Reuni Di Jatim, Nostalgia Sesama Eks Timses Jokowi Anies-Khofifah Duet Maut Nih .

Jawa Timur jadi provinsi ketiga yang didatangi Gubernur DKI, Anies Baswedan. Anies bertemu dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, rekannya saat masih menjadi tim sukses Jokowi di Pilpres 2014. Karena kedekatannya ini, Anies digoda warganet agar berpasangan saja di Pilpres 2024. Anies-Khofifah bisa duet maut nih…

Dalam sebulan ini, Anies mulai rajin ke luar ‘kandang’ dan menyatroni daerah yang berdekatan dengan Jakarta. Blusukan pertama Anies di luar DKI, yakni ke kandangnya Ganjar Pranowo di Jawa Tengah.

Habis dari Jateng, giliran kandangnya Ridwan Kamil di Jawa Barat yang didatangi Anies.

Kemarin, giliran Jawa Timur yang didatangi. Anies tiba di Jatim Sabtu (24/4) siang. Wilayah yang pertama kali dia sambangi adalah Pondok Pesantren Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo.

Kedatangan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu disambut oleh KH Hasan Abdullah Sahal, KH Amal Fathullah Zarkasyi, dan KH Akrim Mariyat. Ketiganya merupakan generasi penerus yang saat ini memimpin Ponpes Daarussalam.

“Acaranya cuma silaturahmi dan sowan ke Pak kiai, kemudian salat Asar berjemaah di masjid bersama para santri,” kata Sekjen Komunitas Masyarakat Santri (Komas) Ustaz Bahar Harahap, di hari kedatangan Anies.

Dari Pondok Pesantren, Anies melanjutkan safarinya ke Masjid Tegalsari yang masih berada di Ponorogo, Jawa Timur. Masjid Tegalsari merupakan salah satu pusat penyiaran agama Islam terbesar di wilayah Kabupaten Ponorogo pada zamannya. Kini, masjid ini telah menjadi tujuan wisata religi.

Keesokannya, Anies berangkat ke Kota Madiun dengan menggunakan jalur darat. Di sana, dia telah ditunggu Wali Kota Madiun, H. Maidi. Keduanya akrab berbincang di alun-alun Madiun. Tak lama kemudian, Khofifah datang menghampiri Anies. Terjadilah obrolan ringan. Setelah sempat berbincang singkat, keduanya lalu bertolak ke Ngawi yang berjarak sekitar 35 km.

Menariknya, kedua mantan Menteri Jokowi itu berangkat menumpangi mobil yang sama. Khofifah yang menggunakan mobil toyota Alphard hitam mengajak Anies masuk satu mobil dengannya. Khofifah naik dari sisi kiri pintu mobil, sedangkan Anies naik dari arah sebaliknya.

Koq akrab banget sih? Sambil tertawa, Khofifah bilang, dirinya dengan Anies memang berteman baik. Namun, dia memastikan pertemuan ini tidak ada urusannya dengan kontestasi politik di masa depan.

 

“Dulu lho kita sama-sama jubir (Juru bicara tim kampanye Jokowi-JK di Pilpres 2014),” kata Khofifah, sembari tertawa.

Anies juga punya jawaban yang sama. Kata dia, terlalu jauh membaca pertemuan ini untuk kontestasi politik lima tahunan.

“Kita ini lho (membahas) soal tahapan, perpanjang kerja sama soal support beras,” jawab Anies.

Meskipun keduanya membantah, tetap saja banyak pihak berspekulasi soal keakraban keduanya. Anies-Khofifah dijodoh-jodohkan banyak warga dunia maya, sebagai paslon yang bakal bertarung di Pilpres 2024. Apalagi, kedua tokoh ini kerap masuk dalam bursa capres versi sejumlah lembaga survei.

“Anies-Khofifah itu duet luar biasa, bisa ngimbangi Jateng. Di Jabar, Anies dah pasti menang, di Jateng Ganjar dah pasti menang, Jatim penentu, karena di Jateng pasti selisihnya jauh banget,” cuit akun @tabssumikaytu82. “Menarik jika poros ini terwujud mengusung duet Anies-Khofifah,” timpal @ari_sup. “Pasangan Presiden gender 2024,” sahut @Syahrasaddin62. “Cocok nih capres dan cawapres 2024. SKB,” harap @juhaiman15.

“Dikuatkan akan besar potensi menangnya nih. Tahu sendiri kekuatan Jatim dan Jateng,” tutur @riyovina. “Wah…bisa jadi wacana baru nih. Anies-Khofifah, gimana gaes?” seloroh @mirza54676963.

Lantas bagaimana elektabilitas keduanya bila berpasangan? Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin memprediksi, duet Anies-Khofifah punya peluang besar untuk menang.

“Anies laki-laki dan Khofifah perempuan. Komposisi perwakilan pemilih laki-laki dan pemilih perempuan. Dari gender bisa menjadi pasangan yang cocok,” nilai Ujang kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Hanya masalahnya, kata dia, baik Anies maupun Khofifah bukan petinggi parpol. Sehingga sulit bagi keduanya untuk mendapatkan tiket maju di Pilpres 2024.

“Yang perlu dilakukan keduanya adalah mendapatkan simpati publik dengan cara mendapatkan popularitas dan elektabilitas yang tinggi,” tambah Ujang. [UMM]

]]> .
Jawa Timur jadi provinsi ketiga yang didatangi Gubernur DKI, Anies Baswedan. Anies bertemu dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, rekannya saat masih menjadi tim sukses Jokowi di Pilpres 2014. Karena kedekatannya ini, Anies digoda warganet agar berpasangan saja di Pilpres 2024. Anies-Khofifah bisa duet maut nih…

Dalam sebulan ini, Anies mulai rajin ke luar ‘kandang’ dan menyatroni daerah yang berdekatan dengan Jakarta. Blusukan pertama Anies di luar DKI, yakni ke kandangnya Ganjar Pranowo di Jawa Tengah.

Habis dari Jateng, giliran kandangnya Ridwan Kamil di Jawa Barat yang didatangi Anies.

Kemarin, giliran Jawa Timur yang didatangi. Anies tiba di Jatim Sabtu (24/4) siang. Wilayah yang pertama kali dia sambangi adalah Pondok Pesantren Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo.

Kedatangan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu disambut oleh KH Hasan Abdullah Sahal, KH Amal Fathullah Zarkasyi, dan KH Akrim Mariyat. Ketiganya merupakan generasi penerus yang saat ini memimpin Ponpes Daarussalam.

“Acaranya cuma silaturahmi dan sowan ke Pak kiai, kemudian salat Asar berjemaah di masjid bersama para santri,” kata Sekjen Komunitas Masyarakat Santri (Komas) Ustaz Bahar Harahap, di hari kedatangan Anies.

Dari Pondok Pesantren, Anies melanjutkan safarinya ke Masjid Tegalsari yang masih berada di Ponorogo, Jawa Timur. Masjid Tegalsari merupakan salah satu pusat penyiaran agama Islam terbesar di wilayah Kabupaten Ponorogo pada zamannya. Kini, masjid ini telah menjadi tujuan wisata religi.

Keesokannya, Anies berangkat ke Kota Madiun dengan menggunakan jalur darat. Di sana, dia telah ditunggu Wali Kota Madiun, H. Maidi. Keduanya akrab berbincang di alun-alun Madiun. Tak lama kemudian, Khofifah datang menghampiri Anies. Terjadilah obrolan ringan. Setelah sempat berbincang singkat, keduanya lalu bertolak ke Ngawi yang berjarak sekitar 35 km.

Menariknya, kedua mantan Menteri Jokowi itu berangkat menumpangi mobil yang sama. Khofifah yang menggunakan mobil toyota Alphard hitam mengajak Anies masuk satu mobil dengannya. Khofifah naik dari sisi kiri pintu mobil, sedangkan Anies naik dari arah sebaliknya.

Koq akrab banget sih? Sambil tertawa, Khofifah bilang, dirinya dengan Anies memang berteman baik. Namun, dia memastikan pertemuan ini tidak ada urusannya dengan kontestasi politik di masa depan.

 

“Dulu lho kita sama-sama jubir (Juru bicara tim kampanye Jokowi-JK di Pilpres 2014),” kata Khofifah, sembari tertawa.

Anies juga punya jawaban yang sama. Kata dia, terlalu jauh membaca pertemuan ini untuk kontestasi politik lima tahunan.

“Kita ini lho (membahas) soal tahapan, perpanjang kerja sama soal support beras,” jawab Anies.

Meskipun keduanya membantah, tetap saja banyak pihak berspekulasi soal keakraban keduanya. Anies-Khofifah dijodoh-jodohkan banyak warga dunia maya, sebagai paslon yang bakal bertarung di Pilpres 2024. Apalagi, kedua tokoh ini kerap masuk dalam bursa capres versi sejumlah lembaga survei.

“Anies-Khofifah itu duet luar biasa, bisa ngimbangi Jateng. Di Jabar, Anies dah pasti menang, di Jateng Ganjar dah pasti menang, Jatim penentu, karena di Jateng pasti selisihnya jauh banget,” cuit akun @tabssumikaytu82. “Menarik jika poros ini terwujud mengusung duet Anies-Khofifah,” timpal @ari_sup. “Pasangan Presiden gender 2024,” sahut @Syahrasaddin62. “Cocok nih capres dan cawapres 2024. SKB,” harap @juhaiman15.

“Dikuatkan akan besar potensi menangnya nih. Tahu sendiri kekuatan Jatim dan Jateng,” tutur @riyovina. “Wah…bisa jadi wacana baru nih. Anies-Khofifah, gimana gaes?” seloroh @mirza54676963.

Lantas bagaimana elektabilitas keduanya bila berpasangan? Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin memprediksi, duet Anies-Khofifah punya peluang besar untuk menang.

“Anies laki-laki dan Khofifah perempuan. Komposisi perwakilan pemilih laki-laki dan pemilih perempuan. Dari gender bisa menjadi pasangan yang cocok,” nilai Ujang kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Hanya masalahnya, kata dia, baik Anies maupun Khofifah bukan petinggi parpol. Sehingga sulit bagi keduanya untuk mendapatkan tiket maju di Pilpres 2024.

“Yang perlu dilakukan keduanya adalah mendapatkan simpati publik dengan cara mendapatkan popularitas dan elektabilitas yang tinggi,” tambah Ujang. [UMM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories