Sekjen Indra Iskandar: Pengadaan Multivitamin Bukan Untuk Anggota DPR .

Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar akhirnya buka suara soal pengadaan multivitamin senilai Rp 2 miliar, yang bikin heboh masyarakat. 

Menurutnya, multivitamin tersebut bukan untuk anggota DPR. “Memang itu bukan untuk anggota DPR. Nanti sebentar lagi saya ke Media Center,” ujar Indra lewat pesan singkatnya, Kamis (2/9).

Sebelumnya, Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Evita Nursanty telah memastikan, pengadaan multivitamin dengan nilai anggaran Rp 2 miliar  tidak ditujukan untuk anggota DPR.

Evita menyebut, itu adalah anggaran Satuan Kerja Sekretariat Jenderal.

 “Yang pasti, bukan untuk anggota DPR. Karena kami memiliki asuransi kesehatan, sama dangan pejabat negara lainnya,” ujar Evita kepada RM.id, Kamis (2/9).

Evita menjelaskan, selain 575 anggota, DPR terdiri dari 1.358 aparatur sipil negara (ASN), 1.486 pegawai pemerintah non ASN (PPNASN), 187 tenaga ahli Alat Kelengkapan Dewan (TA AKD), 241 tenaga ahli fraksi (TA fraksi), 2.805 tenaga ahli anggota (TA anggota), 1.111 staf administrasi anggota (SA anggota), serta 718 cleaning service dan taman.

Sehingga, totalnya ada 7.906 orang di luar anggota DPR.

“Biar Sekjen DPR yang nanti beri informasi selengkapnya karena itu kan anggaran Satker Sekretariat Jenderal. Bukan Satker Dewan. Biasalah, kita DPR sudah di-bully duluan,” kata Evita sambil membubuhkan emoticon tertawa dalam pesan aplikasinya.

Evita pun mengaku heran dengan anggaran multivitamin yang diajukan Sekretariat Jenderal DPR, sebagaimana terpampang dalam situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik DPR, lpse.dpr.go.id.

Menurutnya, anggaran tersebut belum pernah dibicarakan sebelumnya. “Ini tidak pernah dibicarakan atau diusulkan di rapat BURT. Saya juga tahunya dari media. Tunggu saja, kami sedang meminta klarifikasi dari Sekjen,” kata Evita saat dimintai penjelasan oleh RM.id, Kamis (2/9).

 

Data pengadaan multivitamin itu, bisa dilihat di dalam situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DPR.

Di situ, tertera tender pengadaan multivitamin dengan pagu paket Rp 2.096.080.000, dengan kode tender 685087 dan kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 29787218.

Saat ini, proses tender yang dimulai 16 Juli 2021 tersebut sudah selesai, dengan nilai HPS paket Rp 2.074.950.955.

Pengadaan multivitamin ini menggunakan sistem tender cepat harga terendah sistem gugur.

Tender yang diikuti 18 peserta itu, kini sudah selesai dan dimenangkan PT Chemipharma Julien Djonelida dengan harga terkoreksi Rp 1.733.655.000.

Selain pengadaan multivitamin, ada juga pengadaan perangkat penunjang kesehatan dengan pagu anggaran Rp 5.492.719.525, yang anggarannya juga bersumber dari APBN 2021.

Tender yang masih berada dalam tahap pengumuman pascakualifikasi itu, diikuti 21 peserta. [UMM]

]]> .
Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar akhirnya buka suara soal pengadaan multivitamin senilai Rp 2 miliar, yang bikin heboh masyarakat. 

Menurutnya, multivitamin tersebut bukan untuk anggota DPR. “Memang itu bukan untuk anggota DPR. Nanti sebentar lagi saya ke Media Center,” ujar Indra lewat pesan singkatnya, Kamis (2/9).

Sebelumnya, Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Evita Nursanty telah memastikan, pengadaan multivitamin dengan nilai anggaran Rp 2 miliar  tidak ditujukan untuk anggota DPR.

Evita menyebut, itu adalah anggaran Satuan Kerja Sekretariat Jenderal.

 “Yang pasti, bukan untuk anggota DPR. Karena kami memiliki asuransi kesehatan, sama dangan pejabat negara lainnya,” ujar Evita kepada RM.id, Kamis (2/9).

Evita menjelaskan, selain 575 anggota, DPR terdiri dari 1.358 aparatur sipil negara (ASN), 1.486 pegawai pemerintah non ASN (PPNASN), 187 tenaga ahli Alat Kelengkapan Dewan (TA AKD), 241 tenaga ahli fraksi (TA fraksi), 2.805 tenaga ahli anggota (TA anggota), 1.111 staf administrasi anggota (SA anggota), serta 718 cleaning service dan taman.

Sehingga, totalnya ada 7.906 orang di luar anggota DPR.

“Biar Sekjen DPR yang nanti beri informasi selengkapnya karena itu kan anggaran Satker Sekretariat Jenderal. Bukan Satker Dewan. Biasalah, kita DPR sudah di-bully duluan,” kata Evita sambil membubuhkan emoticon tertawa dalam pesan aplikasinya.

Evita pun mengaku heran dengan anggaran multivitamin yang diajukan Sekretariat Jenderal DPR, sebagaimana terpampang dalam situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik DPR, lpse.dpr.go.id.

Menurutnya, anggaran tersebut belum pernah dibicarakan sebelumnya. “Ini tidak pernah dibicarakan atau diusulkan di rapat BURT. Saya juga tahunya dari media. Tunggu saja, kami sedang meminta klarifikasi dari Sekjen,” kata Evita saat dimintai penjelasan oleh RM.id, Kamis (2/9).

 

Data pengadaan multivitamin itu, bisa dilihat di dalam situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DPR.

Di situ, tertera tender pengadaan multivitamin dengan pagu paket Rp 2.096.080.000, dengan kode tender 685087 dan kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 29787218.

Saat ini, proses tender yang dimulai 16 Juli 2021 tersebut sudah selesai, dengan nilai HPS paket Rp 2.074.950.955.

Pengadaan multivitamin ini menggunakan sistem tender cepat harga terendah sistem gugur.

Tender yang diikuti 18 peserta itu, kini sudah selesai dan dimenangkan PT Chemipharma Julien Djonelida dengan harga terkoreksi Rp 1.733.655.000.

Selain pengadaan multivitamin, ada juga pengadaan perangkat penunjang kesehatan dengan pagu anggaran Rp 5.492.719.525, yang anggarannya juga bersumber dari APBN 2021.

Tender yang masih berada dalam tahap pengumuman pascakualifikasi itu, diikuti 21 peserta. [UMM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories