Renovasi 22 SD, Pemkot Bogor Siapkan Kocek Rp 37 M

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pada tahun ini akan merenovasi 22 bangunan Sekolah Dasar (SD) yang rusak ringan hingga berat. Anggaran yang disiapkan Rp 37 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi mengatakan, Pemkot Bogor tengah mematangkan data sekolah-sekolah yang perlu perbaikan di tahun anggaran 2022. 

“Anggaran sebesar Rp 37 miliar itu akan dibagi untuk keperluan perbaikan konstruksi bangunan maupun kelengkapan peralatan mebel, seperti bangku, meja dan lemari,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (18/9).

Pemkot Bogor akan mengonsentrasikan anggaran tersebut untuk perbaikan jenjang sekolah jenjang SD terlebih dahulu yang lebih banyak rentan ambruk dan berisiko lebih tinggi karena siswa masih anak-anak. 

Sementara bangunan maupun mebel SMP belum menjadi prioritas, sedangkan untuk SMA/SMK atau yang sederajat merupakan kewenangan Provinsi Jawa Barat.

Di Kota Bogor terdapat 1.390 sekolah jenjang SD hingga SMA/SMK atau yang sederajat, terdiri atas SD Negeri berjumlah 212, SD Swasta berjumlah 130, sehingga total ada 342 SD.

Sementara itu, kata Hanafi, untuk perbaikan ambruknya atap SDN Otista yang bersifat darurat, sesuai instruksi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto segera dilakukan melalui anggaran Biaya Tak Terduga (BTT).

Besaran biaya yang harus dikeluarkan untuk tiap-tiap sekolah dari 22 SD yang perlu perbaikan pada tahun 2022, hingga kini masih didata dan dihitung oleh pihak BPBD sebelum dilaporkan kepada DPRD Kota Bogor dan Wali Kota Bogor. [DIT]

]]> Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pada tahun ini akan merenovasi 22 bangunan Sekolah Dasar (SD) yang rusak ringan hingga berat. Anggaran yang disiapkan Rp 37 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi mengatakan, Pemkot Bogor tengah mematangkan data sekolah-sekolah yang perlu perbaikan di tahun anggaran 2022. 

“Anggaran sebesar Rp 37 miliar itu akan dibagi untuk keperluan perbaikan konstruksi bangunan maupun kelengkapan peralatan mebel, seperti bangku, meja dan lemari,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (18/9).

Pemkot Bogor akan mengonsentrasikan anggaran tersebut untuk perbaikan jenjang sekolah jenjang SD terlebih dahulu yang lebih banyak rentan ambruk dan berisiko lebih tinggi karena siswa masih anak-anak. 

Sementara bangunan maupun mebel SMP belum menjadi prioritas, sedangkan untuk SMA/SMK atau yang sederajat merupakan kewenangan Provinsi Jawa Barat.

Di Kota Bogor terdapat 1.390 sekolah jenjang SD hingga SMA/SMK atau yang sederajat, terdiri atas SD Negeri berjumlah 212, SD Swasta berjumlah 130, sehingga total ada 342 SD.

Sementara itu, kata Hanafi, untuk perbaikan ambruknya atap SDN Otista yang bersifat darurat, sesuai instruksi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto segera dilakukan melalui anggaran Biaya Tak Terduga (BTT).

Besaran biaya yang harus dikeluarkan untuk tiap-tiap sekolah dari 22 SD yang perlu perbaikan pada tahun 2022, hingga kini masih didata dan dihitung oleh pihak BPBD sebelum dilaporkan kepada DPRD Kota Bogor dan Wali Kota Bogor. [DIT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories