Sekolah Sudah Kantongi Izin dari Ortu 24 Siswa Mahatma Gandhi School Mulai Belajar Di Sekolah

Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka hari pertama yang digelar di SMP Mahatma Gandhi School, Komplek Kemayoran, Jalan Tabing, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (7/4), diikuti 12 siswa kelas VII dan tiga siswa kelas VIII.

Menurut Kepala Sekolah SMP Mahatma Gandhi School, Pramesti S, dari total 194 siswa di sekolah ini yang terdaftar untuk ikut KBM tatap muka ada 24, terdiri dari 12 siswa kelas VII, tiga siswa kelas VIII dan sembilan siswa kelas IX. Sisanya mengikuti pembelajaran secara daring.    

“Siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka secara langsung ini telah mendapat mendapat persetujuan orang tua masing-masing,” ujarnya.  

Dia menjelaskan, pada pelaksanaan hari pertama ini, KBM tatap muka diikuti 15 siswa dari kelas VII dan VIII. Untuk siswa kelas IX akan dilakukan pada Jumat (9/4). “Pada pelaksanaan selanjutnya dilakukan secara bergilir. Senin untuk siswa kelas VII, Rabu siswa kelas VIII dan Jumat kelas IX,” tuturnya.

Ia menambahkan, selain menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan pemeriksaan suhu sebelum masuk kelas, memakai masker serta mencuci tangan dan menjaga jarak 1,5 meter di dalam kelas. PIhaknya juga mewajibkan siswa untuk diantar dan dijemput orang tua.

“Proses pembelajaran tatap muka berlangsung selama tiga jam dengan tiga mata pelajaran yakni matematika, IPA dan Bahasa Indonesia,” pungkasnya.

Sekadar informasi, SMP Mahatma Ghandi merupakan salah satu dari 85 sekolah yang ditetapkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta menjadi pilot project pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19. [EFI]

]]> Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka hari pertama yang digelar di SMP Mahatma Gandhi School, Komplek Kemayoran, Jalan Tabing, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (7/4), diikuti 12 siswa kelas VII dan tiga siswa kelas VIII.

Menurut Kepala Sekolah SMP Mahatma Gandhi School, Pramesti S, dari total 194 siswa di sekolah ini yang terdaftar untuk ikut KBM tatap muka ada 24, terdiri dari 12 siswa kelas VII, tiga siswa kelas VIII dan sembilan siswa kelas IX. Sisanya mengikuti pembelajaran secara daring.    

“Siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka secara langsung ini telah mendapat mendapat persetujuan orang tua masing-masing,” ujarnya.  

Dia menjelaskan, pada pelaksanaan hari pertama ini, KBM tatap muka diikuti 15 siswa dari kelas VII dan VIII. Untuk siswa kelas IX akan dilakukan pada Jumat (9/4). “Pada pelaksanaan selanjutnya dilakukan secara bergilir. Senin untuk siswa kelas VII, Rabu siswa kelas VIII dan Jumat kelas IX,” tuturnya.

Ia menambahkan, selain menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan pemeriksaan suhu sebelum masuk kelas, memakai masker serta mencuci tangan dan menjaga jarak 1,5 meter di dalam kelas. PIhaknya juga mewajibkan siswa untuk diantar dan dijemput orang tua.

“Proses pembelajaran tatap muka berlangsung selama tiga jam dengan tiga mata pelajaran yakni matematika, IPA dan Bahasa Indonesia,” pungkasnya.

Sekadar informasi, SMP Mahatma Ghandi merupakan salah satu dari 85 sekolah yang ditetapkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta menjadi pilot project pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19. [EFI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories