Raup Cuan Rp 10 M, Nobi Ramaikan Investasi Kripto Tanah Air

PT Enkripsi Teknologi Handal, perusahaan blockchain inovatif Indonesia, merilis aplikasi Nobi sebagai platform investasi cryptocurrency, menyediakan cara mudah mendapatkan keuntungan dari berbagai jenis aset kripto yang diperdagangkan.

Perusahaan yang sebenarnya sudah berdiri sejak 2018 ini, bahkan hingga kuartal I-2021 sukses meraup cuan atau keuntungan hingga Rp 10 miliar, dengan pengguna sebanyak 25 ribu user. Saat ini, Nobi memperdagangkan sekitar 10 jenis koin kripto. Mulai dari Bitcoin, Ethereum, Tether dan aset kripto lainnya sangat populer di 2021 ini. 

“Kripto menarik karena kondisi ekonomi dunia yang tak stabil, ingin mencari investasi alternatif melalui kripto. Di Indonesia misalnya, seperti saham, aset kripto juga punya kekurangan dan kelebihan,” jelas CEO dan Founder Nobi, Lawrence Samantha dalam launching aplikasi Nobi di Jakarta, Senin (31/5).

Selain itu, Nobi merupakan anggota aktif dari Asosiasi Blockchain Indonesia. Selain itu, NOBI juga bekerja sama dengan nama-nama besar industry kripto di seluruh dunia, seperti Indodax, Binance, AAVE, BitMEX, Harmony dan Firo.

Nobi tegas Lawrence, bertujuan untuk membuat investasi kripto mudah dan aman untuk semua orang. Dengan memberikan mereka akses yang lebih baik ke investasi kripto, NOBI bertujuan untuk meningkatkan kesetaraan ekonomi. 

“Aplikasi ini sangat tepat untuk pemula dan investor casual yang tidak memiliki waktu untuk mengikuti 24/7/365 sifat alamiah trading Kripto,” ujarnya.

Nobi menyediakan tiga layanan utama untuk memperoleh pemasukan pasif dari aset kripto, tanpa terpengaruh fluktuatif nya harga aset kripto. Pertama program Nobi Savings, di mana layanan ini sangat mirip dengan tabungan bank milik anda. Bunga yang diperoleh berasal dari Decentralized Finance, sebuah ekosistem peminjaman kripto tanpa risiko gagal bayar.

Kedua dengan layanan Nobi Strategy, merupakan cara termudah untuk trading secara pasif. Secara sistematis dapatkan keuntungan dengan mengikuti berbagai Strategi Robo Trading, yang dikelola oleh Strategy Makers yang berpengalaman dan terkurasi.

Ketiga, Nobi Staking, adalah langkah mengunci aset kripto anda untuk mendapatkan hadiah. Sebelumnya dikenal sebagai Honest Mining, NOBI Staking menawarkan cara termudah untuk Stake Koin.

“Saya berharap NOBI bisa membantu orang-orang mengembangkan aset kripto mereka. Terutama bagi pemula yang terjun di investasi aset kripto ini,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Chairman Asosiasi Blockchain Indonesia, Oham Dunggio menyatakan, aset kripto di Tanah Air bahkan dunia memang tengah booming. Setahun kemarin saja, di Indonesia terdapat 4,2 juta investor aset kripto dan terdapat lebih dari jenis 20 ribu aset kripto.

“Tahun 2021 ini, mengingatkan kejadian 2017 adanya crypto boom. Di mana aset kripto yang melejit, gelombang investor yang masuk. Di Indonesia, didominasi oleh investor milenial,” katanya.

Bahkan pihak Bappepti menyebutkan perdagangan aset kripto sebagai alternatif perdagangan investasi. Hal ini diakuinya, sempat kekhawatiran BEI takut mengalihkan investasi saham. Tapi justru aset kripto sebagai alternatif investasi. 

“Yang paling utama, investasi ini tergolong baru, dan risiko nya tinggi volatile tinggi, kondisi market kurang baik banyak merah dari harga Bitcoin dari 900 ke 400 kurang 50 persen. Itu hal yang lumrah di aset kripto,” tutur Oham.

Ia menuturkan, berhubung dengan market kurang baik, Nobi menawarkan lebih low risk, karena produk yang ditawarkan lebih mudah. Terbukti kuartal I-2021, menjadikan investasi aset kripto itu jadi lebih banyak variasinya. [DWI]

]]> PT Enkripsi Teknologi Handal, perusahaan blockchain inovatif Indonesia, merilis aplikasi Nobi sebagai platform investasi cryptocurrency, menyediakan cara mudah mendapatkan keuntungan dari berbagai jenis aset kripto yang diperdagangkan.

Perusahaan yang sebenarnya sudah berdiri sejak 2018 ini, bahkan hingga kuartal I-2021 sukses meraup cuan atau keuntungan hingga Rp 10 miliar, dengan pengguna sebanyak 25 ribu user. Saat ini, Nobi memperdagangkan sekitar 10 jenis koin kripto. Mulai dari Bitcoin, Ethereum, Tether dan aset kripto lainnya sangat populer di 2021 ini. 

“Kripto menarik karena kondisi ekonomi dunia yang tak stabil, ingin mencari investasi alternatif melalui kripto. Di Indonesia misalnya, seperti saham, aset kripto juga punya kekurangan dan kelebihan,” jelas CEO dan Founder Nobi, Lawrence Samantha dalam launching aplikasi Nobi di Jakarta, Senin (31/5).

Selain itu, Nobi merupakan anggota aktif dari Asosiasi Blockchain Indonesia. Selain itu, NOBI juga bekerja sama dengan nama-nama besar industry kripto di seluruh dunia, seperti Indodax, Binance, AAVE, BitMEX, Harmony dan Firo.

Nobi tegas Lawrence, bertujuan untuk membuat investasi kripto mudah dan aman untuk semua orang. Dengan memberikan mereka akses yang lebih baik ke investasi kripto, NOBI bertujuan untuk meningkatkan kesetaraan ekonomi. 

“Aplikasi ini sangat tepat untuk pemula dan investor casual yang tidak memiliki waktu untuk mengikuti 24/7/365 sifat alamiah trading Kripto,” ujarnya.

Nobi menyediakan tiga layanan utama untuk memperoleh pemasukan pasif dari aset kripto, tanpa terpengaruh fluktuatif nya harga aset kripto. Pertama program Nobi Savings, di mana layanan ini sangat mirip dengan tabungan bank milik anda. Bunga yang diperoleh berasal dari Decentralized Finance, sebuah ekosistem peminjaman kripto tanpa risiko gagal bayar.

Kedua dengan layanan Nobi Strategy, merupakan cara termudah untuk trading secara pasif. Secara sistematis dapatkan keuntungan dengan mengikuti berbagai Strategi Robo Trading, yang dikelola oleh Strategy Makers yang berpengalaman dan terkurasi.

Ketiga, Nobi Staking, adalah langkah mengunci aset kripto anda untuk mendapatkan hadiah. Sebelumnya dikenal sebagai Honest Mining, NOBI Staking menawarkan cara termudah untuk Stake Koin.

“Saya berharap NOBI bisa membantu orang-orang mengembangkan aset kripto mereka. Terutama bagi pemula yang terjun di investasi aset kripto ini,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Chairman Asosiasi Blockchain Indonesia, Oham Dunggio menyatakan, aset kripto di Tanah Air bahkan dunia memang tengah booming. Setahun kemarin saja, di Indonesia terdapat 4,2 juta investor aset kripto dan terdapat lebih dari jenis 20 ribu aset kripto.

“Tahun 2021 ini, mengingatkan kejadian 2017 adanya crypto boom. Di mana aset kripto yang melejit, gelombang investor yang masuk. Di Indonesia, didominasi oleh investor milenial,” katanya.

Bahkan pihak Bappepti menyebutkan perdagangan aset kripto sebagai alternatif perdagangan investasi. Hal ini diakuinya, sempat kekhawatiran BEI takut mengalihkan investasi saham. Tapi justru aset kripto sebagai alternatif investasi. 

“Yang paling utama, investasi ini tergolong baru, dan risiko nya tinggi volatile tinggi, kondisi market kurang baik banyak merah dari harga Bitcoin dari 900 ke 400 kurang 50 persen. Itu hal yang lumrah di aset kripto,” tutur Oham.

Ia menuturkan, berhubung dengan market kurang baik, Nobi menawarkan lebih low risk, karena produk yang ditawarkan lebih mudah. Terbukti kuartal I-2021, menjadikan investasi aset kripto itu jadi lebih banyak variasinya. [DWI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories