Serpong Punya Klub Sepak Bola, Bamsoet Jadi Penasehat

Ketua MPR Bambang Soesatyo, yang sebelumnya diangkat menjadi Penasehat Club Bola Liga-1 Borneo FC, dinobatkan menjadi Penasehat Serpong City FC. Klub yang ada yang Kota Tangerang Selatan ini akan menjadi Tim Satelit Borneo FC yang siap tampil di Liga-3 zona Banten, November 2021.

Serpong City FC merupakan klub milik Nabil Husein, Mochamad Chandra Kurniawan, dan Daniel Zii, yang melakukan akuisisi pada Oktober 2021. Bamsoet, sapaan akrab Bambang, mendukung langkah para pengusaha muda ini terjun ke dunia olahraga. Kehadiran mereka akan semakin membuat dunia olahraga Tanah Air, khususnya sepa kbola, semakin meriah, modern, dan yang pasti tampil segar dan kekinian.

“Serpong City FC secara resmi berdiri sebagai klub sepak bola profesional dan menjadi anggota Asprov (Asosiasi Provinsi PSSI) Banten pada 2020. Di tahun 2021, secara resmi diakui PSSI menjadi klub sepak bola. Kini, Serpong City FC siap menghadapi Liga 3 yang akan bergulir pada November mendatang. Bukan sekadar mengejar kemenangan dalam setiap pertandingan, lebih dari itu, Serpong City harus berkomitmen mengedepankan pembinaan terhadap bibit-bibit muda sepakbola,” ujar Bamsoet, dalam ‘Launching Tim dan Jersey Serpong City’, di Jakarta, Jumat (30/10).

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, dari 270 juta penduduk Indonesia, sebanyak 27,94 persen atau sebesar 75,49 juta jiwa merupakan Generasi Z kelahiran 1997-2012, yang kini berusia antara 8-23 tahun. Sedangkan 10,88 persennya atau sekitar 29,4 juta jiwa merupakan generasi Post Gen Z yang lahir pada tahun 2013 keatas, yang kini berusia maksimal 8 tahun.

“Jika ditotal, generasi Post Gen Z dan Generasi Z (0-23 tahun), jumlahnya mencapai 104,8 juta jiwa. Seharusnya tidak sulit menemukan bakat hebat dari 104,8 juta jiwa tersebut untuk menjadi pesepakbola handal. Jumlah penduduk muda Indonesia unggul jauh dibandingkan jumlah penduduk Italia yang totalnya mencapai 60 juta jiwa, Inggris (67,22 juta jiwa) ataupun Spanyol (47,35 juta jiwa). Bahkan juga masih unggul jauh dibandingkan Thailand yang secara keseluruhan jumlah penduduknya mencapai 70 juta jiwa,” jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, Serpong City FC yang memilih berjersey merah dan hitam, dengan beruang sebagai logo, dan menyandang julukan Red Beast (Beruang Merah), tidak boleh melupakan asal-usul jati diri mereka. Serpong City didirikan Ricky Nelson pada 12 Desember 2012, sebagai Sekolah Sepak Bola yang fokus pada pembinaan bibit usia dini. Jati diri ini harus tetap dipegang dan dijalankan.

“Konsistensi Serpong City FC dalam pembinaan bibit muda tidak boleh ditinggalkan hanya karena kesibukan menghadapi pertandingan di Liga 3. Karenanya, infrastruktur managemen tim harus diperkuat. Agar bisa tercipta kesimbangan antara pembinaan, prestasi, dan industri. Ketiganya harus saling menopang satu sama lain,” pungkas Bamsoet. [SAR]

]]> Ketua MPR Bambang Soesatyo, yang sebelumnya diangkat menjadi Penasehat Club Bola Liga-1 Borneo FC, dinobatkan menjadi Penasehat Serpong City FC. Klub yang ada yang Kota Tangerang Selatan ini akan menjadi Tim Satelit Borneo FC yang siap tampil di Liga-3 zona Banten, November 2021.

Serpong City FC merupakan klub milik Nabil Husein, Mochamad Chandra Kurniawan, dan Daniel Zii, yang melakukan akuisisi pada Oktober 2021. Bamsoet, sapaan akrab Bambang, mendukung langkah para pengusaha muda ini terjun ke dunia olahraga. Kehadiran mereka akan semakin membuat dunia olahraga Tanah Air, khususnya sepa kbola, semakin meriah, modern, dan yang pasti tampil segar dan kekinian.

“Serpong City FC secara resmi berdiri sebagai klub sepak bola profesional dan menjadi anggota Asprov (Asosiasi Provinsi PSSI) Banten pada 2020. Di tahun 2021, secara resmi diakui PSSI menjadi klub sepak bola. Kini, Serpong City FC siap menghadapi Liga 3 yang akan bergulir pada November mendatang. Bukan sekadar mengejar kemenangan dalam setiap pertandingan, lebih dari itu, Serpong City harus berkomitmen mengedepankan pembinaan terhadap bibit-bibit muda sepakbola,” ujar Bamsoet, dalam ‘Launching Tim dan Jersey Serpong City’, di Jakarta, Jumat (30/10).

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, dari 270 juta penduduk Indonesia, sebanyak 27,94 persen atau sebesar 75,49 juta jiwa merupakan Generasi Z kelahiran 1997-2012, yang kini berusia antara 8-23 tahun. Sedangkan 10,88 persennya atau sekitar 29,4 juta jiwa merupakan generasi Post Gen Z yang lahir pada tahun 2013 keatas, yang kini berusia maksimal 8 tahun.

“Jika ditotal, generasi Post Gen Z dan Generasi Z (0-23 tahun), jumlahnya mencapai 104,8 juta jiwa. Seharusnya tidak sulit menemukan bakat hebat dari 104,8 juta jiwa tersebut untuk menjadi pesepakbola handal. Jumlah penduduk muda Indonesia unggul jauh dibandingkan jumlah penduduk Italia yang totalnya mencapai 60 juta jiwa, Inggris (67,22 juta jiwa) ataupun Spanyol (47,35 juta jiwa). Bahkan juga masih unggul jauh dibandingkan Thailand yang secara keseluruhan jumlah penduduknya mencapai 70 juta jiwa,” jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, Serpong City FC yang memilih berjersey merah dan hitam, dengan beruang sebagai logo, dan menyandang julukan Red Beast (Beruang Merah), tidak boleh melupakan asal-usul jati diri mereka. Serpong City didirikan Ricky Nelson pada 12 Desember 2012, sebagai Sekolah Sepak Bola yang fokus pada pembinaan bibit usia dini. Jati diri ini harus tetap dipegang dan dijalankan.

“Konsistensi Serpong City FC dalam pembinaan bibit muda tidak boleh ditinggalkan hanya karena kesibukan menghadapi pertandingan di Liga 3. Karenanya, infrastruktur managemen tim harus diperkuat. Agar bisa tercipta kesimbangan antara pembinaan, prestasi, dan industri. Ketiganya harus saling menopang satu sama lain,” pungkas Bamsoet. [SAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories