Sandi Berikan Bantuan Pembiayaan untuk Usaha Homestay

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan bantuan pembiayaan usaha homestay di desa-desa wisata di penjuru Tanah Air. Hal ini dilakukan Kemenparekraf dengan menggandeng sejumlah pihak demi mempercepat pemulihan ekonomi nasional. 

Bantuan pembiayaan diberikan dalam bentuk penambahan modal kerja. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas agar wisatawan mendapatkan kenyamanan. 
“Saya berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah berdiskusi merumuskan strategi, untuk mendorong potensi pariwisata dengan pembiayaan homestay,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam keterangan resminya, Rabu (24/3).

Landasan program ini dilaksanakan lantaran menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara hingga 73,6 persen di periode Januari-November 2020. Untungnya di periode yang sama, wisatawan nusantara hanya turun 30 persen. 

“Ini peluang untuk homestay. Banyak potensi yang dimiliki desa wisata Indonesia. Saya melihat daya tarik pariwisata sekarang adanya di desa wisata, karena lebih alami dan berbudaya,” kata pria yang akrab disapa Mas Menteri itu. 

Diketahui, Kemenparekraf sedang melakukan pendampingan terhadap 244 desa wisata mandiri dalam bentuk pengembangan sumber Daya Manusia, fintech, pengelola desa wisata, pengembangan produk atau travel pattern, dan promosi digital. Nantinya, desa wisata tersebut dilabeli sertifikasi desa wisata berkelanjutan. [UMM]

]]> Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan bantuan pembiayaan usaha homestay di desa-desa wisata di penjuru Tanah Air. Hal ini dilakukan Kemenparekraf dengan menggandeng sejumlah pihak demi mempercepat pemulihan ekonomi nasional. 

Bantuan pembiayaan diberikan dalam bentuk penambahan modal kerja. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas agar wisatawan mendapatkan kenyamanan. 
“Saya berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah berdiskusi merumuskan strategi, untuk mendorong potensi pariwisata dengan pembiayaan homestay,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam keterangan resminya, Rabu (24/3).

Landasan program ini dilaksanakan lantaran menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara hingga 73,6 persen di periode Januari-November 2020. Untungnya di periode yang sama, wisatawan nusantara hanya turun 30 persen. 

“Ini peluang untuk homestay. Banyak potensi yang dimiliki desa wisata Indonesia. Saya melihat daya tarik pariwisata sekarang adanya di desa wisata, karena lebih alami dan berbudaya,” kata pria yang akrab disapa Mas Menteri itu. 

Diketahui, Kemenparekraf sedang melakukan pendampingan terhadap 244 desa wisata mandiri dalam bentuk pengembangan sumber Daya Manusia, fintech, pengelola desa wisata, pengembangan produk atau travel pattern, dan promosi digital. Nantinya, desa wisata tersebut dilabeli sertifikasi desa wisata berkelanjutan. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories