Sempat Kritis Setelah Ditembak, Mantan PM Jepang Shinzo Abe Meninggal

Sempat kritis setelah menjadi korban penembakan, mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (67) meninggal dunia di Nara Medical University Hospital, Kashikara, Jumat (8/7).

Aksi penembakan brutal terhadap Abe terjadi di dekat Stasiun Yamatosaidaiji Prefektur Nara, Jumat (8/7) sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Kala itu, Abe tengah menyampaikan pidato kampanye, jelang Pemilihan Majelis Tinggi Partai Demokratik Liberal di Tokyo, 10 Juli mendatang.

Abe yang tiga kali ditembak dari belakang, terkena peluru di bagian dada dan leher.

Dia disebut mengalami cardo respiratory arrest, istilah medis untuk henti napas dan/atau fungsi jantung, yang mendahului sertifikasi formal kematian oleh koroner.

Polisi kini telah menangkap terduga pelaku penembakan, Tetsuya Yamagami (41). Dia adalah mantan anggota Pasukan Bela Diri Maritim.

Sementara pistol yang digunakan dalam penembakan itu, dicurigai sebagai senjata api rakitan.

“Pelaku tidak senang dengan Abe, dan memang berniat membunuhnya,” ungkap NHK.

Insiden kekerasan senjata, terhitung jarang terjadi di Jepang. Aksi kekerasan politik, bahkan nyaris tak pernah terdengar.

Pada tahun 2014, Jepang hanya melaporkan enam kasus kematian akibat penyalahgunaan senjata api. Bandingkan dengan 33.599 kasus di Amerika Serikat, pada tahun yang sama.

Pada tahun 2021, Badan Kepolisian Jepang mencatat 10 kasus penembakan, yang mengakibatkan satu orang tewas dan empat luka-luka.

Aturan penggunaan senjata api di Negeri Sakura, sejauh ini terbilang sangat ketat. Orang harus menjalani ujian ketat dan tes kesehatan mental untuk membeli senjata. Itu pun hanya shotgun dan air rifles yang dibolehkan.

Shinzo Abe yang lahir pada 21 September 1954, adalah salah satu Perdana Menteri Jepang dengan masa jabatan terlama, setelah Perang Dunia II.

Dalam periode pertama, Abe menjabat pada 26 September 2006 hingga 26 September 2007. Pada 26 Desember 2012, ia kembali terpilih menjadi Perdana Menteri Jepang menggantikan Yoshihiko Noda.

Kemudian pada 28 Agustus 2020, Abe melepas jabatannya sebagai Perdana Menteri Jepang, karena kondisi kesehatannya memburuk. Dia terkena ulcerative colitis atau penyakit radang usus kronis, yang menyebabkan radang di saluran pencernaan. ***

]]> Sempat kritis setelah menjadi korban penembakan, mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (67) meninggal dunia di Nara Medical University Hospital, Kashikara, Jumat (8/7).

Aksi penembakan brutal terhadap Abe terjadi di dekat Stasiun Yamatosaidaiji Prefektur Nara, Jumat (8/7) sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Kala itu, Abe tengah menyampaikan pidato kampanye, jelang Pemilihan Majelis Tinggi Partai Demokratik Liberal di Tokyo, 10 Juli mendatang.

Abe yang tiga kali ditembak dari belakang, terkena peluru di bagian dada dan leher.

Dia disebut mengalami cardo respiratory arrest, istilah medis untuk henti napas dan/atau fungsi jantung, yang mendahului sertifikasi formal kematian oleh koroner.

Polisi kini telah menangkap terduga pelaku penembakan, Tetsuya Yamagami (41). Dia adalah mantan anggota Pasukan Bela Diri Maritim.

Sementara pistol yang digunakan dalam penembakan itu, dicurigai sebagai senjata api rakitan.

“Pelaku tidak senang dengan Abe, dan memang berniat membunuhnya,” ungkap NHK.

Insiden kekerasan senjata, terhitung jarang terjadi di Jepang. Aksi kekerasan politik, bahkan nyaris tak pernah terdengar.

Pada tahun 2014, Jepang hanya melaporkan enam kasus kematian akibat penyalahgunaan senjata api. Bandingkan dengan 33.599 kasus di Amerika Serikat, pada tahun yang sama.

Pada tahun 2021, Badan Kepolisian Jepang mencatat 10 kasus penembakan, yang mengakibatkan satu orang tewas dan empat luka-luka.

Aturan penggunaan senjata api di Negeri Sakura, sejauh ini terbilang sangat ketat. Orang harus menjalani ujian ketat dan tes kesehatan mental untuk membeli senjata. Itu pun hanya shotgun dan air rifles yang dibolehkan.

Shinzo Abe yang lahir pada 21 September 1954, adalah salah satu Perdana Menteri Jepang dengan masa jabatan terlama, setelah Perang Dunia II.

Dalam periode pertama, Abe menjabat pada 26 September 2006 hingga 26 September 2007. Pada 26 Desember 2012, ia kembali terpilih menjadi Perdana Menteri Jepang menggantikan Yoshihiko Noda.

Kemudian pada 28 Agustus 2020, Abe melepas jabatannya sebagai Perdana Menteri Jepang, karena kondisi kesehatannya memburuk. Dia terkena ulcerative colitis atau penyakit radang usus kronis, yang menyebabkan radang di saluran pencernaan. ***
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories