Respon Cepat Ganjar Tangani Penyesuaian Harga BBM

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, merespon cepat dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) usai diumumkan pemerintah. Ganjar langsung terjun ke sejumlah SPBU untuk memastikan stok BBM aman, serta sidak ke pasar-pasar tradisional untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok.
 
Seperti saat Ganjar kunjungan kerja ke Rembang pada Selasa (6/9). Ganjar melakukan pengecekan ke SPBU untuk berdialog langsung dengan petugas SPBU dan masyarakat. Selain memastikan ketersediaan stok BBM, Ganjar juga ingin memastikan apakah masyarakat masih bisa berkegiatan seperti biasa pasca penyesuaian harga BBM.
 
Pada hari ini, Rabu (7/9), Ganjar kembali melakukan sidak ke sejumlah SPBU. Diantaranya SPBU Gajahmungkur Kota Semarang dan SPBU exit tol di Batang. Dari sidak itu, Ganjar mengatakan bahwa tidak ada gejolak signifikan di masyarakat Jateng terhadap penyesuaian harga BBM.
 
“Tadi saya tanya satu per satu pembeli, tidak ada gejolak dan biasa saja. Mereka masih bisa berkegiatan seperti biasanya. Yang penting sampai hari ini kita pantau kondisinya masih bisa lah masyarakat kita layani dengan baik. Stok BBM untuk Jawa Tengah juga masih aman,” kata Ganjar.
 
Selain memastikan pelayanan berjalan baik di SPBU, Ganjar juga gerak cepat mengantisipasi dampak turunan dari penyesuaian harga BBM. Ganjar blusukan ke pasar-pasar tradisional untuk mengecek secara langsung harga kebutuhan pokok. 
 
Ganjar sidak ke Pasar Podosugih Kota Pekalongan. Dari pengecekan itu, Ganjar menemukan sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Diantaranya harga beras dan ayam, cabai, bawang merah, telur dan lainnya.
 
“Iya, ada kenaikan harga ya. Saya lihat memang naik setelah kenaikan BBM kemarin. Saya sudah meminta ke dinas terkait untuk mencari tahu penyebab kenaikan harga sejumlah komoditas ini. Saya minta di hulu, Dinas Pertanian langsung mengecek stok beberapa komoditas yang naik, termasuk apakah ada faktor lainnya,” ucap Ganjar.
 
Sebelumnya, Ganjar juga telah menggelar rapat dengan Kapolda, Pangdam dan jajaran Forkompimda Jateng yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). TPID langsung diterjunkan ke lapangan untuk membantu masyarakat yang terdampak penyesuaian harga BBM.

Jajaran TNI-Polri bertugas memantau ketat stok BBM, sehingga masyarakat dipastikan mendapat suplai yang tepat dan tidak ada penyelewengan. Sementara tim lain diterjunkan ke sejumlah titik untuk mengecek kondisi di lapangan dan memastikan stok kebutuhan pokok aman serta mengontrol harga kebutuhan pokok.

“Kapolda tadi pagi sudah mengumumkan dioperasi semuanya dan sudah ada yang tertangkap. Artinya publik tidak boleh main-main dalam situasi sulit seperti ini. Maka Kapolda dan Pangdam sudah memerintahkan agar setiap tempat BBM, SPBU dan sebagainya pasti dijaga,” jelas Ganjar.
 
Ganjar juga berharap pemerintah mempercepat pendataan pada masyarakat yang paling terdampak penyesuaian harga BBM. Dengan percepatan itu, maka bantuan kepada mereka bisa segera disalurkan.
 
“Saya harap pemerintah mempercepat pendataaan pada mereka yang terdampak akibat kenaikan BBM ini. Seperti driver ojek online, sopir angkot dan masyarakat kecil lain yang terdampak kenaikan BBM ini bisa segera dihitung dan mendapat perhatian dan bantuan. Termasuk beberapa yang terdampak lainnya juga mulai kita hitung lah, barangkali bisa kita cover dengan sumber daya yang ada,” tegas Ganjar.
 
Pemprov Jateng lanjut Ganjar, juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp60 miliar untuk bantuan tambahan kepada masyarakat yang terdampak penyesuaian harga BBM. Anggaran itu diambil dari Dana Transfer Umum (DTU) pemerintah pusat sebesar 2 persen.
 
“Jumlah itu mungkin masih bisa bertambah mengingat akan ada APBD perubahan yang akan dibahas dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah. Nanti kita akan komunikasikan dengan DPRD untuk meminta bahwa alokasi perubahan anggaran ini bisa meng-handle dampak dari kenaikan BBM termasuk pengurangan kemiskinan,” pungkas Ganjar. 

]]> Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, merespon cepat dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) usai diumumkan pemerintah. Ganjar langsung terjun ke sejumlah SPBU untuk memastikan stok BBM aman, serta sidak ke pasar-pasar tradisional untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok.
 
Seperti saat Ganjar kunjungan kerja ke Rembang pada Selasa (6/9). Ganjar melakukan pengecekan ke SPBU untuk berdialog langsung dengan petugas SPBU dan masyarakat. Selain memastikan ketersediaan stok BBM, Ganjar juga ingin memastikan apakah masyarakat masih bisa berkegiatan seperti biasa pasca penyesuaian harga BBM.
 
Pada hari ini, Rabu (7/9), Ganjar kembali melakukan sidak ke sejumlah SPBU. Diantaranya SPBU Gajahmungkur Kota Semarang dan SPBU exit tol di Batang. Dari sidak itu, Ganjar mengatakan bahwa tidak ada gejolak signifikan di masyarakat Jateng terhadap penyesuaian harga BBM.
 
“Tadi saya tanya satu per satu pembeli, tidak ada gejolak dan biasa saja. Mereka masih bisa berkegiatan seperti biasanya. Yang penting sampai hari ini kita pantau kondisinya masih bisa lah masyarakat kita layani dengan baik. Stok BBM untuk Jawa Tengah juga masih aman,” kata Ganjar.
 
Selain memastikan pelayanan berjalan baik di SPBU, Ganjar juga gerak cepat mengantisipasi dampak turunan dari penyesuaian harga BBM. Ganjar blusukan ke pasar-pasar tradisional untuk mengecek secara langsung harga kebutuhan pokok. 
 
Ganjar sidak ke Pasar Podosugih Kota Pekalongan. Dari pengecekan itu, Ganjar menemukan sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Diantaranya harga beras dan ayam, cabai, bawang merah, telur dan lainnya.
 
“Iya, ada kenaikan harga ya. Saya lihat memang naik setelah kenaikan BBM kemarin. Saya sudah meminta ke dinas terkait untuk mencari tahu penyebab kenaikan harga sejumlah komoditas ini. Saya minta di hulu, Dinas Pertanian langsung mengecek stok beberapa komoditas yang naik, termasuk apakah ada faktor lainnya,” ucap Ganjar.
 
Sebelumnya, Ganjar juga telah menggelar rapat dengan Kapolda, Pangdam dan jajaran Forkompimda Jateng yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). TPID langsung diterjunkan ke lapangan untuk membantu masyarakat yang terdampak penyesuaian harga BBM.

Jajaran TNI-Polri bertugas memantau ketat stok BBM, sehingga masyarakat dipastikan mendapat suplai yang tepat dan tidak ada penyelewengan. Sementara tim lain diterjunkan ke sejumlah titik untuk mengecek kondisi di lapangan dan memastikan stok kebutuhan pokok aman serta mengontrol harga kebutuhan pokok.

“Kapolda tadi pagi sudah mengumumkan dioperasi semuanya dan sudah ada yang tertangkap. Artinya publik tidak boleh main-main dalam situasi sulit seperti ini. Maka Kapolda dan Pangdam sudah memerintahkan agar setiap tempat BBM, SPBU dan sebagainya pasti dijaga,” jelas Ganjar.
 
Ganjar juga berharap pemerintah mempercepat pendataan pada masyarakat yang paling terdampak penyesuaian harga BBM. Dengan percepatan itu, maka bantuan kepada mereka bisa segera disalurkan.
 
“Saya harap pemerintah mempercepat pendataaan pada mereka yang terdampak akibat kenaikan BBM ini. Seperti driver ojek online, sopir angkot dan masyarakat kecil lain yang terdampak kenaikan BBM ini bisa segera dihitung dan mendapat perhatian dan bantuan. Termasuk beberapa yang terdampak lainnya juga mulai kita hitung lah, barangkali bisa kita cover dengan sumber daya yang ada,” tegas Ganjar.
 
Pemprov Jateng lanjut Ganjar, juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp60 miliar untuk bantuan tambahan kepada masyarakat yang terdampak penyesuaian harga BBM. Anggaran itu diambil dari Dana Transfer Umum (DTU) pemerintah pusat sebesar 2 persen.
 
“Jumlah itu mungkin masih bisa bertambah mengingat akan ada APBD perubahan yang akan dibahas dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah. Nanti kita akan komunikasikan dengan DPRD untuk meminta bahwa alokasi perubahan anggaran ini bisa meng-handle dampak dari kenaikan BBM termasuk pengurangan kemiskinan,” pungkas Ganjar. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories