Resmikan Hasil Transformasi Kementerian BUMN Jokowi: Saya Senang Sekali Lihat Sarinah

Presiden Jokowi meresmikan transformasi pusat perbelanjaan Sarinah, kemarin. Jokowi memberi apresiasi tinggi atas kerja keras Kementerian BUMN dan seluruh pihak yang telah menuntaskan transformasi Sarinah. Jokowi sangat senang melihat Sarinah yang kini lebih modern dan profesional.

Jokowi datang ke lokasi bersama Ibu Iriana, Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, serta sejumlah direktur dan komisaris BUMN. Di lokasi, Jokowi dan rombongan berkeliling untuk melihat hasil renovasi mall pertama Indonesia yang dibangun Soekarno itu.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, Sarinah merupakan ikon penting bangsa yang merekatkan ingatan masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi. Kepala negara lalu menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Sarinah bersama kakeknya pada tahun 70-an. Saat itu, gedung di Jakarta yang ada eskalatornya hanya di Sarinah.

“Saya naik-turun, naik-turun, senang betul. Naik-turun, naik-turun, senang sekali. Inilah hal-hal yang meninggalkan memori, yang mengesankan kita semua. Masyarakat dari daerah datang ke Jakarta pasti akan ke Sarinah,” kenang Jokowi.

Eks Gubernur DKI Jakarta ini melanjutkan, Sarinah memiliki sejarah dan makna yang luar biasa. Pusat perbelanjaan tersebut digagas Presiden Soekarno, dengan misi besar yang sangat mulia, yaitu untuk kegiatan perdagangan barang-barang lokal, produk-produk dalam negeri. “Inilah yang akan kita teruskan,” ujarnya.

Beragam produk yang dijual di Sarinah telah melalui proses kurasi dengan teliti. Kemudian dipajang dengan penataan yang sangat detail. Menurut Jokowi, kerja-kerja profesional seperti itu, harus diapresiasi dan dihargai. “Inilah The New Sarinah yang telah bertransformasi, kita senang hari ini kita resmikan,” ucapnya.

Sebelum hasil renovasi diresmikan Jokowi, Sarinah sebenarnya sudah dibuka untuk umum sejak lima bulan lalu. Pengunjung pun selalu ramai. “Lima juta pengunjung telah datang di Sarinah,” imbuh Jokowi.

Jokowi berpesan, transformasi Sarinah bukan hanya berupa bangunan fisiknya, tetapi juga melingkupi semangat, strategi, komitmen, dan cara kerjanya. Agar Sarinah ke depan selalu menjadi ikon bangsa. Selain itu, Sarinah juga diharapkan memberikan multiplier effect bagi para perajin seni budaya. Utamanya pengusaha produk-produk dalam negeri yang kualitasnya sangat baik.

“Tadi kita lihat sepatu yang kualitasnya sangat bagus, harganya sangat mahal. Nggak apa-apa, memang kualitasnya bagus, harganya harus mahal. Ada produk-produk tenun, ada produk-produk batik yang harganya mahal. Ya, memang harus mahal. Jangan dijual barang-barang dengan kurasi yang baik, hasil yang sangat bagus seperti itu, dengan harga murah. Agar kita selalu bangga dan kita membeli dan menggunakan lebih banyak produk-produk bangsa kita sendiri untuk memenangkan persaingan global,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, proses transformasi Sarinah dilakukan secara detail, serius, dan sungguh-sungguh. Erick bersyukur, kerja keras yang dilakukan sejak 2019 itu, berhasil membuat Sarinah kembali menjadi destinasi utama di Jakarta.

“Sarinah merupakan sejarah yang hampir terlupakan. Kini, Sarinah setelah dipugar dan beroperasi sejak lima bulan lalu, total telah dikunjungi 5 juta masyarakat. Sarinah menjadi salah satu destinasi utama masyarakat yang mengunjungi Jakarta,” ujar Erick.

Erick menjelaskan, konsep Sarinah baru ini mengadaptasi semangat zaman. Semangat zaman ini, tidak melupakan sejarah dan tujuan Bung Karno dalam membangun Gedung Sarinah, yakni sebagai sarana untuk memasarkan produk lokal Indonesia ke dunia.

Oleh karena itu, Kementerian BUMN menyiapkan konsep Sarinah Thamrin sebagai megastore atau toko utama. “Tapi, kita juga akan membangun mini-mini Sarinah di setiap airport di Indonesia. Kita dorong UMKM agar kelasnya naik,” ujar Erick.

Erick menjelaskan, di Gedung Sarinah baru telah bergabung 500 UMKM dari seluruh Indonesia. Seluruh produk UMKM lokal itu, dikurasi dengan sangat ketat. “Kita cukup ketat untuk kurasi agar standarnya tinggi. Ini agar produk UMKM kita dapat bersaing di pentas global,” ujar Erick.■

]]> Presiden Jokowi meresmikan transformasi pusat perbelanjaan Sarinah, kemarin. Jokowi memberi apresiasi tinggi atas kerja keras Kementerian BUMN dan seluruh pihak yang telah menuntaskan transformasi Sarinah. Jokowi sangat senang melihat Sarinah yang kini lebih modern dan profesional.

Jokowi datang ke lokasi bersama Ibu Iriana, Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, serta sejumlah direktur dan komisaris BUMN. Di lokasi, Jokowi dan rombongan berkeliling untuk melihat hasil renovasi mall pertama Indonesia yang dibangun Soekarno itu.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, Sarinah merupakan ikon penting bangsa yang merekatkan ingatan masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi. Kepala negara lalu menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Sarinah bersama kakeknya pada tahun 70-an. Saat itu, gedung di Jakarta yang ada eskalatornya hanya di Sarinah.

“Saya naik-turun, naik-turun, senang betul. Naik-turun, naik-turun, senang sekali. Inilah hal-hal yang meninggalkan memori, yang mengesankan kita semua. Masyarakat dari daerah datang ke Jakarta pasti akan ke Sarinah,” kenang Jokowi.

Eks Gubernur DKI Jakarta ini melanjutkan, Sarinah memiliki sejarah dan makna yang luar biasa. Pusat perbelanjaan tersebut digagas Presiden Soekarno, dengan misi besar yang sangat mulia, yaitu untuk kegiatan perdagangan barang-barang lokal, produk-produk dalam negeri. “Inilah yang akan kita teruskan,” ujarnya.

Beragam produk yang dijual di Sarinah telah melalui proses kurasi dengan teliti. Kemudian dipajang dengan penataan yang sangat detail. Menurut Jokowi, kerja-kerja profesional seperti itu, harus diapresiasi dan dihargai. “Inilah The New Sarinah yang telah bertransformasi, kita senang hari ini kita resmikan,” ucapnya.

Sebelum hasil renovasi diresmikan Jokowi, Sarinah sebenarnya sudah dibuka untuk umum sejak lima bulan lalu. Pengunjung pun selalu ramai. “Lima juta pengunjung telah datang di Sarinah,” imbuh Jokowi.

Jokowi berpesan, transformasi Sarinah bukan hanya berupa bangunan fisiknya, tetapi juga melingkupi semangat, strategi, komitmen, dan cara kerjanya. Agar Sarinah ke depan selalu menjadi ikon bangsa. Selain itu, Sarinah juga diharapkan memberikan multiplier effect bagi para perajin seni budaya. Utamanya pengusaha produk-produk dalam negeri yang kualitasnya sangat baik.

“Tadi kita lihat sepatu yang kualitasnya sangat bagus, harganya sangat mahal. Nggak apa-apa, memang kualitasnya bagus, harganya harus mahal. Ada produk-produk tenun, ada produk-produk batik yang harganya mahal. Ya, memang harus mahal. Jangan dijual barang-barang dengan kurasi yang baik, hasil yang sangat bagus seperti itu, dengan harga murah. Agar kita selalu bangga dan kita membeli dan menggunakan lebih banyak produk-produk bangsa kita sendiri untuk memenangkan persaingan global,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, proses transformasi Sarinah dilakukan secara detail, serius, dan sungguh-sungguh. Erick bersyukur, kerja keras yang dilakukan sejak 2019 itu, berhasil membuat Sarinah kembali menjadi destinasi utama di Jakarta.

“Sarinah merupakan sejarah yang hampir terlupakan. Kini, Sarinah setelah dipugar dan beroperasi sejak lima bulan lalu, total telah dikunjungi 5 juta masyarakat. Sarinah menjadi salah satu destinasi utama masyarakat yang mengunjungi Jakarta,” ujar Erick.

Erick menjelaskan, konsep Sarinah baru ini mengadaptasi semangat zaman. Semangat zaman ini, tidak melupakan sejarah dan tujuan Bung Karno dalam membangun Gedung Sarinah, yakni sebagai sarana untuk memasarkan produk lokal Indonesia ke dunia.

Oleh karena itu, Kementerian BUMN menyiapkan konsep Sarinah Thamrin sebagai megastore atau toko utama. “Tapi, kita juga akan membangun mini-mini Sarinah di setiap airport di Indonesia. Kita dorong UMKM agar kelasnya naik,” ujar Erick.

Erick menjelaskan, di Gedung Sarinah baru telah bergabung 500 UMKM dari seluruh Indonesia. Seluruh produk UMKM lokal itu, dikurasi dengan sangat ketat. “Kita cukup ketat untuk kurasi agar standarnya tinggi. Ini agar produk UMKM kita dapat bersaing di pentas global,” ujar Erick.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories