Setelah Berlakukan PPKM Mikro Selain Jabar, Kasus Aktif Infeksi Corona Turun Di 7 Provinsi .

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo mengata­kan, kasus aktif Covid-19 di Provinsi yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, menurun. Sayangnya, penurunan tidak terjadi di Jawa Barat.

Hal ini diungkapkan Doni dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 secara virtual, di Jakarta, ke­marin. “Khusus untuk PPKM Mikro di 7 provinsi, kita per­hatikan hampir semuanya, mengalami penurunan. Kecuali satu, yaitu Jawa Barat. Namun demikian Jawa Barat sendiri mungkin hanya tinggal sedikit saja,” tuturnya.

Selain menurunkan angka kasus aktif, di provinsi-provinsi yang menerapkan PPKM, pasien yang sembuh semakin bertambah. “Angka kematian juga berkurang 0,11 persen,” ujar mantan Komandan Jenderal Kopassus ini.

Doni mengakui, kondisi ini jauh lebih baik dari beberapa bulan sebelumnya, ketika ter­jadi lonjakan kasus Covid secara signifikan. Saat itu, fasilitas kesehatan, di antaranya rumah sakit (RS), hampir lumpuh. Tenaga kesehatan juga kewalahan menangani pasien Covid-19. “Kalau kita per­hatikan dampak peningkatan kasus ini tidak terlepas dari libur panjang (Natal dan Tahun Baru),” jelasnya.

Karena itu, pada saat libur panjang Imlek, kata Doni, dikeluarkan kebijakan untuk melarang perjalanan ke luar kota. Dampaknya, lonjakan kasus tak terjadi. Dia pun me­nyebut, saat ini kasus Covid-19 bisa dikendalikan. Tak cuma di provinsi yang menerapkan PPKM Mikro, tapi di seluruh provinsi.

“Walaupun masih ada, mungkin provinsi yang be­lum optimal. Tapi trennya adalah mengalami penurunan secara keseluruhannya,” tu­tup Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu.

Secara terpisah, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander K Ginting mengatakan, sudah melepas 7 Tim Supervisi di beberapa wilayah Jawa dan Bali. Hal itu dilakukan untuk memantau perkembangan pelaksanaan PPKM Mikro dan posko Covid-19 desa atau kelurahan.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander K Ginting

“Bapak Doni Monardo sudah melakukan acara pelepasan 7 Tim Supervisi desa terkait PPKM skala mikro yang ada di Jawa dan Bali,” jelasnya, saat konferensi pers, di Jakarta, kemarin.

Ketujuh tim tersebut bertu­gas memperkuat posko desa dan Puskesmas dalam melak­sanakan testing, tracing, dan treatment atau 3T, serta me­negakkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan men­jaga jarak. Sekaligus, mem­perkuat zona isolasi. “Ini se­mua bermuara dan berasal dari instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021,” kata Alex.

Sementara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengu­mumkan data harian penularan Covid-19 bertambah sebanyak 5.560 kasus, kemarin. Dengan tambahan itu, kini jumlah kasus positif Covid-19 di RI menjadi 1.334.634 orang. Sabtu (27/2) lalu, jumlah kasus positif ada 1.329.074 orang. [DIR]

]]> .
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo mengata­kan, kasus aktif Covid-19 di Provinsi yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, menurun. Sayangnya, penurunan tidak terjadi di Jawa Barat.

Hal ini diungkapkan Doni dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 secara virtual, di Jakarta, ke­marin. “Khusus untuk PPKM Mikro di 7 provinsi, kita per­hatikan hampir semuanya, mengalami penurunan. Kecuali satu, yaitu Jawa Barat. Namun demikian Jawa Barat sendiri mungkin hanya tinggal sedikit saja,” tuturnya.

Selain menurunkan angka kasus aktif, di provinsi-provinsi yang menerapkan PPKM, pasien yang sembuh semakin bertambah. “Angka kematian juga berkurang 0,11 persen,” ujar mantan Komandan Jenderal Kopassus ini.

Doni mengakui, kondisi ini jauh lebih baik dari beberapa bulan sebelumnya, ketika ter­jadi lonjakan kasus Covid secara signifikan. Saat itu, fasilitas kesehatan, di antaranya rumah sakit (RS), hampir lumpuh. Tenaga kesehatan juga kewalahan menangani pasien Covid-19. “Kalau kita per­hatikan dampak peningkatan kasus ini tidak terlepas dari libur panjang (Natal dan Tahun Baru),” jelasnya.

Karena itu, pada saat libur panjang Imlek, kata Doni, dikeluarkan kebijakan untuk melarang perjalanan ke luar kota. Dampaknya, lonjakan kasus tak terjadi. Dia pun me­nyebut, saat ini kasus Covid-19 bisa dikendalikan. Tak cuma di provinsi yang menerapkan PPKM Mikro, tapi di seluruh provinsi.

“Walaupun masih ada, mungkin provinsi yang be­lum optimal. Tapi trennya adalah mengalami penurunan secara keseluruhannya,” tu­tup Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu.

Secara terpisah, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander K Ginting mengatakan, sudah melepas 7 Tim Supervisi di beberapa wilayah Jawa dan Bali. Hal itu dilakukan untuk memantau perkembangan pelaksanaan PPKM Mikro dan posko Covid-19 desa atau kelurahan.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander K Ginting

“Bapak Doni Monardo sudah melakukan acara pelepasan 7 Tim Supervisi desa terkait PPKM skala mikro yang ada di Jawa dan Bali,” jelasnya, saat konferensi pers, di Jakarta, kemarin.

Ketujuh tim tersebut bertu­gas memperkuat posko desa dan Puskesmas dalam melak­sanakan testing, tracing, dan treatment atau 3T, serta me­negakkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan men­jaga jarak. Sekaligus, mem­perkuat zona isolasi. “Ini se­mua bermuara dan berasal dari instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021,” kata Alex.

Sementara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengu­mumkan data harian penularan Covid-19 bertambah sebanyak 5.560 kasus, kemarin. Dengan tambahan itu, kini jumlah kasus positif Covid-19 di RI menjadi 1.334.634 orang. Sabtu (27/2) lalu, jumlah kasus positif ada 1.329.074 orang. [DIR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories