RNI Impor 75 Ribu Ton White Sugar Tenang, Stok Gula Untuk Puasa Dan Lebaran Aman

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI siap menyalurkan 75 ribu ton Gula Kristal Putih (GKP) secara bertahap ke pasar konsumsi, yaitu pada kuartal II dan III tahun 2021. Gula tersebut ditargetkan mulai mengisi pasar konsumsi menjelang puasa dan Lebaran, agar dapat memenuhi lonjakan permintaan.

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan, tahun ini RNI mendapatkan penugasan mengimpor 75 ribu ton white sugar (Gula Kristal Putih). Penugasan ini sejalan dengan peran RNI sebagai Koordinator BUMN Klaster Pangan, dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional.

“Gula yang didatangkan RNI disiapkan untuk pemenuhan kebutuhan gula nasional, yang permintaannya saat ini masih jauh lebih tinggi dibanding produksi dalam negeri,” kata Arief dalam keterangan resminya, Jumat (2/4).  

Arief melanjutkan, gula yang diimpor RNI didatangkan secara bertahap di sejumlah pelabuhan. Pengiriman pertama telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Minggu (28/3), sekitar 6 ribu ton. Kedatangan berikutnya di Pelabuhan Belawan Medan sekitar 15 ribu ton, Tanjung Perak Surabaya sekitar 30 ribu ton. Lalu di Tanjung Priok akan datang lagi sekitar 24 ribu ton.

Ia memastikan, GKP yang sudah tiba segera didistribusikan untuk mengisi pasar konsumsi rumah tangga yang meningkat jelang puasa dan Lebaran. Langkah ini guna mengantisipasi kelangkaan komoditas gula yang berpotensi terjadi saat mendekati Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Kami berupaya semaksimal mungkin mengamankan stok kebutuhan pokok, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional,” pungkasnya. [DWI]
 

]]> PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI siap menyalurkan 75 ribu ton Gula Kristal Putih (GKP) secara bertahap ke pasar konsumsi, yaitu pada kuartal II dan III tahun 2021. Gula tersebut ditargetkan mulai mengisi pasar konsumsi menjelang puasa dan Lebaran, agar dapat memenuhi lonjakan permintaan.

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan, tahun ini RNI mendapatkan penugasan mengimpor 75 ribu ton white sugar (Gula Kristal Putih). Penugasan ini sejalan dengan peran RNI sebagai Koordinator BUMN Klaster Pangan, dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional.

“Gula yang didatangkan RNI disiapkan untuk pemenuhan kebutuhan gula nasional, yang permintaannya saat ini masih jauh lebih tinggi dibanding produksi dalam negeri,” kata Arief dalam keterangan resminya, Jumat (2/4).  

Arief melanjutkan, gula yang diimpor RNI didatangkan secara bertahap di sejumlah pelabuhan. Pengiriman pertama telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Minggu (28/3), sekitar 6 ribu ton. Kedatangan berikutnya di Pelabuhan Belawan Medan sekitar 15 ribu ton, Tanjung Perak Surabaya sekitar 30 ribu ton. Lalu di Tanjung Priok akan datang lagi sekitar 24 ribu ton.

Ia memastikan, GKP yang sudah tiba segera didistribusikan untuk mengisi pasar konsumsi rumah tangga yang meningkat jelang puasa dan Lebaran. Langkah ini guna mengantisipasi kelangkaan komoditas gula yang berpotensi terjadi saat mendekati Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Kami berupaya semaksimal mungkin mengamankan stok kebutuhan pokok, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional,” pungkasnya. [DWI]
 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories