Relawan Jokowi Minta Erick Pertahankan Kuntjoro Pinardi Di PT PAL

Baru diangkat pada 21 April lalu, Direktur Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL (Persero) Kuntjoro Pinardi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya tersebut, Senin (26/4) lalu.

Sebelumnya dia diangkat menjadi petinggi PT PAL oleh Menteri BUMN Erick Thohir melalui Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-123/MBU/04/2021. Praktis, Kuntjoro baru saja lima hari menjabat.

Pengunduran diri itu merupakan buntut dari pernyataan banyak pihak yang tidak sejutu atas penunjukkan dirinya menjadi bagian dari direksi BUMN industri perkapalan itu.

Relawan Jokowi-Ma’ruf, Jokojek meminta Menteri Erick Thohir menolak pengunduran diri Kuntjoro Pinardi. Koordinator Jokojek, Radius Anwar menuturkan, sebagai BUMN PT PAL dituntut untuk berkinerja moncer, dengan laba tinggi dan efisiensi maksimal, melalui infrastruktur kerja berbasis teknologi yang mumpuni.

“Pencapaian target koorporasi ini beririsan dengan kehandalan di jajaran direksi, sebagai pengelola dan katalisator kinerja sumberdaya usahanya,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4).

Sebagai BUMN terbesar di industri nasional galangan kapal, PT. PAL mengalami kerugian dalam beberapa tahun terakhir, meski sudah disuntikkan modal lewat PMN. Menteri Erick juga telah melakukan perombakan di jajaran direksi PT PAL.

“Sensitifitas insting kepemimpin Erick Thohir bekerja dengan baik. Adalah Kuntjoro Pinardi yang menjadi pilihan Erick Thohir sebagai orang nomer satu dikementerian BUMN. Kuntjoro ditetapkan untuk mengisi posisi salah satu direksi (Harkan) di PT. PAL,” ujar Radius.

Menurutnya, Menteri Erick punya pertimbangan logis dan strategis bahkan ideologis untuk mengukuhkan Kuntjoro sebagai Direktur PT PAL. Profilnya mentereng, penerima beasiswa studi luar negeri, lulusan Universitas di Eropa, dengan spesialisasi keahlian teknologi semi conductor di Universitas Teknologi Delft, Belanda dan Universitas Chalmers, Swedia.

Selain itu, ia juga menguasai tiga bahasa asing, Inggris, Belanda dan Swedia. “Apalagi, Belanda dan Inggris, terkenal prestisius di bidang industri perkapalan dan galangan kapal dunia,” terang Radius.

Di lain sisi, aktivitas kerja Kuntjoro selama 20 tahun di pergaulan bisnis internasional diyakini akan mampu menjembatani kebutuhan sinergitas PT PAL di antara industri rancang bangun tersebut. Tercatat, Kuntjoro pernah bekerja di perusahaan-perusahaan multinasional. Dia pernah bekerja di Ericsson, ZTE Indonesia, Lucent Indonesia, SIAE Microelettronica, serta terakhir bekerja di Bahasa Kita sebagai CMO dan CTO.

“Untuk soal ideologisnya, Erick Thohir cukup jeli melihat passion anak bangsa ini. Idealisme berupa kecintaan kepada tanah airnya. Dia wujudkan secara nyata. Keinginan kuat membangun bangsanya sudah dilakukannya ketika Kuntjoro masih aktif sebagai guru besar madya di Universitas Chalmers, Swedia,” tutur Radius.

Kuntjoro menggerakkan jaringannya guna membangun pembangkit listrik bertenaga hydro di Papua. Listrik pun menerangi Desa Wehali, Papua saat itu. Hingga kini, selepas tugasnya di Komite Pengawas Pemantau Risiko dan Teknologi Informasi, Kuntjoro aktif berkiprah di dunia pendidikan.

“Beliau mengajar di salah satu kampus internasional di Serpong, Tangerang. Sebagai relawan Jokowi, Jokojek mengapresiasi tinggi atas keputusan Erick Thohir di PT. PAL. Untuk melindungi aset potensial bangsa ini. Bahkan jika perlu, kami mohon paksa Kuntjoro Pinardi untuk berkarya lebih bagi kemajuan bangsanya, khususnya untuk mengabdi di BUMN,” tandas Radius. [FAQ]

]]> Baru diangkat pada 21 April lalu, Direktur Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL (Persero) Kuntjoro Pinardi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya tersebut, Senin (26/4) lalu.

Sebelumnya dia diangkat menjadi petinggi PT PAL oleh Menteri BUMN Erick Thohir melalui Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-123/MBU/04/2021. Praktis, Kuntjoro baru saja lima hari menjabat.

Pengunduran diri itu merupakan buntut dari pernyataan banyak pihak yang tidak sejutu atas penunjukkan dirinya menjadi bagian dari direksi BUMN industri perkapalan itu.

Relawan Jokowi-Ma’ruf, Jokojek meminta Menteri Erick Thohir menolak pengunduran diri Kuntjoro Pinardi. Koordinator Jokojek, Radius Anwar menuturkan, sebagai BUMN PT PAL dituntut untuk berkinerja moncer, dengan laba tinggi dan efisiensi maksimal, melalui infrastruktur kerja berbasis teknologi yang mumpuni.

“Pencapaian target koorporasi ini beririsan dengan kehandalan di jajaran direksi, sebagai pengelola dan katalisator kinerja sumberdaya usahanya,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4).

Sebagai BUMN terbesar di industri nasional galangan kapal, PT. PAL mengalami kerugian dalam beberapa tahun terakhir, meski sudah disuntikkan modal lewat PMN. Menteri Erick juga telah melakukan perombakan di jajaran direksi PT PAL.

“Sensitifitas insting kepemimpin Erick Thohir bekerja dengan baik. Adalah Kuntjoro Pinardi yang menjadi pilihan Erick Thohir sebagai orang nomer satu dikementerian BUMN. Kuntjoro ditetapkan untuk mengisi posisi salah satu direksi (Harkan) di PT. PAL,” ujar Radius.

Menurutnya, Menteri Erick punya pertimbangan logis dan strategis bahkan ideologis untuk mengukuhkan Kuntjoro sebagai Direktur PT PAL. Profilnya mentereng, penerima beasiswa studi luar negeri, lulusan Universitas di Eropa, dengan spesialisasi keahlian teknologi semi conductor di Universitas Teknologi Delft, Belanda dan Universitas Chalmers, Swedia.

Selain itu, ia juga menguasai tiga bahasa asing, Inggris, Belanda dan Swedia. “Apalagi, Belanda dan Inggris, terkenal prestisius di bidang industri perkapalan dan galangan kapal dunia,” terang Radius.

Di lain sisi, aktivitas kerja Kuntjoro selama 20 tahun di pergaulan bisnis internasional diyakini akan mampu menjembatani kebutuhan sinergitas PT PAL di antara industri rancang bangun tersebut. Tercatat, Kuntjoro pernah bekerja di perusahaan-perusahaan multinasional. Dia pernah bekerja di Ericsson, ZTE Indonesia, Lucent Indonesia, SIAE Microelettronica, serta terakhir bekerja di Bahasa Kita sebagai CMO dan CTO.

“Untuk soal ideologisnya, Erick Thohir cukup jeli melihat passion anak bangsa ini. Idealisme berupa kecintaan kepada tanah airnya. Dia wujudkan secara nyata. Keinginan kuat membangun bangsanya sudah dilakukannya ketika Kuntjoro masih aktif sebagai guru besar madya di Universitas Chalmers, Swedia,” tutur Radius.

Kuntjoro menggerakkan jaringannya guna membangun pembangkit listrik bertenaga hydro di Papua. Listrik pun menerangi Desa Wehali, Papua saat itu. Hingga kini, selepas tugasnya di Komite Pengawas Pemantau Risiko dan Teknologi Informasi, Kuntjoro aktif berkiprah di dunia pendidikan.

“Beliau mengajar di salah satu kampus internasional di Serpong, Tangerang. Sebagai relawan Jokowi, Jokojek mengapresiasi tinggi atas keputusan Erick Thohir di PT. PAL. Untuk melindungi aset potensial bangsa ini. Bahkan jika perlu, kami mohon paksa Kuntjoro Pinardi untuk berkarya lebih bagi kemajuan bangsanya, khususnya untuk mengabdi di BUMN,” tandas Radius. [FAQ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories