Sapa Warga Papua Risma: Membangun Kualitas SDM, Penting!

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan masyarakat Papua. Kemarin, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan lawatan ke Papua. Kali ini, untuk menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana, juga memperkuat pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Mengawali lawatannya ke Bumi Cendrawasih itu, Mensos menemui pengungsi korban banjir bandang Sentani 2019 di Posko Pengungsi Palomo, Sentani. Di hadapan anak-anak yang menunggunya di tenda, dia berbincang dan menghibur dengan membacakan cerita. Usai bercerita, Risma melontarkan beberapa pertanyaan dan dijawab dengan tangkas oleh anak-anak. 

Dalam kesempatan tersebut, mantan Wali Kota Surabaya ini bersama rombongan meninjau lahan yang rencananya akan didirikan hunian untuk pengungsi, tak jauh dari Posko Palomo. Sebanyak 76 rumah akan dibangun untuk warga Jemaat Gereja Eklesia, Milinik Cyckloop yang menjadi pengungsi Posko Palomo. Dia berharap, dengan dibangunnya rumah tersebut, pengungsi mendapatkan hunian yang lebih layak. 

Didampingi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Papua Pendeta Lipiyus Biniluk, Risma dan rombongan bergerak ke dua pusat pengembangan SDM, yakni di Kompleks Indonesia Cross Cultural Institute (ICCI) dan kemudian ke kantor Maga Edukasi Papua. Di dua lokasi itu, dia menekankan pentingnya pengembangan SDM Papua. 

Dengan SDM unggul, Risma yakin, putra-putri Papua akan bangkit dan mengejar ketertinggalan. “Penting bagi anak-anak Papua untuk mendapatkan akses pendidikan dan pengembangan vokasional,” tegas Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan ini. 

Dengan SDM yang terdidik, lanjutnya, Papua akan bisa mandiri. Seperti kebutuhan akan minyak, bisa dicukupi oleh anak-anak Papua, tanpa harus bergantung dari luar. “Caranya dengan mengembangkan minyak dari kelapa yang banyak tumbuh di sini,” kata dia, saat berkunjung ke Kantor Maga Edukasi Papua, kemarin. 

Di hadapan tokoh dan masyarakat Papua, Risma memotivasi anak-anak dan pemuda untuk optimistis. Kondisi yang mereka hadapi tidak boleh menjadi halangan untuk maju dan hidup sejahtera. “Tuhan tidak membeda-bedakan manusia yang satu dengan yang lain. Selama ia memiliki kemauan, ia bisa maju,” tegas Risma lagi. 

Ia mencontohkan dirinya pada saat awal menjadi Wali Kota Surabaya, yang dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Dengan kerja keras dan kemitraan dengan semua pihak, warga Surabaya bisa lebih sejahtera. “Anak-anak bisa mendapatkan pendidikan dan kesehatan gratis. Surabaya bisa memberikan beasiswa untuk 3.000 mahasiswa. Bisa membangun 300 km jalan,” kata mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya ini. 

Risma menyatakan, tidak ada yang tidak mungkin bila memang seseorang mau berusaha. Ia mengaku, tangannya sampai patah karena harus masuk got untuk melakukan perbaikan saluran air agar Kota Surabaya tidak banjir. [KAL]

]]> Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan masyarakat Papua. Kemarin, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan lawatan ke Papua. Kali ini, untuk menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana, juga memperkuat pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Mengawali lawatannya ke Bumi Cendrawasih itu, Mensos menemui pengungsi korban banjir bandang Sentani 2019 di Posko Pengungsi Palomo, Sentani. Di hadapan anak-anak yang menunggunya di tenda, dia berbincang dan menghibur dengan membacakan cerita. Usai bercerita, Risma melontarkan beberapa pertanyaan dan dijawab dengan tangkas oleh anak-anak. 

Dalam kesempatan tersebut, mantan Wali Kota Surabaya ini bersama rombongan meninjau lahan yang rencananya akan didirikan hunian untuk pengungsi, tak jauh dari Posko Palomo. Sebanyak 76 rumah akan dibangun untuk warga Jemaat Gereja Eklesia, Milinik Cyckloop yang menjadi pengungsi Posko Palomo. Dia berharap, dengan dibangunnya rumah tersebut, pengungsi mendapatkan hunian yang lebih layak. 

Didampingi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Papua Pendeta Lipiyus Biniluk, Risma dan rombongan bergerak ke dua pusat pengembangan SDM, yakni di Kompleks Indonesia Cross Cultural Institute (ICCI) dan kemudian ke kantor Maga Edukasi Papua. Di dua lokasi itu, dia menekankan pentingnya pengembangan SDM Papua. 

Dengan SDM unggul, Risma yakin, putra-putri Papua akan bangkit dan mengejar ketertinggalan. “Penting bagi anak-anak Papua untuk mendapatkan akses pendidikan dan pengembangan vokasional,” tegas Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan ini. 

Dengan SDM yang terdidik, lanjutnya, Papua akan bisa mandiri. Seperti kebutuhan akan minyak, bisa dicukupi oleh anak-anak Papua, tanpa harus bergantung dari luar. “Caranya dengan mengembangkan minyak dari kelapa yang banyak tumbuh di sini,” kata dia, saat berkunjung ke Kantor Maga Edukasi Papua, kemarin. 

Di hadapan tokoh dan masyarakat Papua, Risma memotivasi anak-anak dan pemuda untuk optimistis. Kondisi yang mereka hadapi tidak boleh menjadi halangan untuk maju dan hidup sejahtera. “Tuhan tidak membeda-bedakan manusia yang satu dengan yang lain. Selama ia memiliki kemauan, ia bisa maju,” tegas Risma lagi. 

Ia mencontohkan dirinya pada saat awal menjadi Wali Kota Surabaya, yang dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Dengan kerja keras dan kemitraan dengan semua pihak, warga Surabaya bisa lebih sejahtera. “Anak-anak bisa mendapatkan pendidikan dan kesehatan gratis. Surabaya bisa memberikan beasiswa untuk 3.000 mahasiswa. Bisa membangun 300 km jalan,” kata mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya ini. 

Risma menyatakan, tidak ada yang tidak mungkin bila memang seseorang mau berusaha. Ia mengaku, tangannya sampai patah karena harus masuk got untuk melakukan perbaikan saluran air agar Kota Surabaya tidak banjir. [KAL]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories