Sarankan Moeldoko Bikin Partai Baru, AHY: Jangan Mau Enaknya Aja… .

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyarankan Moeldoko untuk membuat partai baru. Secara konstitusional, hal itu dinilai AHY lebih elegan dan bermartabat ketimbang merebut partai dengan cara-cara tidak benar.

AHY menyebut nama sejumlah jenderal yang menempuh jalur politik dengan mendirikan partai baru. Di antaranya R Hartono, yang mendirikan PKPB, Edy Sudrajat mendirikan PKPI, Wiranto membangun Hanura, dan Prabowo Subianto, yang mendirikan Gerindra. Dan, tentu saja, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendirikan dan membangun Partai Demokrat.

“Beliau-beliau itu jangan dianggap enteng, merawat partai itu dengan berkeringat. Berdarah-darah dari nol untuk menjadikan partai jadi besar dan dipercaya rakyat,” tegas AHY, di Semarang, Minggu (4/4).

Karena itu, dia menyebut Moeldoko mau enaknya saja dengan merebut kepemimpinan sah partai berlambang bintang mercy itu lewat Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang.

“Yang dilakukan oleh kubu Moeldoko dengan mengadakan KLB ilegal itu kan mau enaknya aja, sehingga tidak bisa diterima akal sehat,” selorohnya.

AHY pun meminta Moeldoko cs untuk tidak lagi mengusik Partai Demokrat. Pasca-keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada 31 Maret, sudah memastikan Partai Demokrat yang dipimpin AHY, sebagai partai yang sah.

“Jadi jangan lagi usik Partai Demokrat. Karena kami siap melawan, DPC dan DPD Jawa Tengah tentu siap bersatu melawan para pengganggu Partai Demokrat,” tegas mantan calon gubernur DKI Jakarta tahun 2017 ini. [OKT]

]]> .
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyarankan Moeldoko untuk membuat partai baru. Secara konstitusional, hal itu dinilai AHY lebih elegan dan bermartabat ketimbang merebut partai dengan cara-cara tidak benar.

AHY menyebut nama sejumlah jenderal yang menempuh jalur politik dengan mendirikan partai baru. Di antaranya R Hartono, yang mendirikan PKPB, Edy Sudrajat mendirikan PKPI, Wiranto membangun Hanura, dan Prabowo Subianto, yang mendirikan Gerindra. Dan, tentu saja, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendirikan dan membangun Partai Demokrat.

“Beliau-beliau itu jangan dianggap enteng, merawat partai itu dengan berkeringat. Berdarah-darah dari nol untuk menjadikan partai jadi besar dan dipercaya rakyat,” tegas AHY, di Semarang, Minggu (4/4).

Karena itu, dia menyebut Moeldoko mau enaknya saja dengan merebut kepemimpinan sah partai berlambang bintang mercy itu lewat Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang.

“Yang dilakukan oleh kubu Moeldoko dengan mengadakan KLB ilegal itu kan mau enaknya aja, sehingga tidak bisa diterima akal sehat,” selorohnya.

AHY pun meminta Moeldoko cs untuk tidak lagi mengusik Partai Demokrat. Pasca-keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada 31 Maret, sudah memastikan Partai Demokrat yang dipimpin AHY, sebagai partai yang sah.

“Jadi jangan lagi usik Partai Demokrat. Karena kami siap melawan, DPC dan DPD Jawa Tengah tentu siap bersatu melawan para pengganggu Partai Demokrat,” tegas mantan calon gubernur DKI Jakarta tahun 2017 ini. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories