Salurkan Beasiswa, BAZNAS Mau Gandeng 500 Kampus

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menargetkan kerja sama dengan 500 perguruan tinggi, baik dalam dan luar negeri dalam program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) yang digulirkan setiap tahun bagi mahasiswa.

Menurut Ketua BAZNAS, Prof Dr KH Noor Achmad, MA, program BCB ini diharapkan bisa mencetak lulusan yang memiliki ciri khas tata sosial Islami, yaitu intelektual, dermawan, santun dan mengedepankan persaudaraan.

Pembukaan program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2021 juga dihadiri Pimpinan BAZNAS, Saidah Sakwan, MA; Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbud; Prof drh Aris Junaidi, PhD; Direktur Operasi sekaligus Plt Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Wahyu TT Kuncahyo; serta Kepala Lembaga Beasiswa BAZNAS (LBB), Sri Nurhidayah.

Noor menjelaskan, pendidikan merupakan unsur penting dan mutlak dalam kehidupan. Karena menurutnya, perintah pertama dalam agama adalah pendidikan yaitu dengan iqra (perintah membaca).

Indonesia ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang punya kemampuan mengantisipasi perkembangan zaman, dengan kemampuan intelektual dan mental yang kuat, sesuai tema kemerdekaan tahun ini adalah Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh.

 

“Penerima beasiswa dan para lulusannya harus menjadi kader tangguh dan mewarnai pertumbuhan Indonesia di segala sektor. Untuk itu, program studinya harus beragam dan prospektif sesuai dengan kebutuhan pembangunan ke depan,” tuturnya, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan program Beasiswa Cendekia BAZNAS Perguruan Tinggi Dalam Negeri (BCB PTN) 2021.

Acara ini digelar secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, di Jakarta, Senin (16/8/2021).

Menurutnya, program Beasiswa BAZNAS ke depan harus memerhatikan, mempertimbangkan dan mengkaji program studi yang diminati para calon penerima beasiswa. Penyebarannya pun harus merata, sesuai tuntutan perkembangan pembangunan.

Jangan sampai, beber Noor, hanya beberapa program studi yang pada. Akhirnya, nanti ngumpul program studi tertentu yang diperoleh BAZNAS dari program beasiswa ini.

 

Penyebaran wilayahnya pun, dia ingatkan, juga harus diperhatikan. Karena Indonesia ke depan membutuhkan pemerataan SDM yang punya kemampuan mengantisipasi perkembangan.

Noor menjelaskan, ke depan BAZNAS juga harus memiliki mitra kampus yang lebih banyak lagi. Karena di Indonesia, menurutnya tercatat ada sekitar 4.500 lebih kampus dan 25 ribu lebih program studi.

Untuk itu menurutnya, ke depan harus tata kembali, terutama jumlah perguruan tinggi yang sangat banyak. Noor menilai, 101 mitra kampus masih sangat kurang. “Kita targetkan punya mitra kampus lebih dari 500 kampus, baik di dalam maupun luar negeri, sehingga kita bisa meng-cover banyak lembaga dan penerima beasiswa,” kata doktor alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kalijaga, Yogyakarta ini.

Lebih lanjut Noor berharap, di masa depan setiap penerima beasiswa BAZNAS juga harus memiliki kekuatan dan motivasi tinggi untuk menjadi muzaki. Karena menurutnya, ketangguhan SDM, di antaranya adalah adanya motivasi yang tinggi. Tidak semata kemampuan fisik, otak, tapi juga ada satu motivasi.

“Motivasinya sekarang adalah sebagai penerima beasiswa. Ke depan, harus bisa memberikan beasiswa. Harus punya usaha, cita-cita yang kuat, menjadi muzaki untuk membantu BAZNAS yang akan datang. Karena yang kita lakukan justru untuk orang lain,” pungkasnya. [RSM]

]]> Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menargetkan kerja sama dengan 500 perguruan tinggi, baik dalam dan luar negeri dalam program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) yang digulirkan setiap tahun bagi mahasiswa.

Menurut Ketua BAZNAS, Prof Dr KH Noor Achmad, MA, program BCB ini diharapkan bisa mencetak lulusan yang memiliki ciri khas tata sosial Islami, yaitu intelektual, dermawan, santun dan mengedepankan persaudaraan.

Pembukaan program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2021 juga dihadiri Pimpinan BAZNAS, Saidah Sakwan, MA; Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbud; Prof drh Aris Junaidi, PhD; Direktur Operasi sekaligus Plt Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Wahyu TT Kuncahyo; serta Kepala Lembaga Beasiswa BAZNAS (LBB), Sri Nurhidayah.

Noor menjelaskan, pendidikan merupakan unsur penting dan mutlak dalam kehidupan. Karena menurutnya, perintah pertama dalam agama adalah pendidikan yaitu dengan iqra (perintah membaca).

Indonesia ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang punya kemampuan mengantisipasi perkembangan zaman, dengan kemampuan intelektual dan mental yang kuat, sesuai tema kemerdekaan tahun ini adalah Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh.

 

“Penerima beasiswa dan para lulusannya harus menjadi kader tangguh dan mewarnai pertumbuhan Indonesia di segala sektor. Untuk itu, program studinya harus beragam dan prospektif sesuai dengan kebutuhan pembangunan ke depan,” tuturnya, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan program Beasiswa Cendekia BAZNAS Perguruan Tinggi Dalam Negeri (BCB PTN) 2021.

Acara ini digelar secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, di Jakarta, Senin (16/8/2021).

Menurutnya, program Beasiswa BAZNAS ke depan harus memerhatikan, mempertimbangkan dan mengkaji program studi yang diminati para calon penerima beasiswa. Penyebarannya pun harus merata, sesuai tuntutan perkembangan pembangunan.

Jangan sampai, beber Noor, hanya beberapa program studi yang pada. Akhirnya, nanti ngumpul program studi tertentu yang diperoleh BAZNAS dari program beasiswa ini.

 

Penyebaran wilayahnya pun, dia ingatkan, juga harus diperhatikan. Karena Indonesia ke depan membutuhkan pemerataan SDM yang punya kemampuan mengantisipasi perkembangan.

Noor menjelaskan, ke depan BAZNAS juga harus memiliki mitra kampus yang lebih banyak lagi. Karena di Indonesia, menurutnya tercatat ada sekitar 4.500 lebih kampus dan 25 ribu lebih program studi.

Untuk itu menurutnya, ke depan harus tata kembali, terutama jumlah perguruan tinggi yang sangat banyak. Noor menilai, 101 mitra kampus masih sangat kurang. “Kita targetkan punya mitra kampus lebih dari 500 kampus, baik di dalam maupun luar negeri, sehingga kita bisa meng-cover banyak lembaga dan penerima beasiswa,” kata doktor alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kalijaga, Yogyakarta ini.

Lebih lanjut Noor berharap, di masa depan setiap penerima beasiswa BAZNAS juga harus memiliki kekuatan dan motivasi tinggi untuk menjadi muzaki. Karena menurutnya, ketangguhan SDM, di antaranya adalah adanya motivasi yang tinggi. Tidak semata kemampuan fisik, otak, tapi juga ada satu motivasi.

“Motivasinya sekarang adalah sebagai penerima beasiswa. Ke depan, harus bisa memberikan beasiswa. Harus punya usaha, cita-cita yang kuat, menjadi muzaki untuk membantu BAZNAS yang akan datang. Karena yang kita lakukan justru untuk orang lain,” pungkasnya. [RSM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories