Selalu Unggul Di Survei Capres Prabowo Semakin Sulit Diajak Pensiun Di 2024

Peluang Prabowo Subianto menjadi Presiden RI masih terbuka lebar. Meskipun tiga kali Pilpres selalu kalah, namun pamor Menteri Pertahanan ini belum redup. Prabowo selalu diunggulkan dalam berbagai survei capres. Kalau begini ceritanya, rasanya Prabowo makin sulit diajak pensiun di 2024 nih…

Saat ini, umur eks rival Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 itu, sudah menginjak 69 tahun. Bila Prabowo tetap maju sebagai capres di Pilpres 2024, maka usianya sudah cukup uzur, 73 tahun.

Meskipun bukan tokoh muda, kenyataannya dalam berbagai survei, Prabowo selalu bertengger di peringkat teratas sebagai capres 2024. Terbaru, survei yang digelar Parameter Politik Indonesia (PPI). Lembaga survei yang digawangi Adi Prayitno ini menyebut, masih banyak orang yang menginginkan Prabowo jadi presiden.

Eks Danjen Kopassus itu nangkring di urutan pertama dengan tingkat elektabilitas 19,9 persen pada survei top of mind capres. Di posisi kedua, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 11,9 persen. Sementara rangking 3 ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kader Banteng itu membukukan elektabilitas 11,3 persen.

Posisi Prabowo tetap tak tergoyah ketika responden dalam survei tersebut diberikan 15 pilihan nama capres. Ketua Umum Partai Gerindra ini mendapat 22,1 persen, disusul Anies 14,6 persen, Ganjar 13,9 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 6,3 persen dan Menteri Sosial Tri Rismaharini 5,8 persen.

Tingginya elektabilitas Prabowo, rupanya tidak terlepas dari kembali meningkatnya minat masyarakat terhadap capres yang berlatar belakang militer. “Data survei secara konsisten mengamini asumsi meningkatnya kembali pamor capres berlatar belakang militer,” kata Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno dalam keterangannya, kemarin.

Kombinasi militer-sipil dalam komposisi capres dan cawapres juga yang paling disukai. Mencapai 30,2 persen responden. Di urutan kedua, sipil-sipil (26,1 persen), sipil-militer (18,6 persen), militer-militer (11,1 persen), sisanya 14 persen responden tidak menjawab.

Survei ini, dilakukan pada tanggal 3-8 Februari 2021. Ada 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode simple random sampling dari 6.000 data target yang telah dipilih secara acak dari kerangka sampel. Margin of error survei ini kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode telepolling menggunakan kuisioner.

Di waktu yang bersamaan, Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga merilis hasil riset terbarunya. Dari survei yang digelar pada 25-31 Januari, elektabilitas Prabowo berada di peringkat teratas dengan dipilih oleh 22,5 persen responden.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan bilang, alasan responden ini urutannya berbeda dengan hasil survei Pemilu 2019 lalu. Ketika itu, responden lebih banyak memilih figur merakyat ketimbang tegas.

“Seingat saya, menjelang Pemilu 2019 lalu yang pertama, perhatian kepada rakyat, tegas berwibawa itu nomor tiga,” kata Djayadi, dalam rilisnya, Senin (22/2).

Apa tanggapan Prabowo? Juru Bicara Menhan Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi berbagai survei yang tetap mengunggulkan bosnya sebagai capres. Namun, kata dia, saat ini Prabowo sedang fokus menunaikan amanah membantu Presiden Jokowi meningkatkan kekuatan pertahanan Indonesia.

“Terkait dengan opini publik, elektabilitas, apa pun itu, beliau menghormati sepenuhnya opini publik tersebut, dan tidak menanggapi. Tapi tetap fokus pada tugas beliau,” kata Dahnil kepada Rakyat Merdeka, lewat obrolan WhatsApp, kemarin.

 

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburonkhman. Anggota Komisi III DPR ini menegaskan, Gerindra sama sekali belum membahas siapa yang akan diusung sebagai capres 2024.

Saat ini, kata dia, Gerindra masih ingin memfokuskan diri membantu kinerja Prabowo sebagai Menhan. “Kami lebih memilih berkonsentrasi menyukseskan Pak Prabowo di kementerian dan para anggota dewan di Parlemen,” ujar Habiburonkhman.

PKS yang menjadi patner Prabowo dalam dua kali Pilpres, tidak terpengaruh dengan hasil survei tersebut. PKS memberi sinyal tak akan mendukung Prabowo lagi di Pilpres 2024. Ketua DPP (PKS) Mardani Ali Sera optimis bisa mengajukan calon dari kader sendiri.

Mardani menilai wajar, bila saat ini Prabowo masih memiliki elektabilitas tertinggi. Namun, untuk menang di Pilpres 2024, kata dia, tentu tidak mudah. Kenapa? “Karena barisan emak-emak pendukungnya dulu masih kecewa,” katanya, kepada Rakyat Merdeka, Senin (22/2).

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menjawab diplomatis soal elektabilitas yang dimiliki Prabowo. Partai beringin belum kepikiran bakal kepincut mendukung Prabowo atau tetap pede mencalonkan kader sendiri.

“Pilpres masih jauh. Semua masih konsentrasi pemulihan Covid-19 dan ekonomi,” kata Ace, yang dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Pendiri lembaga KedaiKOPI, Hendri Satrio menganalisis, dengan hasil elektabilitas tinggi yang dimiliki, Prabowo diyakini tidak akan pensiun di Pilpres 2024. Dia lantas mengutip hasil survei KedaiKOPI akhir 2020 lalu, bahwa Prabowo bersama 400-an tokoh lainnya berpeluang menjadi calon presiden.

“Peluang Prabowo, saat itu nyapres lagi. Karena dia punya partai politik dan tokoh sentral di parpol. Tinggal memutuskan dia akan maju lagi atau tidak. Kalau tidak, maka dia harus siapkan calon penggantinya untuk maju dari sekarang. Tapi kan sampai hari ini belum terlihat,” kata Hensat, sapaan karibnya kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir menyarankan, sebaiknya Prabowo memberikan jalan bagi kader lain di Gerindra untuk maju di Pilpres 2024. Salah satu kader Gerindra yang punya peluang, yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Selama ini, elektabilitas Sandi yang belum terkerek karena masih dibayangi oleh Prabowo. Menurutnya, elektabiltas Sandi sebagai capres akan naik bila Prabowo sejak awal memutuskan pensiun di Pilpres mendatang.

Di dunia maya, warganet menyikapi beragam soal tingginya elektabilitas Prabowo untuk Pilpres 2024. “Setelah melihat beliau setelah pemilu lalu selesai, biar kalah namun bahu membahu membangun negeri. @Prabowo layak diperhitungkan di pemilu ke depan,” cuit akun @BasirChasay. “Alhamdulillah ya rabbal Alamin, Lanjutkan terus Perjuanganmu Bapak Prabowo Subianto,” timpal akun @@Cimol_Mozaj.

Namun, sejumlah warganet justru menyampaikan penolakannya. “Ogah dah, sudah basi,” timpal akun @IwanSet05166843. “Negara kaya nggak punya generasi aja. Die-die doang calonnye,” sindir @yangkhe. “Spesialis elektabilitas,” sindir akun @Nebulavexion.

Akun @Budijayaya menyarankan agar Prabowo tidak nyapres lagi. “Sebaiknya pilpres berikutnya para tokoh tua tidak perlu ikut lagi, beri kesempatan kepada yang lebih muda,” usul dia. “Wah pada sulit diajak pensiun ni pak Prabowo ntar 2024,” komentar @berkicaumerdu. “Sudah ditinggal banyak pemilihnya,” timpal @zeinvey. [SAR]

]]> Peluang Prabowo Subianto menjadi Presiden RI masih terbuka lebar. Meskipun tiga kali Pilpres selalu kalah, namun pamor Menteri Pertahanan ini belum redup. Prabowo selalu diunggulkan dalam berbagai survei capres. Kalau begini ceritanya, rasanya Prabowo makin sulit diajak pensiun di 2024 nih…

Saat ini, umur eks rival Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 itu, sudah menginjak 69 tahun. Bila Prabowo tetap maju sebagai capres di Pilpres 2024, maka usianya sudah cukup uzur, 73 tahun.

Meskipun bukan tokoh muda, kenyataannya dalam berbagai survei, Prabowo selalu bertengger di peringkat teratas sebagai capres 2024. Terbaru, survei yang digelar Parameter Politik Indonesia (PPI). Lembaga survei yang digawangi Adi Prayitno ini menyebut, masih banyak orang yang menginginkan Prabowo jadi presiden.

Eks Danjen Kopassus itu nangkring di urutan pertama dengan tingkat elektabilitas 19,9 persen pada survei top of mind capres. Di posisi kedua, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 11,9 persen. Sementara rangking 3 ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kader Banteng itu membukukan elektabilitas 11,3 persen.

Posisi Prabowo tetap tak tergoyah ketika responden dalam survei tersebut diberikan 15 pilihan nama capres. Ketua Umum Partai Gerindra ini mendapat 22,1 persen, disusul Anies 14,6 persen, Ganjar 13,9 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 6,3 persen dan Menteri Sosial Tri Rismaharini 5,8 persen.

Tingginya elektabilitas Prabowo, rupanya tidak terlepas dari kembali meningkatnya minat masyarakat terhadap capres yang berlatar belakang militer. “Data survei secara konsisten mengamini asumsi meningkatnya kembali pamor capres berlatar belakang militer,” kata Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno dalam keterangannya, kemarin.

Kombinasi militer-sipil dalam komposisi capres dan cawapres juga yang paling disukai. Mencapai 30,2 persen responden. Di urutan kedua, sipil-sipil (26,1 persen), sipil-militer (18,6 persen), militer-militer (11,1 persen), sisanya 14 persen responden tidak menjawab.

Survei ini, dilakukan pada tanggal 3-8 Februari 2021. Ada 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode simple random sampling dari 6.000 data target yang telah dipilih secara acak dari kerangka sampel. Margin of error survei ini kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode telepolling menggunakan kuisioner.

Di waktu yang bersamaan, Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga merilis hasil riset terbarunya. Dari survei yang digelar pada 25-31 Januari, elektabilitas Prabowo berada di peringkat teratas dengan dipilih oleh 22,5 persen responden.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan bilang, alasan responden ini urutannya berbeda dengan hasil survei Pemilu 2019 lalu. Ketika itu, responden lebih banyak memilih figur merakyat ketimbang tegas.

“Seingat saya, menjelang Pemilu 2019 lalu yang pertama, perhatian kepada rakyat, tegas berwibawa itu nomor tiga,” kata Djayadi, dalam rilisnya, Senin (22/2).

Apa tanggapan Prabowo? Juru Bicara Menhan Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi berbagai survei yang tetap mengunggulkan bosnya sebagai capres. Namun, kata dia, saat ini Prabowo sedang fokus menunaikan amanah membantu Presiden Jokowi meningkatkan kekuatan pertahanan Indonesia.

“Terkait dengan opini publik, elektabilitas, apa pun itu, beliau menghormati sepenuhnya opini publik tersebut, dan tidak menanggapi. Tapi tetap fokus pada tugas beliau,” kata Dahnil kepada Rakyat Merdeka, lewat obrolan WhatsApp, kemarin.

 

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburonkhman. Anggota Komisi III DPR ini menegaskan, Gerindra sama sekali belum membahas siapa yang akan diusung sebagai capres 2024.

Saat ini, kata dia, Gerindra masih ingin memfokuskan diri membantu kinerja Prabowo sebagai Menhan. “Kami lebih memilih berkonsentrasi menyukseskan Pak Prabowo di kementerian dan para anggota dewan di Parlemen,” ujar Habiburonkhman.

PKS yang menjadi patner Prabowo dalam dua kali Pilpres, tidak terpengaruh dengan hasil survei tersebut. PKS memberi sinyal tak akan mendukung Prabowo lagi di Pilpres 2024. Ketua DPP (PKS) Mardani Ali Sera optimis bisa mengajukan calon dari kader sendiri.

Mardani menilai wajar, bila saat ini Prabowo masih memiliki elektabilitas tertinggi. Namun, untuk menang di Pilpres 2024, kata dia, tentu tidak mudah. Kenapa? “Karena barisan emak-emak pendukungnya dulu masih kecewa,” katanya, kepada Rakyat Merdeka, Senin (22/2).

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menjawab diplomatis soal elektabilitas yang dimiliki Prabowo. Partai beringin belum kepikiran bakal kepincut mendukung Prabowo atau tetap pede mencalonkan kader sendiri.

“Pilpres masih jauh. Semua masih konsentrasi pemulihan Covid-19 dan ekonomi,” kata Ace, yang dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Pendiri lembaga KedaiKOPI, Hendri Satrio menganalisis, dengan hasil elektabilitas tinggi yang dimiliki, Prabowo diyakini tidak akan pensiun di Pilpres 2024. Dia lantas mengutip hasil survei KedaiKOPI akhir 2020 lalu, bahwa Prabowo bersama 400-an tokoh lainnya berpeluang menjadi calon presiden.

“Peluang Prabowo, saat itu nyapres lagi. Karena dia punya partai politik dan tokoh sentral di parpol. Tinggal memutuskan dia akan maju lagi atau tidak. Kalau tidak, maka dia harus siapkan calon penggantinya untuk maju dari sekarang. Tapi kan sampai hari ini belum terlihat,” kata Hensat, sapaan karibnya kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir menyarankan, sebaiknya Prabowo memberikan jalan bagi kader lain di Gerindra untuk maju di Pilpres 2024. Salah satu kader Gerindra yang punya peluang, yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Selama ini, elektabilitas Sandi yang belum terkerek karena masih dibayangi oleh Prabowo. Menurutnya, elektabiltas Sandi sebagai capres akan naik bila Prabowo sejak awal memutuskan pensiun di Pilpres mendatang.

Di dunia maya, warganet menyikapi beragam soal tingginya elektabilitas Prabowo untuk Pilpres 2024. “Setelah melihat beliau setelah pemilu lalu selesai, biar kalah namun bahu membahu membangun negeri. @Prabowo layak diperhitungkan di pemilu ke depan,” cuit akun @BasirChasay. “Alhamdulillah ya rabbal Alamin, Lanjutkan terus Perjuanganmu Bapak Prabowo Subianto,” timpal akun @@Cimol_Mozaj.

Namun, sejumlah warganet justru menyampaikan penolakannya. “Ogah dah, sudah basi,” timpal akun @IwanSet05166843. “Negara kaya nggak punya generasi aja. Die-die doang calonnye,” sindir @yangkhe. “Spesialis elektabilitas,” sindir akun @Nebulavexion.

Akun @Budijayaya menyarankan agar Prabowo tidak nyapres lagi. “Sebaiknya pilpres berikutnya para tokoh tua tidak perlu ikut lagi, beri kesempatan kepada yang lebih muda,” usul dia. “Wah pada sulit diajak pensiun ni pak Prabowo ntar 2024,” komentar @berkicaumerdu. “Sudah ditinggal banyak pemilihnya,” timpal @zeinvey. [SAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories