Sehari 3 Kali Datangi Area Vaksinasi Jokowi Serius Lindungi Pekerja Dari Corona

Presiden Joko Widodo menunjukkan keseriusannya melindungi pekerja dari bahaya Covid-19. Kepala Negara rajin memantau langsung proses vaksinasi. Sehari, Jokowi mendatangi tiga area penyuntikan.

Dimulai dari Terminal Kampung Rambutan, kemudian ke Pelabuhan Tanjung Priok, hingga Pelabuhan Sunda Kelapa. Sekitar pukul 08.30, ketika peserta vaksin sedang ramai-ramainya berkumpul untuk mendaftar, Jokowi datang didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Di Kampung Rambutan, vaksin menyasar para pekerja terminal. Mulai dari pegawainya, pengemudi serta kernet bus. Total, penerima vaksin di Terminal Kampung Rambutan, berjumlah 1.000 orang. “Pagi hari ini kita melakukan vaksinasi di Terminal Kampung Rambutan yang kita berikan kepada para pelaku transportasi, karena Kampung Rambutan salah pusat transportasi,” ujar Jokowi dalam konferensi pers, di hadapan para penerima vaksin kemarin.

Vaksinasi digelar di terminal tersebut karena di sana memiliki interaksi yang sangat tinggi. Di sinilah pintu mobilitas keluar-masuk kota.

Vaksinasi, diingatkan Jokowi, harus berjalan seiring penerapan protokol kesehatan yang mencakup memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Kita harapkan dengan adanya vaksinasi ini akan menambah perlindungan dari penyebaran Covid-19,” harapnya.

Selesai memberi sambutan di terminal, mantan Wali Kota Solo ini bergegas mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok. Sama seperti terminal, dia mengingatkan, pelabuhan juga rawan penyebaran Covid-19. “Ini adalah pelabuhan terbesar di Indonesia, yang melayani kapal penumpang, kapal barang, domestik maupun mancanegara, serta jadi infrastruktur penghubung,” ujar Jokowi.

Ada 1.500 orang yang divaksinasi di Tanjung Priok kemarin. Mulai dari pekerja pelabuhan, pekerja bongkar muat, para supir dan kernetnya, serta pegawai lainnya yang berada di pelabuhan.

Jokowi mengingatkan, kalau kasus Corona meledak, hal itu tak hanya akan membahayakan masyarakat, tapi juga stabilitas ekonomi. Soalnya, Tanjung Priok adalah wilayah penting dalam mendistribusikan logistik ke seluruh Tanah Air.

“Kita tahu di sini mobilitas orang, barang itu tinggi. Sehingga kemungkinan tertular Covid-19 juga sama tinggi,” jelasnya.

Selesai di Tanjung Priok, Kepala Negara lanjut ke area terakhir, pelabuhan Sunda Kelapa. Di sana, Jokowi meminta pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal terus dilaksanakan dan dengan jumlah cakupan yang lebih banyak. “Sekarang peserta vaksin di sini kurang lebih 1.000 orang ya. Kita harapkan ini akan terus berlanjut dengan tambahan jumlah yang lebih banyak lagi,” harap dia.

Serupa di Tanjung Priok, di Pelabuhan Sunda Kelapa, vaksin menyasar para pekerja pelabuhan dan masyarakat maritim yang ada di sekitar. “Mereka adalah orang yang interaksinya tinggi, baik sebagai ABK (anak buah kapal). Baik yang bekerja bongkar muat, artinya ada interaksi dengan ABK yang kapalnya/perahunya berasal dari pulau yang lain,” imbuhnya. “Dengan vaksinasi ini kita harapkan ada perlindungan terhadap para pekerja di Pelabuhan Sunda Kelapa ini, dan kita harapkan penyebaran Covid-19 bisa kita cegah,” tandas Jokowi. [JAR]

]]> Presiden Joko Widodo menunjukkan keseriusannya melindungi pekerja dari bahaya Covid-19. Kepala Negara rajin memantau langsung proses vaksinasi. Sehari, Jokowi mendatangi tiga area penyuntikan.

Dimulai dari Terminal Kampung Rambutan, kemudian ke Pelabuhan Tanjung Priok, hingga Pelabuhan Sunda Kelapa. Sekitar pukul 08.30, ketika peserta vaksin sedang ramai-ramainya berkumpul untuk mendaftar, Jokowi datang didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Di Kampung Rambutan, vaksin menyasar para pekerja terminal. Mulai dari pegawainya, pengemudi serta kernet bus. Total, penerima vaksin di Terminal Kampung Rambutan, berjumlah 1.000 orang. “Pagi hari ini kita melakukan vaksinasi di Terminal Kampung Rambutan yang kita berikan kepada para pelaku transportasi, karena Kampung Rambutan salah pusat transportasi,” ujar Jokowi dalam konferensi pers, di hadapan para penerima vaksin kemarin.

Vaksinasi digelar di terminal tersebut karena di sana memiliki interaksi yang sangat tinggi. Di sinilah pintu mobilitas keluar-masuk kota.

Vaksinasi, diingatkan Jokowi, harus berjalan seiring penerapan protokol kesehatan yang mencakup memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Kita harapkan dengan adanya vaksinasi ini akan menambah perlindungan dari penyebaran Covid-19,” harapnya.

Selesai memberi sambutan di terminal, mantan Wali Kota Solo ini bergegas mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok. Sama seperti terminal, dia mengingatkan, pelabuhan juga rawan penyebaran Covid-19. “Ini adalah pelabuhan terbesar di Indonesia, yang melayani kapal penumpang, kapal barang, domestik maupun mancanegara, serta jadi infrastruktur penghubung,” ujar Jokowi.

Ada 1.500 orang yang divaksinasi di Tanjung Priok kemarin. Mulai dari pekerja pelabuhan, pekerja bongkar muat, para supir dan kernetnya, serta pegawai lainnya yang berada di pelabuhan.

Jokowi mengingatkan, kalau kasus Corona meledak, hal itu tak hanya akan membahayakan masyarakat, tapi juga stabilitas ekonomi. Soalnya, Tanjung Priok adalah wilayah penting dalam mendistribusikan logistik ke seluruh Tanah Air.

“Kita tahu di sini mobilitas orang, barang itu tinggi. Sehingga kemungkinan tertular Covid-19 juga sama tinggi,” jelasnya.

Selesai di Tanjung Priok, Kepala Negara lanjut ke area terakhir, pelabuhan Sunda Kelapa. Di sana, Jokowi meminta pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal terus dilaksanakan dan dengan jumlah cakupan yang lebih banyak. “Sekarang peserta vaksin di sini kurang lebih 1.000 orang ya. Kita harapkan ini akan terus berlanjut dengan tambahan jumlah yang lebih banyak lagi,” harap dia.

Serupa di Tanjung Priok, di Pelabuhan Sunda Kelapa, vaksin menyasar para pekerja pelabuhan dan masyarakat maritim yang ada di sekitar. “Mereka adalah orang yang interaksinya tinggi, baik sebagai ABK (anak buah kapal). Baik yang bekerja bongkar muat, artinya ada interaksi dengan ABK yang kapalnya/perahunya berasal dari pulau yang lain,” imbuhnya. “Dengan vaksinasi ini kita harapkan ada perlindungan terhadap para pekerja di Pelabuhan Sunda Kelapa ini, dan kita harapkan penyebaran Covid-19 bisa kita cegah,” tandas Jokowi. [JAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories