Salurkan Bantuan Subsidi Upah, Bank Mandiri Optimalkan Jaringan Di Wilayah .

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendukung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU), kepada para pekerja/buruh agar sesuai jadwal dan tepat sasaran. 

Untuk mencapai target tersebut, Bank Mandiri akan mengoptimalkan seluruh jaringan perseroan di wilayah yang terdekat dengan lokasi kerja penerima, sesuai dengan penugasan yang diberikan.

Hal tersebut dikatakan Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas saat mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyerahkan BSU secara simbolis kepada 25 pekerja di PT Industri Ceres, Bandung, Jumat (10/9).

Rohan mengatakan, tahun ini Bank Mandiri akan menyalurkan BSU kepada sekitar 2,5 juta pekerja/buruh di seluruh Indonesia. “Termasuk sekitar 29 ribu pekerja di Provinsi Aceh yang akan menerima BSU melalui perusahaan anak, yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI),” jelas Rohan.

Adapun nilai BSU yang diberikan untuk setiap pekerja sebesar Rp 1 juta per pekerja untuk periode dua bulan, yaitu Agustus dan September. Berdasarkan data yang diterima dari Kementerian Ketenagakerjaan, Bank Mandiri melakukan pencetakan buku tabungan dan melakukan mapping, atas lokasi perusahaan para penerima BSU untuk menentukan cabang penyaluran terdekat. 

“Sosialisasi internal mengenai proses penyaluran ini telah kami lakukan, termasuk penyiapan counter khusus agar pencairan dana BSU sesuai jadwal,” kata Rohan.

Menurutnya, hingga 9 September 2021, Bank Mandiri telah merealisasikan penyaluran BSU kepada 1.29 juta pekerja/buruh senilai Rp 1,29 triliun, baik bagi pekerja yang telah memiliki rekening maupun yang dibukakan rekening baru di Bank Mandiri. Khusus di wilayah Jawa Barat, Bank Mandiri menyalurkan BSU kepada 209 ribu pekerja/buruh.

Saat ini Bank Mandiri juga tengah memproses pembukaan rekening bagi 334 ribu pekerja lainnya. “Atas rekening baru tersebut, Kemenaker akan memverifikasi ulang dan selanjutnya memberikan instruksi penyaluran BSU kepada rekening yang lolos verifikasi,” imbuhnya.

Rohan menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti setiap data tambahan penerima BSU dari Kemenaker, agar penyaluran BSU dapat selesai sesuai target yang ditetapkan. “Untuk itu, kami akan terus berkoordinasi secara intens dengan Kemenaker, untuk memastikan bahwa penerima memang tidak memiliki rekening di bank Himbara lainnya dan tidak menerima bantuan program lainnya,” ungkapnya. 

Program Bantuan Subsidi Upah merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Kementerian Ketenagakerjaan yang diberikan kepada pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan upah/gaji maksimal Rpc3,5 juta per bulan. 

Dalam pelaksanaannya, program BSU melibatkan beberapa institusi terkait, seperti BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) sebagai penyedia data penerima bantuan dan Bank Mandiri, serta anggota Himbara lainnya sebagai bank penyalur.

Sampai dengan akhir tahun 2021, pemerintah menargetkan total penerima bantuan program BSU sebanyak 8,7 juta pekerja/buruh atau senilai Rp 8,7 triliun. “Keterlibatan Bank Mandiri dalam program BSU ini merupakan komitmen perseroan sebagai Agent of Development dalam mengawal program pemerintah untuk mengurangi dampak pandemi kepada masyarakat,” tutup Rohan.

Menaker Ida Fauziyah mengatakan, penyaluran BSU juga melibatkan Bank Mandiri dan anggota Himbara lainnya, untuk memastikan program berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. 

Program bantuan ini dilakukan sebagai bentuk upaya Pemerintah untuk mengurangi dampak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di masa pandemi. “Kami menunjuk Himbara, agar penyaluran BSU bisa lebih cepat, efisien serta tidak ada biaya administrasi,” imbuh Ida. [DWI]

]]> .
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendukung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU), kepada para pekerja/buruh agar sesuai jadwal dan tepat sasaran. 

Untuk mencapai target tersebut, Bank Mandiri akan mengoptimalkan seluruh jaringan perseroan di wilayah yang terdekat dengan lokasi kerja penerima, sesuai dengan penugasan yang diberikan.

Hal tersebut dikatakan Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas saat mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyerahkan BSU secara simbolis kepada 25 pekerja di PT Industri Ceres, Bandung, Jumat (10/9).

Rohan mengatakan, tahun ini Bank Mandiri akan menyalurkan BSU kepada sekitar 2,5 juta pekerja/buruh di seluruh Indonesia. “Termasuk sekitar 29 ribu pekerja di Provinsi Aceh yang akan menerima BSU melalui perusahaan anak, yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI),” jelas Rohan.

Adapun nilai BSU yang diberikan untuk setiap pekerja sebesar Rp 1 juta per pekerja untuk periode dua bulan, yaitu Agustus dan September. Berdasarkan data yang diterima dari Kementerian Ketenagakerjaan, Bank Mandiri melakukan pencetakan buku tabungan dan melakukan mapping, atas lokasi perusahaan para penerima BSU untuk menentukan cabang penyaluran terdekat. 

“Sosialisasi internal mengenai proses penyaluran ini telah kami lakukan, termasuk penyiapan counter khusus agar pencairan dana BSU sesuai jadwal,” kata Rohan.

Menurutnya, hingga 9 September 2021, Bank Mandiri telah merealisasikan penyaluran BSU kepada 1.29 juta pekerja/buruh senilai Rp 1,29 triliun, baik bagi pekerja yang telah memiliki rekening maupun yang dibukakan rekening baru di Bank Mandiri. Khusus di wilayah Jawa Barat, Bank Mandiri menyalurkan BSU kepada 209 ribu pekerja/buruh.

Saat ini Bank Mandiri juga tengah memproses pembukaan rekening bagi 334 ribu pekerja lainnya. “Atas rekening baru tersebut, Kemenaker akan memverifikasi ulang dan selanjutnya memberikan instruksi penyaluran BSU kepada rekening yang lolos verifikasi,” imbuhnya.

Rohan menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti setiap data tambahan penerima BSU dari Kemenaker, agar penyaluran BSU dapat selesai sesuai target yang ditetapkan. “Untuk itu, kami akan terus berkoordinasi secara intens dengan Kemenaker, untuk memastikan bahwa penerima memang tidak memiliki rekening di bank Himbara lainnya dan tidak menerima bantuan program lainnya,” ungkapnya. 

Program Bantuan Subsidi Upah merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Kementerian Ketenagakerjaan yang diberikan kepada pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan upah/gaji maksimal Rpc3,5 juta per bulan. 

Dalam pelaksanaannya, program BSU melibatkan beberapa institusi terkait, seperti BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) sebagai penyedia data penerima bantuan dan Bank Mandiri, serta anggota Himbara lainnya sebagai bank penyalur.

Sampai dengan akhir tahun 2021, pemerintah menargetkan total penerima bantuan program BSU sebanyak 8,7 juta pekerja/buruh atau senilai Rp 8,7 triliun. “Keterlibatan Bank Mandiri dalam program BSU ini merupakan komitmen perseroan sebagai Agent of Development dalam mengawal program pemerintah untuk mengurangi dampak pandemi kepada masyarakat,” tutup Rohan.

Menaker Ida Fauziyah mengatakan, penyaluran BSU juga melibatkan Bank Mandiri dan anggota Himbara lainnya, untuk memastikan program berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. 

Program bantuan ini dilakukan sebagai bentuk upaya Pemerintah untuk mengurangi dampak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di masa pandemi. “Kami menunjuk Himbara, agar penyaluran BSU bisa lebih cepat, efisien serta tidak ada biaya administrasi,” imbuh Ida. [DWI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories