RELX International Cegah Penggunaan Vape Untuk Anak Di Bawah Umur

RELX International meluncurkan RELX Pledge, sebuah program berpusat pada perlindungan anak di bawah umur, konsumen, dan pengembangan UMKM. Mereka berjanji berkontribusi di komunitas tempat RELX beroperasi, di bawah tiga pilar utama yakni Guardian Program, Golden Shield, and Green Shoots.

“Ini merupakan sebuah inisiatif yang dimulai dari pengembangan produk hingga penjualan, pencegahan penggunaan produk vape pada anak di bawah umur melalui upaya bersama dengan pengecer untuk meningkatkan upaya identifikasi di tempat,” ujar Kepala Pemasaran untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Leina Chedid, Selasa (22/6).

Leina mengatakan, sejak awal pendirian, pencegahan konsumsi di kalangan muda menjadi bagian integral dari nilai utama RELX International. Program Guardian bahkan berlalu di setiap penjualan dan pemasaran untuk mencegah pembelian maupun penggunaan produk oleh anak-anak.

Kepala Urusan Eksternal Global RELX International Jonathan Ng berkomitmen memastikan tindakan mencegah penggunaan rokok elektrik di kalangan anak di bawah umur. Termasuk di dalamnya pemberantasan produk palsu.

Perusahaan vape ini mengatakan, inisiatif Golden Shield merupakan sebuah kemitraan dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk di dalamnya melibatkan petugas bea cukai. Sistem ini dirancang untuk melindungi konsumen dengan mengeliminasi produk palsu dan selundupan yang beredar di pasar.

Jonathan menambahkan, pihaknya bangga memastikan produknya dibikin dengan standar kualitas tinggi dan kontrol pemeriksaan yang sangat ketat. “Sayangnya, ada banyak RELX palsu dan produk selundupan lainnya dengan konten yang tidak diketahui isinya di luar sana. Kami bekerja sama dengan firma investigasi, platform ecommerce, dan otoritas lokal untuk menyingkirkan produk semacam itu dari pasar,” paparnya.

Ditegaskannya, Golden Shield milik RELX telah berhasil mengawal 28 kasus, menyingkirkan lebih dari 550 ribu produk palsu dari pasar dan lebih dari 77 ribu website sejak tahun 2019.

Jonathan juga membahas Program Green Shoots milik RELX, sebuah inisiatif yang dibuat untuk memberi kembali kepada masyarakat, membantu calon wirausahawan dan pemilik usaha kecil lainnya mengarahkan usaha mereka menuju bisnis yang maju. Dia menambahkan, startup dan usaha kecil adalah tulang punggung ekonomi masyarakat di seluruh dunia.

“Sebagai perusahaan yang tumbuh dari startup, kami memahami banyak tantangan yang dihadapi bisnis kecil setiap hari,” katanya.

Melalui program Green Shoots, dia berharap dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan membantu usaha kecil. Sebagai bagian dari skema ini, RELX Academy akan memberi kursus yang dikurasi oleh universitas global terkemuka  membekali wirausahawan pemula dengan keterampilan. Supaya berhasil dalam memulai bisnis mereka sendiri.

RELX Academy saat ini sedang memasukit tahap uji coba di Filipina. Setiap mitra RELX Store Filipina reguler menerima dukungan hingga PHP 300 ribu. RELX International akan memberikan dukungan produk tambahan kepada peserta Akademi hingga PHP 1,7 juta.

Jonathan menegaskan, RELX Pledge didesain untuk mengenalkan era tanggung jawab dan keamanan yang baru dalam industri vape. 

“Perlindungan terhadap anak di bawah umur merupakan masalah yang kami anggap sangat serius, sesuai yang tertuang dalam komitmen kami. Kami dengan tulus berharap pelaku industri yang lain dapat berkomitmen untuk ikut serta dalam era tanggung jawab yang baru ini,” tandasnya.

Komponen yang termasuk dalam RELX Pledge akan diluncurkan secara global (diluar RRC dan Amerika Serikat) selama 2021, dan akan dikembangkan lebih jauh di tahun 2022. RELX Pledge akan disesuaikan dengan muatan lokal sesuai adat, budaya, dan tradisi setempat yang berlaku.

Perusahaan juga akan memberikan pembaruan rutin tentang kemajuan inisiatif RELX Pledge untuk memastikan tujuan dan sasaran strategisnya terpenuhi. Kinerja para Eksekutif RELX International akan secara rutin diukur melalui metrix tanggung jawab perusahaan dan sosial. RELX Pledge akan menjadi pilar fundamental di dalamnya. [MEN]

]]> RELX International meluncurkan RELX Pledge, sebuah program berpusat pada perlindungan anak di bawah umur, konsumen, dan pengembangan UMKM. Mereka berjanji berkontribusi di komunitas tempat RELX beroperasi, di bawah tiga pilar utama yakni Guardian Program, Golden Shield, and Green Shoots.

“Ini merupakan sebuah inisiatif yang dimulai dari pengembangan produk hingga penjualan, pencegahan penggunaan produk vape pada anak di bawah umur melalui upaya bersama dengan pengecer untuk meningkatkan upaya identifikasi di tempat,” ujar Kepala Pemasaran untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Leina Chedid, Selasa (22/6).

Leina mengatakan, sejak awal pendirian, pencegahan konsumsi di kalangan muda menjadi bagian integral dari nilai utama RELX International. Program Guardian bahkan berlalu di setiap penjualan dan pemasaran untuk mencegah pembelian maupun penggunaan produk oleh anak-anak.

Kepala Urusan Eksternal Global RELX International Jonathan Ng berkomitmen memastikan tindakan mencegah penggunaan rokok elektrik di kalangan anak di bawah umur. Termasuk di dalamnya pemberantasan produk palsu.

Perusahaan vape ini mengatakan, inisiatif Golden Shield merupakan sebuah kemitraan dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk di dalamnya melibatkan petugas bea cukai. Sistem ini dirancang untuk melindungi konsumen dengan mengeliminasi produk palsu dan selundupan yang beredar di pasar.

Jonathan menambahkan, pihaknya bangga memastikan produknya dibikin dengan standar kualitas tinggi dan kontrol pemeriksaan yang sangat ketat. “Sayangnya, ada banyak RELX palsu dan produk selundupan lainnya dengan konten yang tidak diketahui isinya di luar sana. Kami bekerja sama dengan firma investigasi, platform e-commerce, dan otoritas lokal untuk menyingkirkan produk semacam itu dari pasar,” paparnya.

Ditegaskannya, Golden Shield milik RELX telah berhasil mengawal 28 kasus, menyingkirkan lebih dari 550 ribu produk palsu dari pasar dan lebih dari 77 ribu website sejak tahun 2019.

Jonathan juga membahas Program Green Shoots milik RELX, sebuah inisiatif yang dibuat untuk memberi kembali kepada masyarakat, membantu calon wirausahawan dan pemilik usaha kecil lainnya mengarahkan usaha mereka menuju bisnis yang maju. Dia menambahkan, startup dan usaha kecil adalah tulang punggung ekonomi masyarakat di seluruh dunia.

“Sebagai perusahaan yang tumbuh dari startup, kami memahami banyak tantangan yang dihadapi bisnis kecil setiap hari,” katanya.

Melalui program Green Shoots, dia berharap dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan membantu usaha kecil. Sebagai bagian dari skema ini, RELX Academy akan memberi kursus yang dikurasi oleh universitas global terkemuka  membekali wirausahawan pemula dengan keterampilan. Supaya berhasil dalam memulai bisnis mereka sendiri.

RELX Academy saat ini sedang memasukit tahap uji coba di Filipina. Setiap mitra RELX Store Filipina reguler menerima dukungan hingga PHP 300 ribu. RELX International akan memberikan dukungan produk tambahan kepada peserta Akademi hingga PHP 1,7 juta.

Jonathan menegaskan, RELX Pledge didesain untuk mengenalkan era tanggung jawab dan keamanan yang baru dalam industri vape. 

“Perlindungan terhadap anak di bawah umur merupakan masalah yang kami anggap sangat serius, sesuai yang tertuang dalam komitmen kami. Kami dengan tulus berharap pelaku industri yang lain dapat berkomitmen untuk ikut serta dalam era tanggung jawab yang baru ini,” tandasnya.

Komponen yang termasuk dalam RELX Pledge akan diluncurkan secara global (diluar RRC dan Amerika Serikat) selama 2021, dan akan dikembangkan lebih jauh di tahun 2022. RELX Pledge akan disesuaikan dengan muatan lokal sesuai adat, budaya, dan tradisi setempat yang berlaku.

Perusahaan juga akan memberikan pembaruan rutin tentang kemajuan inisiatif RELX Pledge untuk memastikan tujuan dan sasaran strategisnya terpenuhi. Kinerja para Eksekutif RELX International akan secara rutin diukur melalui metrix tanggung jawab perusahaan dan sosial. RELX Pledge akan menjadi pilar fundamental di dalamnya. [MEN]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories