Semarak Simakrama Perayaan Galungan Dan Kuningan Virtual Di Italia .

Mengingat situasi pandemi Covid­-19 yang masih berlang­sung di Italia, Kedutaan Besar Re­publik Indonesia (KBRI) Roma bekerja sama dengan komunitas Hindu di Italia menyelenggara­kan acara virtual “Simakrama Perayaan Galungan dan Kuni­ngan”, Sabtu 24 april 2021.

Acara perayaan terdiri dari dua bagian, yaitu ibadah dan doa ber­sama komunitas Hindu di Italia, serta Simakrama (ramah-tamah) dengan masyarakat lainnya. Acara dihadiri sekitar 40 kelu­arga warga Indonesia dan diaspora Indonesia di Italia dan dari Bali.

Acara ibadah dipimpin pinan­dita Ida Bagus Sumahendra dari Banten, sedangkan dharma wacana disampaikan Prof Ida Bagus Yudha Triguna dari Bali. Dalam ceramahnya, disampai­kan mengenai pentingnya cinta, kasih sayang dan pelayanan tulus ikhlas dalam menjalankan dharma bhakti kepada keluarga, masyarakat dan negara.

Selain itu, umat Hindu di­ingatkan terus berlatih mengen­dalikan Sadripu (enam musuh hawa nafsu dalam diri manusia), menjaga keharmonisan dan se­mangat persatuan.

Di Italia, mungkin sukar me­nemukan pura, dupa dan perang­kat ritual ibadah. Namun, semua tetap dapat menghidupkan pura dan semangat berbuat baik da­lam hati kita semua.

Acara Simakrama dibuka de­ngan menyanyikan lagu Indo­nesia Raya. Ketut Sri Wahyuni sebagai wakil komunitas Hindu di Italia menyampaikan terima kasih kepada KBRI Roma dan seluruh pihak atas penyelengga­raan kegiatan yang baru pertama kali dilakukan tersebut.

“Tentunya kami bangga. Saat ini bisa merayakan galung­an dan Kuningan secara bersama­-sama, meskipun dilakukan secara daring (virtual). Kita juga senang sekali bisa mempererat sema­ngat persatuan, berkenalan dengan warga negara Indonesia lainnya dalam acara ini,” katanya.

Sementara, dalam sambutan pembukaannya, Dubes RI untuk Italia Esti Andayani menyatakan, ini adalah acara perdana perayaan Galungan dan Kuningan sekaligus Simakrama yang dia ikuti semenjak kedata­ngannya ke Roma pada 2017.

Dubes RI untuk Italia Esti Andayani mengikuti perayaan Galungan dan Kuningan secara virtual. (Foto KBRI Roma)

“Meski dilaksanakan secara daring, saya yakin acara ini dapat semakin memperkuat tali persatuan dan silaturahmi warga negara Indonesia dan diaspora Indonesia,” jelasnya.

Dubes Esti juga menyatakan, perayaan Galungan dan Kuni­ngan 2021 ini spesial ka­rena bertepatan juga dengan pe­laksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan bagi umat Muslim.

Sebagaimana umat Hindu merayakan Galungan dengan memaknai sebagai kemenangan dharma (kebajikan) atas adharma (kebatilan/hawa nafsu), demiki­an pula rekan­-rekan Muslim menjalankan ibadah puasa untuk mengendalikan hawa nafsunya.

Menutup sambutannya, Dubes Esti menyatakan pentingnya peran komunitas Hindu dan diaspora Indonesia dalam men­dukung pelaksanaan diplomasi KBRI Roma.

“Upaya diplomasi hanya akan berhasil, jika kita bisa saling ber­sinergi dan saling mendukung. Ada banyak potensi penguatan yang dapat disinergikan dengan komunitas Hindu dan diaspora Indonesia. Misalnya, dalam diplo­masi budaya, diplomasi ekonomi dan promosi Indonesia di negara akreditasi. Untuk hal ini, KBRI Roma siap memfasilitasi dan bekerja sama,” pungkasnya.

Untuk mempererat silaturahmi dan saling mengenal, para pe­serta melakukan dialog pada sesi diskusi, termasuk perkenalan dari para staf KBRI Roma dan komunitas Hindu di Italia. Acara juga dimeriahkan de­ngan penampilan hiburan tari Puspanjali, tari Cilinaya dan tari Condong persembahan peserta di Bali, serta penampilan tari Penyembrama secara live, oleh Made Putri, di Italia.[MEL]

]]> .
Mengingat situasi pandemi Covid­-19 yang masih berlang­sung di Italia, Kedutaan Besar Re­publik Indonesia (KBRI) Roma bekerja sama dengan komunitas Hindu di Italia menyelenggara­kan acara virtual “Simakrama Perayaan Galungan dan Kuni­ngan”, Sabtu 24 april 2021.

Acara perayaan terdiri dari dua bagian, yaitu ibadah dan doa ber­sama komunitas Hindu di Italia, serta Simakrama (ramah-tamah) dengan masyarakat lainnya. Acara dihadiri sekitar 40 kelu­arga warga Indonesia dan diaspora Indonesia di Italia dan dari Bali.

Acara ibadah dipimpin pinan­dita Ida Bagus Sumahendra dari Banten, sedangkan dharma wacana disampaikan Prof Ida Bagus Yudha Triguna dari Bali. Dalam ceramahnya, disampai­kan mengenai pentingnya cinta, kasih sayang dan pelayanan tulus ikhlas dalam menjalankan dharma bhakti kepada keluarga, masyarakat dan negara.

Selain itu, umat Hindu di­ingatkan terus berlatih mengen­dalikan Sadripu (enam musuh hawa nafsu dalam diri manusia), menjaga keharmonisan dan se­mangat persatuan.

Di Italia, mungkin sukar me­nemukan pura, dupa dan perang­kat ritual ibadah. Namun, semua tetap dapat menghidupkan pura dan semangat berbuat baik da­lam hati kita semua.

Acara Simakrama dibuka de­ngan menyanyikan lagu Indo­nesia Raya. Ketut Sri Wahyuni sebagai wakil komunitas Hindu di Italia menyampaikan terima kasih kepada KBRI Roma dan seluruh pihak atas penyelengga­raan kegiatan yang baru pertama kali dilakukan tersebut.

“Tentunya kami bangga. Saat ini bisa merayakan galung­an dan Kuningan secara bersama­-sama, meskipun dilakukan secara daring (virtual). Kita juga senang sekali bisa mempererat sema­ngat persatuan, berkenalan dengan warga negara Indonesia lainnya dalam acara ini,” katanya.

Sementara, dalam sambutan pembukaannya, Dubes RI untuk Italia Esti Andayani menyatakan, ini adalah acara perdana perayaan Galungan dan Kuningan sekaligus Simakrama yang dia ikuti semenjak kedata­ngannya ke Roma pada 2017.

Dubes RI untuk Italia Esti Andayani mengikuti perayaan Galungan dan Kuningan secara virtual. (Foto KBRI Roma)

“Meski dilaksanakan secara daring, saya yakin acara ini dapat semakin memperkuat tali persatuan dan silaturahmi warga negara Indonesia dan diaspora Indonesia,” jelasnya.

Dubes Esti juga menyatakan, perayaan Galungan dan Kuni­ngan 2021 ini spesial ka­rena bertepatan juga dengan pe­laksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan bagi umat Muslim.

Sebagaimana umat Hindu merayakan Galungan dengan memaknai sebagai kemenangan dharma (kebajikan) atas adharma (kebatilan/hawa nafsu), demiki­an pula rekan­-rekan Muslim menjalankan ibadah puasa untuk mengendalikan hawa nafsunya.

Menutup sambutannya, Dubes Esti menyatakan pentingnya peran komunitas Hindu dan diaspora Indonesia dalam men­dukung pelaksanaan diplomasi KBRI Roma.

“Upaya diplomasi hanya akan berhasil, jika kita bisa saling ber­sinergi dan saling mendukung. Ada banyak potensi penguatan yang dapat disinergikan dengan komunitas Hindu dan diaspora Indonesia. Misalnya, dalam diplo­masi budaya, diplomasi ekonomi dan promosi Indonesia di negara akreditasi. Untuk hal ini, KBRI Roma siap memfasilitasi dan bekerja sama,” pungkasnya.

Untuk mempererat silaturahmi dan saling mengenal, para pe­serta melakukan dialog pada sesi diskusi, termasuk perkenalan dari para staf KBRI Roma dan komunitas Hindu di Italia. Acara juga dimeriahkan de­ngan penampilan hiburan tari Puspanjali, tari Cilinaya dan tari Condong persembahan peserta di Bali, serta penampilan tari Penyembrama secara live, oleh Made Putri, di Italia.[MEL]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories