Rebut Hati Milenial, Gerindra Ingin Tidar Manfaatkan Gadget

Partai Gerindra membidik ceruk suara dari generasi milenial untuk kepentingan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, untuk merebut hati para generasi milenial dibutuhkan strategi khusus agar keinginan dan tujuan partai bisa dipahami dalam pemikiran politik para generasi tersebut. Tidak bisa mengunakan strategi lama.

“Pasalnya problemnya adalah generasi (milenial) itu sering kali pemahamannya terhadap politik berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Karena itu harus ada pendekatan-pendekatan yang lebih pas, lebih jitu dalam mendekati mereka,” imbau Muzani dalam keterangannya, Jumat (3/12).

Sebab itu, Muzani berharap, Tunas Indonesia Raya (Tidar) yang merupakan organisasi sayap Partai Gerindra bisa merebut hati generasi milenial dan generasi Z untuk memenangkan kontestasi politik mendatang.

“Tidar sebagai anak muda Partai Gerindra harus gencar memanfaatkan Gadget atau Handphone untuk bisa mendekati hati generasi milenial dan generasi Z agar bisa menjadi suara untuk Partai Gerindra di pemilu nanti,” jelasnya.

Ketua Umum PP Tidar, Aryo Djojohadikusumo mengamini, kader muda yang tergabung dalam Tidar di berbagai provinsi harus memanfaatkan media sosial sebagai alat kampanye untuk memenangkan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto.

Apalagi kata Aryo, Jawa Barat merupakan salah satu lumbung suara Partai Gerindra dan Prabowo Subianto pada Pemilu tahun 2019 lalu.

“Target kemenangan kita di Jawa Barat harus bertambah, yang asalnya 25 kursi di pemilu 2019, dan di pemilu 2024 harus menjadi 40 kursi. Suara Prabowo Subianto di Pilpres 2019 62 persen, di Pilpres 2024 harus 80 persen,” tandasnya. [SSL]

]]> Partai Gerindra membidik ceruk suara dari generasi milenial untuk kepentingan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, untuk merebut hati para generasi milenial dibutuhkan strategi khusus agar keinginan dan tujuan partai bisa dipahami dalam pemikiran politik para generasi tersebut. Tidak bisa mengunakan strategi lama.

“Pasalnya problemnya adalah generasi (milenial) itu sering kali pemahamannya terhadap politik berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Karena itu harus ada pendekatan-pendekatan yang lebih pas, lebih jitu dalam mendekati mereka,” imbau Muzani dalam keterangannya, Jumat (3/12).

Sebab itu, Muzani berharap, Tunas Indonesia Raya (Tidar) yang merupakan organisasi sayap Partai Gerindra bisa merebut hati generasi milenial dan generasi Z untuk memenangkan kontestasi politik mendatang.

“Tidar sebagai anak muda Partai Gerindra harus gencar memanfaatkan Gadget atau Handphone untuk bisa mendekati hati generasi milenial dan generasi Z agar bisa menjadi suara untuk Partai Gerindra di pemilu nanti,” jelasnya.

Ketua Umum PP Tidar, Aryo Djojohadikusumo mengamini, kader muda yang tergabung dalam Tidar di berbagai provinsi harus memanfaatkan media sosial sebagai alat kampanye untuk memenangkan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto.

Apalagi kata Aryo, Jawa Barat merupakan salah satu lumbung suara Partai Gerindra dan Prabowo Subianto pada Pemilu tahun 2019 lalu.

“Target kemenangan kita di Jawa Barat harus bertambah, yang asalnya 25 kursi di pemilu 2019, dan di pemilu 2024 harus menjadi 40 kursi. Suara Prabowo Subianto di Pilpres 2019 62 persen, di Pilpres 2024 harus 80 persen,” tandasnya. [SSL]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories