Sebut Parpol Yang Tolak Kenaikan BBM Tak Konsisten Partai Garuda: Bukan Atas Nama Rakyat, Tapi Kepentingan Politik

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengkritik sejumlah partai politik yang menyatakan sikap menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) atas nama rakyat.

Sebab, menurut dia, beberapa parpol tersebut mendukung kenaikan harga BBM ketika berada di pemerintahan. Namun, kini menolak ketika berada di luar pemerintahan.

“Jadi atas nama rakyat atau atas nama kepentingan politik yang berlindung di balik nama rakyat?” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/9).

Teddy menyebut, di setiap rezim, ketika BBM naik, selalu ada penolakan seperti sekarang. Karena itu, dia meyakini, parpol yang mendadak menolak kenaikan harga BBM tujuannya bukan untuk kepentingan rakyat. Tapi, untuk kepentingan politik.

“Untuk kepentingan mendapatkan dukungan suara Pemilu. Karena kalau mereka konsisten, tentu mereka akan mendukung kenaikan harga BBM,” beber Teddy.

Juru Bicara Partai Garuda itu menyatakan, para parpol ini tengah memainkan drama atas nama rakyat.

“Mau menjadikan diri mereka pahlawan rakyat, yang peduli atas nama rakyat, sehingga mengecam tindakan yang ternyata dulu pernah mereka lakukan. Jelas karena ini drama, maka yang mereka lakukan adalah mengakali rakyat bukan membela rakyat,” tegasnya.

 

“Sudahi permainan usang ini, toh menaikkan harga BBM bukanlah sebuah kejahatan dan tidak melanggar hukum,” sambung Teddy sekaligus mengakhiri. ■

]]> Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengkritik sejumlah partai politik yang menyatakan sikap menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) atas nama rakyat.

Sebab, menurut dia, beberapa parpol tersebut mendukung kenaikan harga BBM ketika berada di pemerintahan. Namun, kini menolak ketika berada di luar pemerintahan.

“Jadi atas nama rakyat atau atas nama kepentingan politik yang berlindung di balik nama rakyat?” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/9).

Teddy menyebut, di setiap rezim, ketika BBM naik, selalu ada penolakan seperti sekarang. Karena itu, dia meyakini, parpol yang mendadak menolak kenaikan harga BBM tujuannya bukan untuk kepentingan rakyat. Tapi, untuk kepentingan politik.

“Untuk kepentingan mendapatkan dukungan suara Pemilu. Karena kalau mereka konsisten, tentu mereka akan mendukung kenaikan harga BBM,” beber Teddy.

Juru Bicara Partai Garuda itu menyatakan, para parpol ini tengah memainkan drama atas nama rakyat.

“Mau menjadikan diri mereka pahlawan rakyat, yang peduli atas nama rakyat, sehingga mengecam tindakan yang ternyata dulu pernah mereka lakukan. Jelas karena ini drama, maka yang mereka lakukan adalah mengakali rakyat bukan membela rakyat,” tegasnya.

 

“Sudahi permainan usang ini, toh menaikkan harga BBM bukanlah sebuah kejahatan dan tidak melanggar hukum,” sambung Teddy sekaligus mengakhiri. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories