Relawan Deklarasi Prabowo-Puan Gerindra Kaget Banget

Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba sekelompok relawan yang mengatasnamakan Poros Prabowo-Puan mendeklarasikan dukungan ke Prabowo Subianto dan Puan Maharani sebagai capres-cawapres 2024. Elite Gerindra kaget banget dengan adanya deklarasi ini.

Deklarasi Poros Prabowo-Puan dilakukan di Kawasan Matraman, Jakarta Timur, Rabu (3/11). Usai deklarasi di Ibu Kota, poros ini sesumbar akan menggencarkan dukungan sampai ke seluruh Tahan Air. 

Deklarator Poros Prabowo-Puan, Andianto, mengatakan, pasangan Prabowo-Puan sangat cocok dan bisa saling melengkapi. Mereka menilai, elektabilitas Prabowo tinggi. Sebagai Menhan, Prabowo juga dianggapnya sukses membangun pertahanan bangsa, dengan memperkuat alutsista, termasuk pembentukan komponen cadangan hingga aspek kekuatan teknologi (cyber war) tanpa menguras APBN.

“Bapak Prabowo Subianto memiliki visi besar untuk menjadikan bangsa Indonesia ini menjadi sebuah bangsa yang berdaulat, yang mampu berdiri di atas kaki sendiri, tanpa harus tergantung dari negara asing,” puji Adianto.

Sementara, Puan dianggapnya telah banyak makan asam garam di dunia politik. Puan sudah matang dan teruji. Apalagi, saat ini Puan menjabat sebagai Ketua DPR. “Figur tokoh bangsa yang layak menjadi wapres,” pujinya.

Selain itu, Adianto juga mempertimbangkan garis keturunan Puan dari Soekarno. “Patut kita bangga dan syukuri bahwa ada generasi penerus dari sosok The Founding Father yang ingin melanjutkan cita-cita leluhurnya. Yaitu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika sebagai semangat dari Pancasila dan UUD 1945,” ujar Andianto.

Mendengar deklarasi Prabowo-Puan ini, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad kaget. Sebab, relawan itu seakan-akan sudah membentuk koalisi sehingga langsung memasangkan calon yang didukungnya.

“Kita kaget juga. Ada yang sudah mendahului partai. Justru relawannya sudah berkoalisi,” kata Dasco, di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Orang kepercayaan Prabowo itu memastikan, relawan itu tidak ada kaitan sama sekali dengan Gerindra. “Kami terus terang tidak tahu. Mudah-mudahan saja, deklarasi kemarin itu, maksudnya baik,” imbuhnya.

 

Apa ada peluang Gerindra berkoalisi dengan PDIP di Pilpres 2024? Dasco bilang, saat ini Gerindra masih fokus konsolidasi internal partai.

Dasco mengakui, saat ini desakan dari akar rumput agar Prabowo maju lagi di 2024 sudah sangat besar. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 25 DPD Gerindra yang meminta Prabowo maju sebagai calon presiden.

“Pada waktunya nanti, kami akan tentukan apakah Pak Prabowo maju dan apakah kemudian Pak Prabowo menerima. Lalu, kemudian calon dari Partai Gerindra kita akan declare,” tegas mantan Ketua Mahkamah Kehormatan (MKD) DPR itu.

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani juga mengaku tidak tahu mengenai deklarasi Poros Prabowo-Puan itu. “Saya tidak tahu. Gerindra tidak melakukan itu,” tegasnya.

Menurut Muzani, saat ini Gerindra tengah fokus melakukan konsolidasi internal untuk penguatan partai dan struktur-struktur partai dan memaksimalkan Fraksi Gerindra di DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi maupun DPR. “Gerindra berusaha memberikan pelayanan secara maksimal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” katanya.

Lantas, bagaimana tanggapan PDIP? Politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno tidak ambil pusing dengan adanya deklarasi Poros Prabowo-Puan. Kata dia, demokrasi memberi ruang spontanitas dan prakarsa-prakarsa bebas. Dengan syarat, tidak boleh bising dan tidak kebablasan.

Mengenai capres PDIP di 2024, Hendrawan menegaskan, itu kewenangan Megawati Soekarnoputri. “Soal paslon, koalisi, dan keputusan-keputusan strategis lainnya, merupakan kewenangan Ketua Umum. Jadi, tidak perlu ditanyakan sampai keputusan diambil,” ucapnya.

Dari sisi pengamat, pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio menilai, duet Prabowo-Puan bisa saja terjadi. Begitu juga jika dilihat dari posisi politiknya. Puan sangat dekat dengan Megawati. Sementara Prabowo, memegang kendali penuh atas nasib partainya.

Dia juga menilai, dukungan ini sangat baik untuk demokrasi. Minimal, jadi lawan barunya Muhammad Qodari, yang terus mendorong Jokowi-Prabowo. “Jadi, ada saingan Qodari yang mau mewujudkan idenya Jokowi-Prabowo. Sekarang, Qodari dapat tantangan dari kelompok Prabowo-Puan,” katanya, sedikit berkelakar. [MEN]

]]> Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba sekelompok relawan yang mengatasnamakan Poros Prabowo-Puan mendeklarasikan dukungan ke Prabowo Subianto dan Puan Maharani sebagai capres-cawapres 2024. Elite Gerindra kaget banget dengan adanya deklarasi ini.

Deklarasi Poros Prabowo-Puan dilakukan di Kawasan Matraman, Jakarta Timur, Rabu (3/11). Usai deklarasi di Ibu Kota, poros ini sesumbar akan menggencarkan dukungan sampai ke seluruh Tahan Air. 

Deklarator Poros Prabowo-Puan, Andianto, mengatakan, pasangan Prabowo-Puan sangat cocok dan bisa saling melengkapi. Mereka menilai, elektabilitas Prabowo tinggi. Sebagai Menhan, Prabowo juga dianggapnya sukses membangun pertahanan bangsa, dengan memperkuat alutsista, termasuk pembentukan komponen cadangan hingga aspek kekuatan teknologi (cyber war) tanpa menguras APBN.

“Bapak Prabowo Subianto memiliki visi besar untuk menjadikan bangsa Indonesia ini menjadi sebuah bangsa yang berdaulat, yang mampu berdiri di atas kaki sendiri, tanpa harus tergantung dari negara asing,” puji Adianto.

Sementara, Puan dianggapnya telah banyak makan asam garam di dunia politik. Puan sudah matang dan teruji. Apalagi, saat ini Puan menjabat sebagai Ketua DPR. “Figur tokoh bangsa yang layak menjadi wapres,” pujinya.

Selain itu, Adianto juga mempertimbangkan garis keturunan Puan dari Soekarno. “Patut kita bangga dan syukuri bahwa ada generasi penerus dari sosok The Founding Father yang ingin melanjutkan cita-cita leluhurnya. Yaitu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika sebagai semangat dari Pancasila dan UUD 1945,” ujar Andianto.

Mendengar deklarasi Prabowo-Puan ini, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad kaget. Sebab, relawan itu seakan-akan sudah membentuk koalisi sehingga langsung memasangkan calon yang didukungnya.

“Kita kaget juga. Ada yang sudah mendahului partai. Justru relawannya sudah berkoalisi,” kata Dasco, di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Orang kepercayaan Prabowo itu memastikan, relawan itu tidak ada kaitan sama sekali dengan Gerindra. “Kami terus terang tidak tahu. Mudah-mudahan saja, deklarasi kemarin itu, maksudnya baik,” imbuhnya.

 

Apa ada peluang Gerindra berkoalisi dengan PDIP di Pilpres 2024? Dasco bilang, saat ini Gerindra masih fokus konsolidasi internal partai.

Dasco mengakui, saat ini desakan dari akar rumput agar Prabowo maju lagi di 2024 sudah sangat besar. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 25 DPD Gerindra yang meminta Prabowo maju sebagai calon presiden.

“Pada waktunya nanti, kami akan tentukan apakah Pak Prabowo maju dan apakah kemudian Pak Prabowo menerima. Lalu, kemudian calon dari Partai Gerindra kita akan declare,” tegas mantan Ketua Mahkamah Kehormatan (MKD) DPR itu.

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani juga mengaku tidak tahu mengenai deklarasi Poros Prabowo-Puan itu. “Saya tidak tahu. Gerindra tidak melakukan itu,” tegasnya.

Menurut Muzani, saat ini Gerindra tengah fokus melakukan konsolidasi internal untuk penguatan partai dan struktur-struktur partai dan memaksimalkan Fraksi Gerindra di DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi maupun DPR. “Gerindra berusaha memberikan pelayanan secara maksimal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” katanya.

Lantas, bagaimana tanggapan PDIP? Politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno tidak ambil pusing dengan adanya deklarasi Poros Prabowo-Puan. Kata dia, demokrasi memberi ruang spontanitas dan prakarsa-prakarsa bebas. Dengan syarat, tidak boleh bising dan tidak kebablasan.

Mengenai capres PDIP di 2024, Hendrawan menegaskan, itu kewenangan Megawati Soekarnoputri. “Soal paslon, koalisi, dan keputusan-keputusan strategis lainnya, merupakan kewenangan Ketua Umum. Jadi, tidak perlu ditanyakan sampai keputusan diambil,” ucapnya.

Dari sisi pengamat, pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio menilai, duet Prabowo-Puan bisa saja terjadi. Begitu juga jika dilihat dari posisi politiknya. Puan sangat dekat dengan Megawati. Sementara Prabowo, memegang kendali penuh atas nasib partainya.

Dia juga menilai, dukungan ini sangat baik untuk demokrasi. Minimal, jadi lawan barunya Muhammad Qodari, yang terus mendorong Jokowi-Prabowo. “Jadi, ada saingan Qodari yang mau mewujudkan idenya Jokowi-Prabowo. Sekarang, Qodari dapat tantangan dari kelompok Prabowo-Puan,” katanya, sedikit berkelakar. [MEN]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories