Serahkan SK Untuk 50 CPNS Baru Rektor Ingatkan Seluruh Civitas UIN Bandung Dilarang Terlibat Organisasi Terlarang

Sebanyak 50 peserta mengikuti pembinaan dan penyerahan surat keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2019 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Aula Anwar Musaddad, Kampus I UIN Bandung, Jumat (5/2). Penyerahan dilakukan langsung oleh Rektor UIN Bandung, Prof Mahmud. 

Dalam arahannya, Mahmud mengajak seluruh peserta terus bekerja sungguh-sungguh sesuai kapasitas dan potensi masing-masing. Sebab, bekerja bukan hanya untuk dunia, tapi harus menjadi tiket kesuksesan meraih kehidupan akhirat.  

“Menjadi ASN itu pilihan. Untuk itu, jadikanlah kesuksesaan dunia akhirat melalui ASN di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Karena ASN sejati itu sebagai abdi negara. Segala aturan ASN harus ditaati, tidak ada komentar untuk setuju atau tidak berkenaan dengan peraturan, asas negara,” tegasnya.

Cara mengabdikan diri, lanjutnya, yaitu dengan bekerja sungguh-sungguh dan lakukan aktivitas terbaik untuk kampus yang sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki masing-masing. “Tuhan tidak akan keliru. Kalau kita bagus, pasti bagus. Insya Allah akan kelihatan hasilnya. Mari kita pertontonkan segala kebaikan, dengan terus berkarya, bekerja untuk kampus tercinta,” tambahnya.

Rektor juga mengingatkan kepada seluruh civitas akademika UIN Bandung untuk tidak terlibat dalam organisasi terlarang, “Saya berharap dosen, karyawan jadi pelopor kebaikan di tengah-tengah kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Bukan menjadi sumber masalah, kejahatan, atau kebencian. Ini harus betul-betul dijaga,” pintanya.

Wakil Rektor II, Prof Tedi Priatna, meyampaikan, jumlah formasi CPNS UIN Bandung sebanyak 55 formasi. Peserta yang dinyatakan lolos pemberkasan sampai turun SK CPNS sebanyak 50 orang. Terdiri dari tenaga kependidikan pada Biro AUPK 2 orang, dosen pada Fakultas Ushuluddin 4 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 7 orang, Fakultas Syariah dan Hukum 5 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 3 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 5 orang, Fakultas Psikologi 1 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 12 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 11 orang.

“Ini kali pertama jadi bagian resmi dari UIN Sunan Gunung Djati. Tidak ada cerita lagi dari mana, bendera mana, semuanya sudah jadi keluarga besar UIN Sunan Gunung Djati. Mari kita sama-sama bekerja untuk kebaikan kampus,” ajaknya.

Secara simbolis pemberian SK CPNS Formasi 2019 UIN Bandung diberikan Mahmud didampingi Tedi Priatna ke Muhammad Deden Firdaus sebagai Asisten Ahli Dosen Aplikasi Komputer dan Nabiela Rizki Alipa sebagai Dosen Perilaku Organisasi FISIP Prodi Manajemen. [USU]

]]> Sebanyak 50 peserta mengikuti pembinaan dan penyerahan surat keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2019 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Aula Anwar Musaddad, Kampus I UIN Bandung, Jumat (5/2). Penyerahan dilakukan langsung oleh Rektor UIN Bandung, Prof Mahmud. 

Dalam arahannya, Mahmud mengajak seluruh peserta terus bekerja sungguh-sungguh sesuai kapasitas dan potensi masing-masing. Sebab, bekerja bukan hanya untuk dunia, tapi harus menjadi tiket kesuksesan meraih kehidupan akhirat.  

“Menjadi ASN itu pilihan. Untuk itu, jadikanlah kesuksesaan dunia akhirat melalui ASN di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Karena ASN sejati itu sebagai abdi negara. Segala aturan ASN harus ditaati, tidak ada komentar untuk setuju atau tidak berkenaan dengan peraturan, asas negara,” tegasnya.

Cara mengabdikan diri, lanjutnya, yaitu dengan bekerja sungguh-sungguh dan lakukan aktivitas terbaik untuk kampus yang sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki masing-masing. “Tuhan tidak akan keliru. Kalau kita bagus, pasti bagus. Insya Allah akan kelihatan hasilnya. Mari kita pertontonkan segala kebaikan, dengan terus berkarya, bekerja untuk kampus tercinta,” tambahnya.

Rektor juga mengingatkan kepada seluruh civitas akademika UIN Bandung untuk tidak terlibat dalam organisasi terlarang, “Saya berharap dosen, karyawan jadi pelopor kebaikan di tengah-tengah kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Bukan menjadi sumber masalah, kejahatan, atau kebencian. Ini harus betul-betul dijaga,” pintanya.

Wakil Rektor II, Prof Tedi Priatna, meyampaikan, jumlah formasi CPNS UIN Bandung sebanyak 55 formasi. Peserta yang dinyatakan lolos pemberkasan sampai turun SK CPNS sebanyak 50 orang. Terdiri dari tenaga kependidikan pada Biro AUPK 2 orang, dosen pada Fakultas Ushuluddin 4 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 7 orang, Fakultas Syariah dan Hukum 5 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 3 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 5 orang, Fakultas Psikologi 1 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 12 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 11 orang.

“Ini kali pertama jadi bagian resmi dari UIN Sunan Gunung Djati. Tidak ada cerita lagi dari mana, bendera mana, semuanya sudah jadi keluarga besar UIN Sunan Gunung Djati. Mari kita sama-sama bekerja untuk kebaikan kampus,” ajaknya.

Secara simbolis pemberian SK CPNS Formasi 2019 UIN Bandung diberikan Mahmud didampingi Tedi Priatna ke Muhammad Deden Firdaus sebagai Asisten Ahli Dosen Aplikasi Komputer dan Nabiela Rizki Alipa sebagai Dosen Perilaku Organisasi FISIP Prodi Manajemen. [USU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy