Setahun Wisma Atlet Jadi Rumah Sakit Darurat, Doni Monardo Beri Apresiasi dan Semangat

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengapresiasi partisipasi dan dukungan tenaga medis dalam penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hal itu disampaikannya dalam peringatan satu tahun RSDC Wisma Atlet Kemayoran menjadi penampung bagi pasien virus Corona, Selasa (23/3).

Dalam peringatan itu, Doni menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada salah satu tenaga kesehatan dalam acara peringatan satu tahun Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet.

Turut hadir dalam acara Menteri Sosial Tri Rismaharini, Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono.

“Memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada dokter, perawat, tenaga medis, dari seluruh penjuru Tanah Air atas perjuangan yang luar biasa,” ujar Doni seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (24/3).

Doni Monardo yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berpesan kepada tenaga kesehatan untuk selalu bersemangat dan pantang menyerah melawan pandemi saat ini.

“Semangat tidak pernah menyerah untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para masyarakat, harus ada di hati dan dada kita setiap warga bangsa Indonesia,” tutup Doni.

Wisma Atlet Kemayoran merupakan bangunan yang difungsikan untuk menampung atlet yang mengikuti kejuaraan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

Wisma Atlet awalnya dibangun untuk tempat menginap para tamu olahraga pada perhelatan Asian Games 2018. Wisma Atlet juga sempat direncanakan dapat disewa oleh masyarakat. Namun, pemerintah langsung menyulapnya menjadi RSDC sejak 23 Maret 2020 pada saat Covid-19 masuk ke Tanah Air.

Pemerintah menganggarkan Rp 3,787 triliun untuk pembangunan pertama dan untuk revitalisasi event Asian Para Games Rp 152,9 miliar. Hunian tersebut memiliki sepuluh tower dengan total 7.426 unit, tujuh tower berada di C10 sebanyak 5.494 unit dan tiga tower berada di C2 sebanyak 1.932 unit. Dengan tipe 36, setiap hunian telah dilengkapi dengan furniture sekelas apartemen. 

Saat ini, tingkat okupansi RSDC Wisma Atlet sebesar 38,30 persen dari total kapasitas 5.994 tempat tidur. Jumlah ini sudah turun signifikan jika dibandingkan dengan pada akhir Februari dengan keterisian hingga 80,5 persen.

Penerapan 3T (testing, tracing, treatment), 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), dan pelaksanaan program vaksinasi harus dijalankan secara disiplin dan konsisten untuk mencegah penyebaran Covid-19. [OKT]

]]> Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengapresiasi partisipasi dan dukungan tenaga medis dalam penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hal itu disampaikannya dalam peringatan satu tahun RSDC Wisma Atlet Kemayoran menjadi penampung bagi pasien virus Corona, Selasa (23/3).

Dalam peringatan itu, Doni menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada salah satu tenaga kesehatan dalam acara peringatan satu tahun Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet.

Turut hadir dalam acara Menteri Sosial Tri Rismaharini, Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono.

“Memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada dokter, perawat, tenaga medis, dari seluruh penjuru Tanah Air atas perjuangan yang luar biasa,” ujar Doni seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (24/3).

Doni Monardo yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berpesan kepada tenaga kesehatan untuk selalu bersemangat dan pantang menyerah melawan pandemi saat ini.

“Semangat tidak pernah menyerah untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para masyarakat, harus ada di hati dan dada kita setiap warga bangsa Indonesia,” tutup Doni.

Wisma Atlet Kemayoran merupakan bangunan yang difungsikan untuk menampung atlet yang mengikuti kejuaraan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

Wisma Atlet awalnya dibangun untuk tempat menginap para tamu olahraga pada perhelatan Asian Games 2018. Wisma Atlet juga sempat direncanakan dapat disewa oleh masyarakat. Namun, pemerintah langsung menyulapnya menjadi RSDC sejak 23 Maret 2020 pada saat Covid-19 masuk ke Tanah Air.

Pemerintah menganggarkan Rp 3,787 triliun untuk pembangunan pertama dan untuk revitalisasi event Asian Para Games Rp 152,9 miliar. Hunian tersebut memiliki sepuluh tower dengan total 7.426 unit, tujuh tower berada di C10 sebanyak 5.494 unit dan tiga tower berada di C2 sebanyak 1.932 unit. Dengan tipe 36, setiap hunian telah dilengkapi dengan furniture sekelas apartemen. 

Saat ini, tingkat okupansi RSDC Wisma Atlet sebesar 38,30 persen dari total kapasitas 5.994 tempat tidur. Jumlah ini sudah turun signifikan jika dibandingkan dengan pada akhir Februari dengan keterisian hingga 80,5 persen.

Penerapan 3T (testing, tracing, treatment), 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), dan pelaksanaan program vaksinasi harus dijalankan secara disiplin dan konsisten untuk mencegah penyebaran Covid-19. [OKT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories