Sepanjang 2021, Produksi Migas Subholding Upstream Pertamina Capai 897 MBOEPD

Kinerja akumulasi produksi minyak dan gas bumi Subholding Upstream Pertamina periode tahun 2021 capai 897 ribu barel setara minyak per hari.

Capaian ini diperoleh dari kinerja produksi minyak mencapai 445 ribu barel per hari, dan kinerja produksi gas mencapai 2.615 juta kaki kubik gas per hari.

“Hal ini menunjukkan komitmen Subholding Upstream Pertamina untuk berkontribusi dalam upaya pencapaian target nasional 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada tahun 2030”, ujar Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina Budiman Parhusip, Kamis (27/01).

Budiman menambahkan bahwa capaian ini merupakan sumbangsih dari seluruh regional Subholding Upstream Pertamina baik domestik maupun internasional.

Untuk domestik total produksi minyak mencapai 349 ribu barel per hari, sementara untuk internasional total produksi minyak mencapai 96 ribu barel per hari.

Untuk kinerja produksi gas domestik mencapai 2.290 juta kaki kubik gas per hari atau 100 persen dari target RKAP (Rencana Kerja Dan Anggaran Perusahaan) 2021, demikian juga untuk pencapaian produksi gas internasional yang mencapai 324 juta kaki kubik gas per hari.

Transformasi Subholding Upstream Pertamina di tahun 2021 telah membawa perusahaan menjadi organisasi yang lebih agile dan adaptif sehingga kami dapat melakukan operational excellence.

“Setelah transformasi ini kami memiliki subsurface evaluation yang terintegrasi, sinergi dan borderless operation khususnya wilayah kerja yang bersinggungan atau bersebelahan dalam satu regional sehingga dapat memaksimalkan upaya unlock resources dalam wilayah kerja tersebut,” ungkap Budiman.

“Kami bersyukur dapat melewati tahun 2021 dengan cukup baik, dimana kami mampu menyelesaikan pemboran sumur pengembangan sebanyak 350 sumur dan 12 sumur eksplorasi,” imbuhnya.

Budiman mengatakan, secara fundamental perusahaan juga terus melakukan upaya agresif untuk menemukan dan menambah cadangan migas guna memastikan keberlanjutan pasokan energi untuk Indonesia.

Dijelaskan, penambahan cadangan terbukti di Subholding Upstream pada tahun 2021 mencapai 623 juta barel setara minyak (MMBOE) atau 104 persen dari target RKAP 2021. Sementara untuk penambahan sumberdaya 2C di tahun 2021 mencapai 487 MMBOE.

Di tahun 2022 kata Budiman, agresifitas operasi perusahaan mulai dengan penemuan sumber daya hidrokarbon baru di sumur Eksplorasi Manpatu-1X di Wilayah Kerja Pertamina Hulu Mahakam. Dan sumur Eksplorasi Sungai Gelam Timur (SGET) – 001 di Wilayah Kerja Pertamina EP Jambi Field.

“Dengan temuan dan tambahan cadangan tersebut, kami optimis dalam menjaga keberlangsungan operasi Subholding Upstream Pertamina untuk pemenuhan kebutuhan energi negeri,” ujarnya.

Selain itu, Subholding Upstream Pertamina juga turut berpartisipasi mendukung program net zero emission melalui beragam studi dan inovasi guna mengurangi dampak emisi karbon serta mendukung transisi energi.

“Capaian positif ini merupakan hasil kolaborasi serta dukungan seluruh pihak khususnya Kementerian ESDM dan SKK Migas, kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Langkah kami masih panjang, dan kami yakin dengan didukung talenta perwira Pertamina, Subholding Upstream Pertamina akan tumbuh menjadi perusahaan berkelas dunia yang berwawasan lingkungan,” pungkas Budiman. [FAZ]

]]> Kinerja akumulasi produksi minyak dan gas bumi Subholding Upstream Pertamina periode tahun 2021 capai 897 ribu barel setara minyak per hari.

Capaian ini diperoleh dari kinerja produksi minyak mencapai 445 ribu barel per hari, dan kinerja produksi gas mencapai 2.615 juta kaki kubik gas per hari.

“Hal ini menunjukkan komitmen Subholding Upstream Pertamina untuk berkontribusi dalam upaya pencapaian target nasional 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada tahun 2030”, ujar Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina Budiman Parhusip, Kamis (27/01).

Budiman menambahkan bahwa capaian ini merupakan sumbangsih dari seluruh regional Subholding Upstream Pertamina baik domestik maupun internasional.

Untuk domestik total produksi minyak mencapai 349 ribu barel per hari, sementara untuk internasional total produksi minyak mencapai 96 ribu barel per hari.

Untuk kinerja produksi gas domestik mencapai 2.290 juta kaki kubik gas per hari atau 100 persen dari target RKAP (Rencana Kerja Dan Anggaran Perusahaan) 2021, demikian juga untuk pencapaian produksi gas internasional yang mencapai 324 juta kaki kubik gas per hari.

Transformasi Subholding Upstream Pertamina di tahun 2021 telah membawa perusahaan menjadi organisasi yang lebih agile dan adaptif sehingga kami dapat melakukan operational excellence.

“Setelah transformasi ini kami memiliki subsurface evaluation yang terintegrasi, sinergi dan borderless operation khususnya wilayah kerja yang bersinggungan atau bersebelahan dalam satu regional sehingga dapat memaksimalkan upaya unlock resources dalam wilayah kerja tersebut,” ungkap Budiman.

“Kami bersyukur dapat melewati tahun 2021 dengan cukup baik, dimana kami mampu menyelesaikan pemboran sumur pengembangan sebanyak 350 sumur dan 12 sumur eksplorasi,” imbuhnya.

Budiman mengatakan, secara fundamental perusahaan juga terus melakukan upaya agresif untuk menemukan dan menambah cadangan migas guna memastikan keberlanjutan pasokan energi untuk Indonesia.

Dijelaskan, penambahan cadangan terbukti di Subholding Upstream pada tahun 2021 mencapai 623 juta barel setara minyak (MMBOE) atau 104 persen dari target RKAP 2021. Sementara untuk penambahan sumberdaya 2C di tahun 2021 mencapai 487 MMBOE.

Di tahun 2022 kata Budiman, agresifitas operasi perusahaan mulai dengan penemuan sumber daya hidrokarbon baru di sumur Eksplorasi Manpatu-1X di Wilayah Kerja Pertamina Hulu Mahakam. Dan sumur Eksplorasi Sungai Gelam Timur (SGET) – 001 di Wilayah Kerja Pertamina EP Jambi Field.

“Dengan temuan dan tambahan cadangan tersebut, kami optimis dalam menjaga keberlangsungan operasi Subholding Upstream Pertamina untuk pemenuhan kebutuhan energi negeri,” ujarnya.

Selain itu, Subholding Upstream Pertamina juga turut berpartisipasi mendukung program net zero emission melalui beragam studi dan inovasi guna mengurangi dampak emisi karbon serta mendukung transisi energi.

“Capaian positif ini merupakan hasil kolaborasi serta dukungan seluruh pihak khususnya Kementerian ESDM dan SKK Migas, kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Langkah kami masih panjang, dan kami yakin dengan didukung talenta perwira Pertamina, Subholding Upstream Pertamina akan tumbuh menjadi perusahaan berkelas dunia yang berwawasan lingkungan,” pungkas Budiman. [FAZ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories