Rusia Siap Bantu Indonesia, Cegah Tragedi Nanggala 402 Terulang

Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, jadi perhatian dunia interna­sional. Salah satunya Rusia. Negeri Beruang Merah itu menyatakan siap membantu Indonesia, agar kecelakaan semacam itu tidak terulang di kemudian hari.

Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva, menyampaikan duka cita mendalam atas teng­gelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, yang tengge­lam di perairan Laut Bali. Saat ini, perhatian dan pikirannya, tertuju pada keluarga korban.

Vorobieva menyebut, Presi­den Rusia Vladimir Putin juga telah mengirimkan ucapan bela sungkawa kepada Presiden Joko Widodo pada Minggu (25/4) lalu. Sekaligus menyampaikan simpati pada seluruh keluarga korban.

“Rusia pernah mengalami kejadian serupa. Jadi kami benar-benar bersimpati pada warga Indonesia yang terkena dampak dari peristiwa ini,” ujarnya, pada awak media yang disampaikan secara vir­tual, kemarin.

Sebelumnya, sambung Vorobieva, pihaknya sudah me­nawarkan bantuan dalam pen­carian kapal KRI Nanggala 402. Namun, belum sempat bantuan diterjunkan, posisi tenggelamnya KRI Nang­gala 402 sudah ditemukan. “Posisi kami jauh dari lokasi tenggelamnya kapal selam,” ujarnya.

Kendati demikian, kata dia, Rusia akan tetap membantu Indonesia agar kejadian serupa bisa dicegah di kemudian hari. Salah satunya, dengan deteksi dini. Kata dia, Rusia memi­liki sejumlah fasilitas dan peralatan untuk melakukan hal tersebut. “Saya tidak bisa me­nyebut secara rinci namanya. Tapi kami memiliki alat yang mungkin bisa mencegah keja­dian serupa,” ujarnya.

Apalagi, para pejabat, ter­utama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, memiliki komunikasi yang cukup baik dengan para pejabat dari nega­ranya. Kata dia, kedua pihak selalu berdiskusi tentang peningkatan kerja sama militer antara kedua negara.

Diskusi itu tidak hanya ber­bicara tentang alat-alat sistem persenjataan. Tapi juga mem­bicarakan hal lainnya. “Seperti pertukaran taruna militer In­donesia untuk belajar di Rusia. Jadi memang ada komunikasi yang tetap antara dua negara,” jelas Vorobieva. [PYB]

]]> Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, jadi perhatian dunia interna­sional. Salah satunya Rusia. Negeri Beruang Merah itu menyatakan siap membantu Indonesia, agar kecelakaan semacam itu tidak terulang di kemudian hari.

Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva, menyampaikan duka cita mendalam atas teng­gelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, yang tengge­lam di perairan Laut Bali. Saat ini, perhatian dan pikirannya, tertuju pada keluarga korban.

Vorobieva menyebut, Presi­den Rusia Vladimir Putin juga telah mengirimkan ucapan bela sungkawa kepada Presiden Joko Widodo pada Minggu (25/4) lalu. Sekaligus menyampaikan simpati pada seluruh keluarga korban.

“Rusia pernah mengalami kejadian serupa. Jadi kami benar-benar bersimpati pada warga Indonesia yang terkena dampak dari peristiwa ini,” ujarnya, pada awak media yang disampaikan secara vir­tual, kemarin.

Sebelumnya, sambung Vorobieva, pihaknya sudah me­nawarkan bantuan dalam pen­carian kapal KRI Nanggala 402. Namun, belum sempat bantuan diterjunkan, posisi tenggelamnya KRI Nang­gala 402 sudah ditemukan. “Posisi kami jauh dari lokasi tenggelamnya kapal selam,” ujarnya.

Kendati demikian, kata dia, Rusia akan tetap membantu Indonesia agar kejadian serupa bisa dicegah di kemudian hari. Salah satunya, dengan deteksi dini. Kata dia, Rusia memi­liki sejumlah fasilitas dan peralatan untuk melakukan hal tersebut. “Saya tidak bisa me­nyebut secara rinci namanya. Tapi kami memiliki alat yang mungkin bisa mencegah keja­dian serupa,” ujarnya.

Apalagi, para pejabat, ter­utama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, memiliki komunikasi yang cukup baik dengan para pejabat dari nega­ranya. Kata dia, kedua pihak selalu berdiskusi tentang peningkatan kerja sama militer antara kedua negara.

Diskusi itu tidak hanya ber­bicara tentang alat-alat sistem persenjataan. Tapi juga mem­bicarakan hal lainnya. “Seperti pertukaran taruna militer In­donesia untuk belajar di Rusia. Jadi memang ada komunikasi yang tetap antara dua negara,” jelas Vorobieva. [PYB]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories