Senang Tak Ada Lockdown Akhir Pekan, Pengusaha Ini Puji Anies .

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengapresiasi sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak mengikuti jejak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerapkan “Gerakan Di Rumah Aja” pada Sabtu-Minggu atau lockdown setiap akhir pekan. Menurutnya, keputusan Anies sangat bijak mengingat posisi Jakarta sebagai pusat jasa, yang setiap akhir pekan aktivitasnya sangat tinggi.

“Wacana akan diterapkannya lockdown akhir pekan sempat membuat pelaku usaha khawatir dan galau, mengingat penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diperketat saja telah membuat omzet pelaku usaha turun tajam. Apalagi kalau setiap akhir pekan ada larangan keluar rumah. Ini akan membuat pelaku usaha semakin terpuruk dan frustasi,” ujar Sarman, dalam keterangan yang diterima RM.id. Minggu (7/2).

Menurut Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta ini, pengumuman Anies pada Jumat (6/2), yang menyatakan tidak ada lockdown akhir pekan, membuat pengusaha lega dan memiliki semangat untuk bertahan. “Pak Gubernur memberikan sedikit nafas bertahan bagi pengusaha mall/pusat perbelanjaan, pusat perdagangan, hotel, restoran, café, minimarket, warung, transportasi, pengelola gedung pertemuan, EO (event organizer), pedagang pasar, bengkel mobil dan motor, dan UKM lainnya yang menggerakkan ekonomi Jakarta di tengah pandemi Covid-19,” ucapnya.

Dengan keputusan itu, lanjut Sarman, menunjukkan Anies merasakan psikologi pengusaha saat ini, yang sudah sangat di ujung tanduk karena sudah hampir setahun aktivitas usaha dan bisnisnya stagnan dengan berbagai kebijakan pembatasan. Dengan tak adanya lockdown akhir pekan, ada sedikit harapan bagi pengusaha meraup omzet di tengah pembatasan jam operasional yang ada untuk menyambung napas usaha untuk mampu bertahan sambil menunggu badai Covid-19 berlalu. 

Menurut Sarman, banyak pelaku usaha yang berinovasi untuk bertahan di tengah pandemi. Yang tadinya di bisnis travel atau fashion, kini membuka usaha kuliner atau menjual makanan dan minum. “Omzet mereka lumayan meningkat setiap akhir pekan. Bisa dibayangkan jika lockdown diberlakukan akhir pekan,” ujarnya. [USU]

]]> .
Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengapresiasi sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak mengikuti jejak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerapkan “Gerakan Di Rumah Aja” pada Sabtu-Minggu atau lockdown setiap akhir pekan. Menurutnya, keputusan Anies sangat bijak mengingat posisi Jakarta sebagai pusat jasa, yang setiap akhir pekan aktivitasnya sangat tinggi.

“Wacana akan diterapkannya lockdown akhir pekan sempat membuat pelaku usaha khawatir dan galau, mengingat penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diperketat saja telah membuat omzet pelaku usaha turun tajam. Apalagi kalau setiap akhir pekan ada larangan keluar rumah. Ini akan membuat pelaku usaha semakin terpuruk dan frustasi,” ujar Sarman, dalam keterangan yang diterima RM.id. Minggu (7/2).

Menurut Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta ini, pengumuman Anies pada Jumat (6/2), yang menyatakan tidak ada lockdown akhir pekan, membuat pengusaha lega dan memiliki semangat untuk bertahan. “Pak Gubernur memberikan sedikit nafas bertahan bagi pengusaha mall/pusat perbelanjaan, pusat perdagangan, hotel, restoran, café, minimarket, warung, transportasi, pengelola gedung pertemuan, EO (event organizer), pedagang pasar, bengkel mobil dan motor, dan UKM lainnya yang menggerakkan ekonomi Jakarta di tengah pandemi Covid-19,” ucapnya.

Dengan keputusan itu, lanjut Sarman, menunjukkan Anies merasakan psikologi pengusaha saat ini, yang sudah sangat di ujung tanduk karena sudah hampir setahun aktivitas usaha dan bisnisnya stagnan dengan berbagai kebijakan pembatasan. Dengan tak adanya lockdown akhir pekan, ada sedikit harapan bagi pengusaha meraup omzet di tengah pembatasan jam operasional yang ada untuk menyambung napas usaha untuk mampu bertahan sambil menunggu badai Covid-19 berlalu. 

Menurut Sarman, banyak pelaku usaha yang berinovasi untuk bertahan di tengah pandemi. Yang tadinya di bisnis travel atau fashion, kini membuka usaha kuliner atau menjual makanan dan minum. “Omzet mereka lumayan meningkat setiap akhir pekan. Bisa dibayangkan jika lockdown diberlakukan akhir pekan,” ujarnya. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories