Riset Ipsos : Shopee Jadi Top E-commerce Yang Paling Banyak Dicari Sepanjang 2021

Platform Shopee mejadi e-commerce menduduki peringkat pertama top pemain e-commerce di Tanah Air, diikuti Tokopedia dan Lazada.

Hal ini berdasarkan hasil riset Ipsos, perusahaan riset pasar atau market research global, yang ada di Indonesia, terkait persaingan dalam industri e-commerce selama akhir tahun 2021.

Terpilihnya Shopee sebagai salah satu e-commerce Top of Mind, penilaian tersebut diperoleh berdasarkan beberapa indikator yang digunakan dalam survei.

Adapun indikator yang digunakan yakni pertama, indikator merek yang paling sering digunakan atau Brand Use Most Often (BUMO).

Berdasarkan indicator BUMO ini, 54 persen responden memilih Shopee, disusul dengan Tokopedia (30 persen) dan Lazada (13 persen).

Indikator kedua yaitu, Top of Mind, Shopee kembali menduduki peringkat pertama sebesar 54 persen, diikuti oleh Tokopedia (27 persen) dan Lazada (12 persen).

“Artinya Shopee adalah merek atau platform e-commerce yang paling diingat oleh mayoritas konsumen Indonesia,” jelas Country Service Line Group Leader, Observer, Customer Experience & Channel Performance, Ipsos Indonesia Andi Sukma dalam IPSOS virtual press conference e-commerce, Jumat (28/1).

Indikator ketiga dari pangsa pasar jumlah transaksi (share of order), Shopee juga berhasil mencatatkan pangsa pasar jumlah transaksi tertinggi dalam tiga bulan transaksi, yakni 41 persen, diikuti dengan Tokopedia (34 persen) dan Lazada (16 persen).

 

Selanjutnya indikator terakhir berdasarkan pangsa pasar nilai transaksi, Shopee lagi-lagi menduduki peringkat pertama yang mencatatkan pangsa pasar nilai transaksi terbesar, yaitu 40 persen. Peringkat kedua disusul oleh Tokopedia (30 persen) dan Lazada (16 persen).

Diungkapkan Andi, penilaian tersebut merupakan hasil dari penelitian Ipos di Indonesia secara online pada tanggal 26 November-6 Desember 2021, dengan melibatkan total 1.000 responden dari usia 18-35 tahun ke atas.

Penelitian ini dilakukan tidak hanya di kota Tier 1 seperti Jakarta dan kota besar lainnya yang menjadi barometer, tetapi juga di kota-kota Tier 2 dan Tier 3 yang memiliki potensi untuk menjadi penopang pertumbuhan Indonesia di masa yang akan datang.

“Selain empat indikator utama, riset kali ini juga ditujukan untuk melihat bagaimana perilaku serta antusiasme masyarakat dalam menyambut kemeriahan Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas,” kata Andi.

Sebab menurut Andi, Harbolnas menjadi salah satu aspek signifikan yang menjadikan kuartal IV setiap akhir tahun, sebagai momentum bagi e-commerce untuk meningkatkan nilai saing dan memberikan penawaran terbaik bagi konsumen.

Ragam aspek mulai dari rangkaian promo yang ditawarkan hingga pilihan produk dari berbagai kategori favorit pengguna mengambil peran signifikan. Terutama dalam memberikan nilai tambah serta memenuhi preferensi konsumen dalam memilih platform e-commerce.

Tak hanya itu, masih dalam riset Ipsos, Shopee juga menjadi platform e-commerce yang paling mendukung perkembangan UMKM dan mitra brand lokal di e-commerce.

“Serta bagaimana dukungan yang mereka dapatkan hingga dapat tetap menjaga keberlangsungan bisnisnya serta mampu mengalami kemajuan,” ujarnya.

Andi merinci, jika dilihat dari dukungan terhadap UMKM di Indonesia, 44 persen responden menilai Shopee sebagai e-commerce yang memiliki peran terbesar dalam penyediaan edukasi, penyaluran dana, dan logistik, diikuti oleh Tokopedia (35 persen) dan Lazada (10 persen).

“Dapat disimpulkan bahwa Shopee mengungguli persaingan e-commerce di Indonesia untuk periode kuartal IV-2021. Dan, kita akan terus melihat geliat persaingan e-commerce ini, baik melalui layanan maupun promosi yang ditawarkan,” pungkasnya. [DWI]

]]> Platform Shopee mejadi e-commerce menduduki peringkat pertama top pemain e-commerce di Tanah Air, diikuti Tokopedia dan Lazada.

Hal ini berdasarkan hasil riset Ipsos, perusahaan riset pasar atau market research global, yang ada di Indonesia, terkait persaingan dalam industri e-commerce selama akhir tahun 2021.

Terpilihnya Shopee sebagai salah satu e-commerce Top of Mind, penilaian tersebut diperoleh berdasarkan beberapa indikator yang digunakan dalam survei.

Adapun indikator yang digunakan yakni pertama, indikator merek yang paling sering digunakan atau Brand Use Most Often (BUMO).

Berdasarkan indicator BUMO ini, 54 persen responden memilih Shopee, disusul dengan Tokopedia (30 persen) dan Lazada (13 persen).

Indikator kedua yaitu, Top of Mind, Shopee kembali menduduki peringkat pertama sebesar 54 persen, diikuti oleh Tokopedia (27 persen) dan Lazada (12 persen).

“Artinya Shopee adalah merek atau platform e-commerce yang paling diingat oleh mayoritas konsumen Indonesia,” jelas Country Service Line Group Leader, Observer, Customer Experience & Channel Performance, Ipsos Indonesia Andi Sukma dalam IPSOS virtual press conference e-commerce, Jumat (28/1).

Indikator ketiga dari pangsa pasar jumlah transaksi (share of order), Shopee juga berhasil mencatatkan pangsa pasar jumlah transaksi tertinggi dalam tiga bulan transaksi, yakni 41 persen, diikuti dengan Tokopedia (34 persen) dan Lazada (16 persen).

 

Selanjutnya indikator terakhir berdasarkan pangsa pasar nilai transaksi, Shopee lagi-lagi menduduki peringkat pertama yang mencatatkan pangsa pasar nilai transaksi terbesar, yaitu 40 persen. Peringkat kedua disusul oleh Tokopedia (30 persen) dan Lazada (16 persen).

Diungkapkan Andi, penilaian tersebut merupakan hasil dari penelitian Ipos di Indonesia secara online pada tanggal 26 November-6 Desember 2021, dengan melibatkan total 1.000 responden dari usia 18-35 tahun ke atas.

Penelitian ini dilakukan tidak hanya di kota Tier 1 seperti Jakarta dan kota besar lainnya yang menjadi barometer, tetapi juga di kota-kota Tier 2 dan Tier 3 yang memiliki potensi untuk menjadi penopang pertumbuhan Indonesia di masa yang akan datang.

“Selain empat indikator utama, riset kali ini juga ditujukan untuk melihat bagaimana perilaku serta antusiasme masyarakat dalam menyambut kemeriahan Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas,” kata Andi.

Sebab menurut Andi, Harbolnas menjadi salah satu aspek signifikan yang menjadikan kuartal IV setiap akhir tahun, sebagai momentum bagi e-commerce untuk meningkatkan nilai saing dan memberikan penawaran terbaik bagi konsumen.

Ragam aspek mulai dari rangkaian promo yang ditawarkan hingga pilihan produk dari berbagai kategori favorit pengguna mengambil peran signifikan. Terutama dalam memberikan nilai tambah serta memenuhi preferensi konsumen dalam memilih platform e-commerce.

Tak hanya itu, masih dalam riset Ipsos, Shopee juga menjadi platform e-commerce yang paling mendukung perkembangan UMKM dan mitra brand lokal di e-commerce.

“Serta bagaimana dukungan yang mereka dapatkan hingga dapat tetap menjaga keberlangsungan bisnisnya serta mampu mengalami kemajuan,” ujarnya.

Andi merinci, jika dilihat dari dukungan terhadap UMKM di Indonesia, 44 persen responden menilai Shopee sebagai e-commerce yang memiliki peran terbesar dalam penyediaan edukasi, penyaluran dana, dan logistik, diikuti oleh Tokopedia (35 persen) dan Lazada (10 persen).

“Dapat disimpulkan bahwa Shopee mengungguli persaingan e-commerce di Indonesia untuk periode kuartal IV-2021. Dan, kita akan terus melihat geliat persaingan e-commerce ini, baik melalui layanan maupun promosi yang ditawarkan,” pungkasnya. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories