Satgas: Kasus Mingguan Harus Ditekan Di Bawah 10% .

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan, jumlah kasus positif pada pekan ini meningkat dibandingkan sebelumnya. 

Kenaikan kasus positif per 31 Januari sebesar 9,5 persen. “Meski meningkat, kenaikan  tidak sebesar minggu-minggu yang lalu,” ujar Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/2).

Wiku meminta angka kenaikan kasus positif dapat ditekan hingga di bawah 10 persen. Sehingga secara perlahan kasus semakin menurun.

Pada minggu ini, kenaikan kasus positif tertinggi terjadi di Jawa Barat. Kenaikannya sebesar 12.171 kasus. Kemudian disusul oleh Kalimantan Timur, naik 646 kasus, Bali naik 220 kasus, Sulawesi Selatan naik 200 kasus, dan Kalimantan Selatan naik 186 kasus.

Menurut Wiku, ada beberapa faktor penyebab tingginya angka kasus positif. Salah satunya, keterlambatan pencatatan data kasus dari daerah.

“Namun kondisi ini tidak serta merta meniadakan fakta bahwa tingkat penularan masih tinggi di Indonesia,” jelasnya.

Wiku menegaskan, ancaman Covid-19 saat ini masih sangat besar bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Karena itu, Ia meminta Pemerintah baik pusat dan daerah agar terus meningkatkan pelayanan Covid-19, seperti menambah jumlah tempat tidur, menyediakan alat-alat penunjang pemeriksaan laboratorium, serta meningkatkan pemeriksaan Covid-19.

“Masyarakat diharapkan patuhi protokol kesehatan (prokes) sebagai kebiasaan baru yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Wiku.

Selanjutnya, kasus kematian juga mengalami kenaikan 25,3% dari Minggu sebelum sebesar 3%.  Wiku mengatakan, kasus kematian tertinggi Minggu ini terjadi di Jawa Barat. Jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya. 

Ia mencatat, Minggu ini, Jawa Barat naik 245. Lalu, disusul Jawa Tengah naik 142, Sulawesi Utara naik 38, DKI Jakarta naik 29  dan Kalimantan Utara, naik 24.  

Wiku menekankan,  angka kematian harus menjadi prioritas utama dalam penanganan Covid-19. Karena angka kesembuhan dapat ditingkatkan dengan mudah. 

Karena berdasarkan data sebesar 77,5% kasus positif dan 78,6% kesembuhan berasal dari usia 19 – 59 tahun. Sedangkan angka kematian didominasi usia lebih dari 59 tahun sebesar 47,1%. 

Lalu, pada kesembuhan mingguan naik signifikan yaitu naik 22,6% dibanding minggu sebelumnya. “Ini adalah kabar baik, dengan ini kesembuhan di Indonesia telah mengalami kenaikan selama 8 Minggu berturut-turut,” jelasnya. 

Ia menyebutkan, ada 5 provinsi yang tingkat kesembuhannya tertinggi yaitu Jawa Barat naik 3.618, Banten naik 2.991, Jawa Tengah naik 2.159, Kalimantan Utara naik 1.942 dan DI Yogyakarta naik 885. 

Persentase tertinggi terjadi di Riau 93,44%, Bengkulu 92,33%, Gorontalo 91,97%, DKI Jakarta 89,65% dan Papua Barat 89,59%).”Kondisi ini masih menjadi PR kita bersama agar lebih mematuhi prokes untuk mencegah penyebaran virus Covid-19” tandasnya. [FIK]

]]> .
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan, jumlah kasus positif pada pekan ini meningkat dibandingkan sebelumnya. 

Kenaikan kasus positif per 31 Januari sebesar 9,5 persen. “Meski meningkat, kenaikan  tidak sebesar minggu-minggu yang lalu,” ujar Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/2).

Wiku meminta angka kenaikan kasus positif dapat ditekan hingga di bawah 10 persen. Sehingga secara perlahan kasus semakin menurun.

Pada minggu ini, kenaikan kasus positif tertinggi terjadi di Jawa Barat. Kenaikannya sebesar 12.171 kasus. Kemudian disusul oleh Kalimantan Timur, naik 646 kasus, Bali naik 220 kasus, Sulawesi Selatan naik 200 kasus, dan Kalimantan Selatan naik 186 kasus.

Menurut Wiku, ada beberapa faktor penyebab tingginya angka kasus positif. Salah satunya, keterlambatan pencatatan data kasus dari daerah.

“Namun kondisi ini tidak serta merta meniadakan fakta bahwa tingkat penularan masih tinggi di Indonesia,” jelasnya.

Wiku menegaskan, ancaman Covid-19 saat ini masih sangat besar bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Karena itu, Ia meminta Pemerintah baik pusat dan daerah agar terus meningkatkan pelayanan Covid-19, seperti menambah jumlah tempat tidur, menyediakan alat-alat penunjang pemeriksaan laboratorium, serta meningkatkan pemeriksaan Covid-19.

“Masyarakat diharapkan patuhi protokol kesehatan (prokes) sebagai kebiasaan baru yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Wiku.

Selanjutnya, kasus kematian juga mengalami kenaikan 25,3% dari Minggu sebelum sebesar 3%.  Wiku mengatakan, kasus kematian tertinggi Minggu ini terjadi di Jawa Barat. Jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya. 

Ia mencatat, Minggu ini, Jawa Barat naik 245. Lalu, disusul Jawa Tengah naik 142, Sulawesi Utara naik 38, DKI Jakarta naik 29  dan Kalimantan Utara, naik 24.  

Wiku menekankan,  angka kematian harus menjadi prioritas utama dalam penanganan Covid-19. Karena angka kesembuhan dapat ditingkatkan dengan mudah. 

Karena berdasarkan data sebesar 77,5% kasus positif dan 78,6% kesembuhan berasal dari usia 19 – 59 tahun. Sedangkan angka kematian didominasi usia lebih dari 59 tahun sebesar 47,1%. 

Lalu, pada kesembuhan mingguan naik signifikan yaitu naik 22,6% dibanding minggu sebelumnya. “Ini adalah kabar baik, dengan ini kesembuhan di Indonesia telah mengalami kenaikan selama 8 Minggu berturut-turut,” jelasnya. 

Ia menyebutkan, ada 5 provinsi yang tingkat kesembuhannya tertinggi yaitu Jawa Barat naik 3.618, Banten naik 2.991, Jawa Tengah naik 2.159, Kalimantan Utara naik 1.942 dan DI Yogyakarta naik 885. 

Persentase tertinggi terjadi di Riau 93,44%, Bengkulu 92,33%, Gorontalo 91,97%, DKI Jakarta 89,65% dan Papua Barat 89,59%).”Kondisi ini masih menjadi PR kita bersama agar lebih mematuhi prokes untuk mencegah penyebaran virus Covid-19” tandasnya. [FIK]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories