Respons Permintaan Bupati Banyumas, Firli Bahuri: Tak Perlu Risih Dengan Kerja KPK

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri merespon permintaan Bupati Banyumas Achmad Husein yang meminta komisi antirasuah memberitahu dulu sebelum Operasi Tangkap Tangan alias OTT. Pernyataan Achmad itu jadi viral setelah tersebar di media sosial (medsos).

Merespons hal tersebut, Firli memberi saran kepada Achmad untuk fokus bekerja baik dan benar sesuai dengan asas-asas pemerintahan yang baik.

“Jangan risih dengan kerja-kerja pemberantasan korupsi selama merasa benar dalam menggunakan uang negara dan menjalankan amanat sebagai pemimpin yang dipilih oleh rakyat,” ujar Firli, lewat pesan singkat, Senin (15/11).

Ditegaskan eks Kapolda Sumatera Selatan itu, pelaksanaan kerja-kerja KPK akan selalu terukur dan sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Firli meminta Achmad tak perlu takut.

Rasa takut, lanjutnya, memang dibutuhkan dan ada baiknya, untuk membuat seseorang mengukur perilaku baik dan buruk, dan mencegah berperilaku koruptif. “Tapi takut yang berlebihan bisa menimbulkan terhambatnya pembangunan,” ingatnya.

 

KPK sendiri, senantiasa mendampingi dan memberi masukan kepada seluruh kementerian, lembaga, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota. KPK akan terus melaksanakan fungsi-fungsi pencegahan, supaya tidak terjadi korupsi, supervisi.

Juga berkoordinasi dan melakukan monitoring, sesuai amanah UU No.30/2002 sebagaimana telah diubah menjadi Uu No. 19/2019. KPK siap berkoordinasi terkait pencegahan korupsi dengan semua pihak. “Tapi jika terjadi korupsi dan cukup bukti, ya ditangkap,” tandas Firli. [OKT]

]]> Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri merespon permintaan Bupati Banyumas Achmad Husein yang meminta komisi antirasuah memberitahu dulu sebelum Operasi Tangkap Tangan alias OTT. Pernyataan Achmad itu jadi viral setelah tersebar di media sosial (medsos).

Merespons hal tersebut, Firli memberi saran kepada Achmad untuk fokus bekerja baik dan benar sesuai dengan asas-asas pemerintahan yang baik.

“Jangan risih dengan kerja-kerja pemberantasan korupsi selama merasa benar dalam menggunakan uang negara dan menjalankan amanat sebagai pemimpin yang dipilih oleh rakyat,” ujar Firli, lewat pesan singkat, Senin (15/11).

Ditegaskan eks Kapolda Sumatera Selatan itu, pelaksanaan kerja-kerja KPK akan selalu terukur dan sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Firli meminta Achmad tak perlu takut.

Rasa takut, lanjutnya, memang dibutuhkan dan ada baiknya, untuk membuat seseorang mengukur perilaku baik dan buruk, dan mencegah berperilaku koruptif. “Tapi takut yang berlebihan bisa menimbulkan terhambatnya pembangunan,” ingatnya.

 

KPK sendiri, senantiasa mendampingi dan memberi masukan kepada seluruh kementerian, lembaga, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota. KPK akan terus melaksanakan fungsi-fungsi pencegahan, supaya tidak terjadi korupsi, supervisi.

Juga berkoordinasi dan melakukan monitoring, sesuai amanah UU No.30/2002 sebagaimana telah diubah menjadi Uu No. 19/2019. KPK siap berkoordinasi terkait pencegahan korupsi dengan semua pihak. “Tapi jika terjadi korupsi dan cukup bukti, ya ditangkap,” tandas Firli. [OKT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories