Saat Mbah Ribet, Nenek Sebatang Kara Curhat Kepada Hetty Andika Perkasa .

Kehidupan Mbah Ribet, nenek sebatang kara di Yogyakarta menarik perhatian⁣ Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Hetty Andika Perkasa. Kepada Hetty, Mbah Ribet curhat soal kondisinya.

Bersama jajaran Persit KCK PD IV/Diponegoro, Ketua Bhayangkari Daerah Yogyakarta, dan selebgram Inem Jogja, Hetty mengunjungi Mbah Ribet pada Kamis (25/3).

Mbah Ribet adalah nenek berusia 85 tahun yang sudah tidak bisa berjalan karena terjatuh dan hidup sebatang kara, di Desa Buyutan, Gunung Kidul, Yogyakarta.⁣ “Makannya apa sih Mbah Ribet?,” tanya Hetty. “Kulo? Maemi kol,” jawab Mbah Ribet. ⁣

Tak berselang lama, Hetty meminta izin untuk masuk dan melihat kondisi di sekitar rumah hingga toilet yang gunakan mbah Ribet sehari-hari.

“Mbah kalau ke toilet kemana? Coba sebelah mana? Disini WC-nya, kita liat WC-nya kaya apa, WC-nya nggak ada tutupnya ya nggak apa-apa karena memang untuk keamanannya ya karena tidak bisa berjalan,” terang Hetty.⁣

Mbah Ribet menceritakan bahwa sudah hampir 12 tahun berjalan dengan cara mengesot, Ketum Persit KCK tersebut juga membawakan dokter untuk mengecek kondisi kesehatan mbah Ribet.

Dalam analisa awal dr. Ridwan, kaki dari Mbah Ribet ini mengalami kontraktur, akibat jatuh yang mengakibatkan kakinya patah, setelah dioperasi tidak mendapatkan tahap fisioterapi.⁣

⁣Sekedar informasi mbah Ribet ini sudah sekian lama hidup sebatang kara dan tidak pernah ditengok oleh ke sepuluh anaknya. “Mbah jadi anak-anaknya nggak pernah nengok?,” tanya Ketum Persit KCK.

 “Inggih mboten ngriki, duko, neng kono mati opo urip dulo. Kulo mboten semerep. Lha nggih, lha nggih, lha sak jek mboten mantuk,” jawab mbah Ribet. 

“Sudah, sehat terus ya mbah, ndak boleh menangis kita harus selalu bahagia supaya sehat, panjang umur nggih mbah. Mbah yang penting sehat, makan yang bagus, kalau bisa gulanya dikurangin, karena gula tidak baik untuk kesehatan.”

Selain menengok Mbah Ribet, dalam kunjungannya, Ketua Umum Persit KCK juga memberikan bantuan berupa sembako tak cuma kepada mbah Ribet melainkan kepada seluruh penduduk di Desa Buyutan.⁣

“Rasa sedih, senang tercampur menjadi satu ketika bisa bertemu dan membantu mbah Ribet yang tidak bisa berjalan dan hidup sebatang kara. Diharapkan bantuan yang kami berikan bisa sedikit meringankan beban mereka,” tutup Hetty. [TAR]

]]> .
Kehidupan Mbah Ribet, nenek sebatang kara di Yogyakarta menarik perhatian⁣ Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Hetty Andika Perkasa. Kepada Hetty, Mbah Ribet curhat soal kondisinya.

Bersama jajaran Persit KCK PD IV/Diponegoro, Ketua Bhayangkari Daerah Yogyakarta, dan selebgram Inem Jogja, Hetty mengunjungi Mbah Ribet pada Kamis (25/3).

Mbah Ribet adalah nenek berusia 85 tahun yang sudah tidak bisa berjalan karena terjatuh dan hidup sebatang kara, di Desa Buyutan, Gunung Kidul, Yogyakarta.⁣ “Makannya apa sih Mbah Ribet?,” tanya Hetty. “Kulo? Maemi kol,” jawab Mbah Ribet. ⁣

Tak berselang lama, Hetty meminta izin untuk masuk dan melihat kondisi di sekitar rumah hingga toilet yang gunakan mbah Ribet sehari-hari.

“Mbah kalau ke toilet kemana? Coba sebelah mana? Disini WC-nya, kita liat WC-nya kaya apa, WC-nya nggak ada tutupnya ya nggak apa-apa karena memang untuk keamanannya ya karena tidak bisa berjalan,” terang Hetty.⁣

Mbah Ribet menceritakan bahwa sudah hampir 12 tahun berjalan dengan cara mengesot, Ketum Persit KCK tersebut juga membawakan dokter untuk mengecek kondisi kesehatan mbah Ribet.

Dalam analisa awal dr. Ridwan, kaki dari Mbah Ribet ini mengalami kontraktur, akibat jatuh yang mengakibatkan kakinya patah, setelah dioperasi tidak mendapatkan tahap fisioterapi.⁣

⁣Sekedar informasi mbah Ribet ini sudah sekian lama hidup sebatang kara dan tidak pernah ditengok oleh ke sepuluh anaknya. “Mbah jadi anak-anaknya nggak pernah nengok?,” tanya Ketum Persit KCK.

 “Inggih mboten ngriki, duko, neng kono mati opo urip dulo. Kulo mboten semerep. Lha nggih, lha nggih, lha sak jek mboten mantuk,” jawab mbah Ribet. 

“Sudah, sehat terus ya mbah, ndak boleh menangis kita harus selalu bahagia supaya sehat, panjang umur nggih mbah. Mbah yang penting sehat, makan yang bagus, kalau bisa gulanya dikurangin, karena gula tidak baik untuk kesehatan.”

Selain menengok Mbah Ribet, dalam kunjungannya, Ketua Umum Persit KCK juga memberikan bantuan berupa sembako tak cuma kepada mbah Ribet melainkan kepada seluruh penduduk di Desa Buyutan.⁣

“Rasa sedih, senang tercampur menjadi satu ketika bisa bertemu dan membantu mbah Ribet yang tidak bisa berjalan dan hidup sebatang kara. Diharapkan bantuan yang kami berikan bisa sedikit meringankan beban mereka,” tutup Hetty. [TAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories