Resmi Mendaftar, Wibisono Siap Jadi Ketum PRSI 2021-2025 .

Wibisono secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum PRSI di Wisma Bakrie Jalan HR Rasuna Sahid, Jaksel, Selasa (23/2).

Bersama para pendukungnya Wibisono datang pukul 15.30 WIB di Wisma Bakrie 1. Rombongan langsung diterima Ketua tim Steering Committe dan juga ketua Penjaringan Sarman Simanjorang, 

“Saya ingin jadi Ketua Umum PRSI dengan misi membina olahraga akuatik Indonesia agar kembali berjaya,” ujar Wibisono ditemui awak media  usai mendaftar.

Salah satu program  Wibisono adalah berkoordinasi dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) yang tersebar di berbagai daerah. Tujuannya agar semua daerah memiliki kolam renang memadai karena itu akan sangat membantu pembinaan atlet-atlet daerah.

“Saya juga memiliki banyak pengalaman organisasi. Saya siap memberikan yang terbaik untuk PRSI,” tutur Wibisono didampingi timsesnya Heru Purwanto.

Wibisono mengaku sudah bertemu perwakilan ke 34 Pengurus Provinsi (Pengprov) PRSI se-Indonesia. Sejauh ini, lima diantaranya telah  memberi dukungan.

Sebagai informasi, calon ketua umum (caketum) PRSI harus mendapatkan minimal dukungan dari tiga pengprov untuk maju dalam Munas. Tapi kemarin Wibisono mendaftar dengan didukung lima pengprov PRSI.

Wibisono mengaku prihatin dengan kondisi olahraga renang saat ini sebelum pandemi, hingga ditengah pandemi yang minim prestasi dan minus aktifitas kejuaaran.  “Saya mendengar bahwa prestasi olahraga kita Indonesia sedikit menurun dan mati suri,” kata Wibisono. 

“Kenapa mati suri? karena tidak ada kejuaraan- kejuaraan yang bersifat nasional maupun internasional diselenggarakan di Indonesia dan mungkin itu yang membuat prestasi kita menurun, ” lanjutnya.

 

Ia menambahkan dari segi pembinaan, pihaknya melihat apa sebetulnya yang salah, karena potensi bibit perenang (muda) sudah seperti sepak bola, banyak. Semua orang di pelosok hampir bisa berenang.

Pandemi bukan menjadi alasan untuk tidak beraktivitas dengan mematuhi protokol kesehatan ketat. Oleh karena itu, Wibisiono optimis jika terpilih ia ingin membangkitkan kembali pembinaan para atlet dan menggiatkan kejuaraan bertarap nasional dan internasional.

“PR (Pekerjaam Rumah) nya saat ini adalah harus diperbanyak kejuaraan, dulu saya dengar ada KRAPSI (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia) tapi sekarang tidak ada lagi, padahal klub klub renang sangat menjamur,” kata  pria kelahiran Surabaya, 1 Desember 1973.

Munas Penggurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) rencananya akan diselenggarakan pada  27 Februari 2021. 

Dalam kesempatan yang sama Ketua Steering Committee dan juga Ketua Tim Penjaringan, Sarman Simanjorang, mengatakan berkas pendaftaran Wibisono sudah lengkap. Tinggal uang pendaftaran yang 100 juta.

Sarman menjelaskan  beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar sebagai calon ketum (Caketum) PRSI. Seperti berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), mendapat dukungan minimal dari tiga Pengprov, punya pengalaman dalam kepengurusan organisasi olahraga dan pernyataan tidak terkait dalam proses hukum.

“Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran Ketum PRSI 2021-2025 pada munas yang diselenggarakan secara virtual. Dan hari ini (Selasa-red) kami menerima berkas pencalonan Pak Wibisono,” kata Sarman. [WUR]

]]> .
Wibisono secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum PRSI di Wisma Bakrie Jalan HR Rasuna Sahid, Jaksel, Selasa (23/2).

Bersama para pendukungnya Wibisono datang pukul 15.30 WIB di Wisma Bakrie 1. Rombongan langsung diterima Ketua tim Steering Committe dan juga ketua Penjaringan Sarman Simanjorang, 

“Saya ingin jadi Ketua Umum PRSI dengan misi membina olahraga akuatik Indonesia agar kembali berjaya,” ujar Wibisono ditemui awak media  usai mendaftar.

Salah satu program  Wibisono adalah berkoordinasi dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) yang tersebar di berbagai daerah. Tujuannya agar semua daerah memiliki kolam renang memadai karena itu akan sangat membantu pembinaan atlet-atlet daerah.

“Saya juga memiliki banyak pengalaman organisasi. Saya siap memberikan yang terbaik untuk PRSI,” tutur Wibisono didampingi timsesnya Heru Purwanto.

Wibisono mengaku sudah bertemu perwakilan ke 34 Pengurus Provinsi (Pengprov) PRSI se-Indonesia. Sejauh ini, lima diantaranya telah  memberi dukungan.

Sebagai informasi, calon ketua umum (caketum) PRSI harus mendapatkan minimal dukungan dari tiga pengprov untuk maju dalam Munas. Tapi kemarin Wibisono mendaftar dengan didukung lima pengprov PRSI.

Wibisono mengaku prihatin dengan kondisi olahraga renang saat ini sebelum pandemi, hingga ditengah pandemi yang minim prestasi dan minus aktifitas kejuaaran.  “Saya mendengar bahwa prestasi olahraga kita Indonesia sedikit menurun dan mati suri,” kata Wibisono. 

“Kenapa mati suri? karena tidak ada kejuaraan- kejuaraan yang bersifat nasional maupun internasional diselenggarakan di Indonesia dan mungkin itu yang membuat prestasi kita menurun, ” lanjutnya.

 

Ia menambahkan dari segi pembinaan, pihaknya melihat apa sebetulnya yang salah, karena potensi bibit perenang (muda) sudah seperti sepak bola, banyak. Semua orang di pelosok hampir bisa berenang.

Pandemi bukan menjadi alasan untuk tidak beraktivitas dengan mematuhi protokol kesehatan ketat. Oleh karena itu, Wibisiono optimis jika terpilih ia ingin membangkitkan kembali pembinaan para atlet dan menggiatkan kejuaraan bertarap nasional dan internasional.

“PR (Pekerjaam Rumah) nya saat ini adalah harus diperbanyak kejuaraan, dulu saya dengar ada KRAPSI (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia) tapi sekarang tidak ada lagi, padahal klub klub renang sangat menjamur,” kata  pria kelahiran Surabaya, 1 Desember 1973.

Munas Penggurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) rencananya akan diselenggarakan pada  27 Februari 2021. 

Dalam kesempatan yang sama Ketua Steering Committee dan juga Ketua Tim Penjaringan, Sarman Simanjorang, mengatakan berkas pendaftaran Wibisono sudah lengkap. Tinggal uang pendaftaran yang 100 juta.

Sarman menjelaskan  beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar sebagai calon ketum (Caketum) PRSI. Seperti berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), mendapat dukungan minimal dari tiga Pengprov, punya pengalaman dalam kepengurusan organisasi olahraga dan pernyataan tidak terkait dalam proses hukum.

“Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran Ketum PRSI 2021-2025 pada munas yang diselenggarakan secara virtual. Dan hari ini (Selasa-red) kami menerima berkas pencalonan Pak Wibisono,” kata Sarman. [WUR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories