Santri Pasundan Respons Positif Rencana Jendral Dudung

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman berencana merekrut prajurit tamtama hingga perwira dari kalangan santri. Alasannya, kalangan santri sudah mempunyai bekal pendidikan akhlak.

“Saya akan merekrut prajurit, baik tamtama maupun perwira ini, khusus para santri. Kenapa saya merekrut ini? Karena saya yakin kalau dari pesantren, yang sudah dididik agama, sudah pasti terjaga masalah akhlak,” kata Dudung, di Jakarta, Kamis (2/12).

Pernyataan Dudung ini direspons Ketua Umum Santri Pasundan Aceng Ahmad Nasir. “Pak Dudung tidak melupakan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa. Panglima TNI pertama Jenderal Sudirman adalah seorang santri. Bung Tomo yang menggelorakan ‘merdeka atau mati’ juga seorang santri,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (2/12).

Menurut mantan aktivis 98 ini, rasa ingin menjadi anggota TNI di setiap generasi muda sangat tinggi. Termasuk dirinya. Aceng pernah menjadi anggota Resimen Mahasiswa demi meraih cita-cita menjadi tentara. Namun, dirinya tidak memiliki kesempatan untuk menjadi tentara.

Tapi kini, kesempatan untuk generasi muda dari kalangan santri terbuka lebar dengan kebijakan yang akan diambil Dudung. “Ini tentu angin segar untuk kaum santri yang diharapkan kemudian bisa berkiprah dalam mengemban tugasnya sebagai dai sekaligus pengawal NKRI,” imbuhnya.

Menurut Aceng, persoalan bangsa ini cukup pelik. Terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan, yang berkaitan dengan terorisme dan separatisme. Jika santri dibekali pemahaman yang plural, moderat, dan direkrut menjadi tentara, dia yakin masalah itu bisa diselesaikan.

Aceng mengaku akan segera menginstruksikan seluruh jajaran Pengurus Santri Pasundan yang tersebar di Jawa Barat, Banten, dan DKI untuk bersinergi dengan TNI dalam upaya rekrutmen tersebut. [USU]

]]> Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman berencana merekrut prajurit tamtama hingga perwira dari kalangan santri. Alasannya, kalangan santri sudah mempunyai bekal pendidikan akhlak.

“Saya akan merekrut prajurit, baik tamtama maupun perwira ini, khusus para santri. Kenapa saya merekrut ini? Karena saya yakin kalau dari pesantren, yang sudah dididik agama, sudah pasti terjaga masalah akhlak,” kata Dudung, di Jakarta, Kamis (2/12).

Pernyataan Dudung ini direspons Ketua Umum Santri Pasundan Aceng Ahmad Nasir. “Pak Dudung tidak melupakan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa. Panglima TNI pertama Jenderal Sudirman adalah seorang santri. Bung Tomo yang menggelorakan ‘merdeka atau mati’ juga seorang santri,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (2/12).

Menurut mantan aktivis 98 ini, rasa ingin menjadi anggota TNI di setiap generasi muda sangat tinggi. Termasuk dirinya. Aceng pernah menjadi anggota Resimen Mahasiswa demi meraih cita-cita menjadi tentara. Namun, dirinya tidak memiliki kesempatan untuk menjadi tentara.

Tapi kini, kesempatan untuk generasi muda dari kalangan santri terbuka lebar dengan kebijakan yang akan diambil Dudung. “Ini tentu angin segar untuk kaum santri yang diharapkan kemudian bisa berkiprah dalam mengemban tugasnya sebagai dai sekaligus pengawal NKRI,” imbuhnya.

Menurut Aceng, persoalan bangsa ini cukup pelik. Terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan, yang berkaitan dengan terorisme dan separatisme. Jika santri dibekali pemahaman yang plural, moderat, dan direkrut menjadi tentara, dia yakin masalah itu bisa diselesaikan.

Aceng mengaku akan segera menginstruksikan seluruh jajaran Pengurus Santri Pasundan yang tersebar di Jawa Barat, Banten, dan DKI untuk bersinergi dengan TNI dalam upaya rekrutmen tersebut. [USU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories