kapal selam pertama KRI Nagapasa-403 dan kapal selam kedua KRI Ardadedali-404 yang dibangun di Korsel kepada TNI AL.

Dihubungi terpisah, Jubir Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, penyerahan kapala laut kepada TNI AL merupakan komitmen Indonesia meretas jalan menuju kemandirian industri pertahanan. “Selain itu juga upaya Indonesia untuk memperkuat pertahanan laut kita,” tuturnya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Terkait penjualan pesawat, kata Dahnil, itu merupakan bukti kalau produksi alutsista Indonesia juga diminati negara lain. “Tujuannya untuk ekspansi industri pertahanan, agar mampu bersaing di kancah internasional,” tegasnya.

Pengamat Militer, Susaningtyas Kertopati mengapresiasi langkah Prabowo yang mendengarkan instruksi Presiden Jokowi untuk mengedepankan alutsista dalam negeri. Menurutnya, sikap Prabowo ini patut didukung. Karena Prabowo serius menempatkan PTDI sebagai pelopor alutsista di Asia Tenggara, bahkan Asia. “Ini harus kita dukung,” ungkap Nuning, begitu dia disapa, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Kebijakan Prabowo menjual pesawat made in Indonesia ke Senegal ini juga dipuji-puji netizen. “Impian Pak Habibie terwujud,” ucap @adsptra_88. “Nah ini baru betul. Hasil karya anak bangsa didukung,” timpal @achi.nasution. “Bravo Pak Prabowo,” sahut @rullant, mengikuti. “Borong Pak buat Trimatra,” dorong @hamsuryas.

Namun akun @satoe_hadi justru membandingkan pemerintah Senegal dengan pemerintah Indonesia. “Senegal beli pesawat kita beli beras, gula, garam, kedele…… Indonesia Hebat,” ledeknya. [UMM]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories