Sambut Mayday, Buruh Apresiasi Pemulihan Ekonomi Nasional

Para pekerja dan kaum buruh mengapresiasi berbagai upaya pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah di bawah koordinasi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, seiring upaya memerangi pandemi Covid 19.

Artinya, langkah pemulihan ekonomi tidak terbengkalai begitu saja di tengah upaya keras bangsa ini memerangi pandemi.

“Kita akui bersama bagaimana sulitnya kita di awal-awal Covid ini. Antara upaya di bidang kesehatan dan ekonomi seakan sulit sekali disatukan,” ujar Wasekjen DPP KSPSI Pimpinan Yoris Raweyai, Arnod Sihite, jelang peringatan Hari Buruh Internasional, di Jakarta, Jumat (30/4).

Tapi akhirnya, pemerintah bisa membuktikan bahwa kerja keras di sektor kesehatan untuk memerangi Covid tidak menelantarkan ekonomi nasional. “Malah bisa seiring sejalan. Covid kita perangi tapi ekonomi juga kita kuatkan. Dan tentu kita harus apresiasi semua ini,” imbuhnya.

Dijelaskan Arnod yang juga anggota LKS Tripartit Nasional yang mewakili unsur buruh, kerja keras Airlangga yang juga komandan penanganan Covid-19 mampu memberikan harapan, termasuk bagi pekerja buruh.

“Banyak terobosan selama ini dalam upaya pemulihan ekonomi nasional itu jelas berdampak bagi dunia usaha yang perlahan mulai tumbuh lagi dan tentu saja berdampak bagi pekerja buruh juga,” puji Arnod.

Arnod yang juga ketua tenaga kerja dan SDM Dewan pimpinan Nasional Masyarakat Pertambangan Indonesia itu meyakini, berbagai stimulus program yang dihadirkan pemerintah melalui Airlangga seperti upaya penyelamatan sektor UMKM, relaksasi pajak, kartu prakerja, Undang-Undang Omnibus Law, strategi pencegahan korupsi, dan program lainnya sudah mulai kelihatan hasilnya.

“Harus kita akui bahwa ini sudah mulai kelihatan. Jika sudah mulai ada pertumbuhan kembali artinya ke depan kita bisa rebound kembali bahkan bisa lebih baik lagi ekonomi kita,” tutur ketua ketenagakerjaan dan pengembangan sektor informal PPK KOSGORO 1957 ini.

Bukan hanya itu, agenda digitalisasi UMKM juga menjadi terobosan positif dalam rangka pertumbuhan ekonomi nasional yang harus diapresiasi.

“Artinya masih senapas dengan era industri 4.0 UMKM kita juga didorong ke arah sana. Ekonomi digital yang tumbuh positif belakangan ini tentu saja menjadi perhatian serius pemerintah agar terus berkembang,” lanjutnya.

Pada peringatan hari buruh, Arnod berharap pemerintah tetap menggandeng buruh sebagai mitra strategis dalam pembangunan atau upaya lain dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dan perang melawan Pandemi Covid-19.

“Kami tentu saja sangat siap bermitra dengan pemerintah. Komitmen buruh sama agar situasi ekonomi nasional cepat pulih dan kita bisa bangkit kembali yang ujungnya kesejahteraan pekerja buruh juga makin meningkat,” bebernya.

Dia juga meminta agar Kementerian Tenaga Kerja segera melanjutkan agenda strategis untuk buruh. Misalnya BLT-BPJS ketenagakerjaan dapat dilanjutkan untuk membantu pemulihan ekonomi. Bukan hanya itu, program jaminan kehilangan pekerjaan juga sedapat mungkin segera dieksekusi.

“Termasuk tentunya balai latihan kerja agar bisa dikembangkan supaya pekerja bisa lebih produktif dan punya daya saing khususnya untuk menunjang UMKM dan adanya bantuan modal usaha kepada pekerja,” tandas Arnod. [DIR]

]]> Para pekerja dan kaum buruh mengapresiasi berbagai upaya pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah di bawah koordinasi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, seiring upaya memerangi pandemi Covid 19.

Artinya, langkah pemulihan ekonomi tidak terbengkalai begitu saja di tengah upaya keras bangsa ini memerangi pandemi.

“Kita akui bersama bagaimana sulitnya kita di awal-awal Covid ini. Antara upaya di bidang kesehatan dan ekonomi seakan sulit sekali disatukan,” ujar Wasekjen DPP KSPSI Pimpinan Yoris Raweyai, Arnod Sihite, jelang peringatan Hari Buruh Internasional, di Jakarta, Jumat (30/4).

Tapi akhirnya, pemerintah bisa membuktikan bahwa kerja keras di sektor kesehatan untuk memerangi Covid tidak menelantarkan ekonomi nasional. “Malah bisa seiring sejalan. Covid kita perangi tapi ekonomi juga kita kuatkan. Dan tentu kita harus apresiasi semua ini,” imbuhnya.

Dijelaskan Arnod yang juga anggota LKS Tripartit Nasional yang mewakili unsur buruh, kerja keras Airlangga yang juga komandan penanganan Covid-19 mampu memberikan harapan, termasuk bagi pekerja buruh.

“Banyak terobosan selama ini dalam upaya pemulihan ekonomi nasional itu jelas berdampak bagi dunia usaha yang perlahan mulai tumbuh lagi dan tentu saja berdampak bagi pekerja buruh juga,” puji Arnod.

Arnod yang juga ketua tenaga kerja dan SDM Dewan pimpinan Nasional Masyarakat Pertambangan Indonesia itu meyakini, berbagai stimulus program yang dihadirkan pemerintah melalui Airlangga seperti upaya penyelamatan sektor UMKM, relaksasi pajak, kartu prakerja, Undang-Undang Omnibus Law, strategi pencegahan korupsi, dan program lainnya sudah mulai kelihatan hasilnya.

“Harus kita akui bahwa ini sudah mulai kelihatan. Jika sudah mulai ada pertumbuhan kembali artinya ke depan kita bisa rebound kembali bahkan bisa lebih baik lagi ekonomi kita,” tutur ketua ketenagakerjaan dan pengembangan sektor informal PPK KOSGORO 1957 ini.

Bukan hanya itu, agenda digitalisasi UMKM juga menjadi terobosan positif dalam rangka pertumbuhan ekonomi nasional yang harus diapresiasi.

“Artinya masih senapas dengan era industri 4.0 UMKM kita juga didorong ke arah sana. Ekonomi digital yang tumbuh positif belakangan ini tentu saja menjadi perhatian serius pemerintah agar terus berkembang,” lanjutnya.

Pada peringatan hari buruh, Arnod berharap pemerintah tetap menggandeng buruh sebagai mitra strategis dalam pembangunan atau upaya lain dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dan perang melawan Pandemi Covid-19.

“Kami tentu saja sangat siap bermitra dengan pemerintah. Komitmen buruh sama agar situasi ekonomi nasional cepat pulih dan kita bisa bangkit kembali yang ujungnya kesejahteraan pekerja buruh juga makin meningkat,” bebernya.

Dia juga meminta agar Kementerian Tenaga Kerja segera melanjutkan agenda strategis untuk buruh. Misalnya BLT-BPJS ketenagakerjaan dapat dilanjutkan untuk membantu pemulihan ekonomi. Bukan hanya itu, program jaminan kehilangan pekerjaan juga sedapat mungkin segera dieksekusi.

“Termasuk tentunya balai latihan kerja agar bisa dikembangkan supaya pekerja bisa lebih produktif dan punya daya saing khususnya untuk menunjang UMKM dan adanya bantuan modal usaha kepada pekerja,” tandas Arnod. [DIR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories