Rangkul Kementerian LHK Sandiaga Kembangkan Ekowisata Pada Destinasi Pariwisata Prioritas

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno melakukan kerja cepat dengan berkolaborasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mengembangkan ekowisata di destinasi pariwisata prioritas.

Dalam rapat virtual yang digelar Sandiaga dengan Menteri LHK, Siti Nurbaya beserta jajarannya, Rabu (24/2), terungkap banyaknya destinasi wisata alam yang terletak di kawasan konservasi dengan kewenangan pengelolaan oleh Kementerian LHK.

Di antaranya, terdapat 54 taman nasional, 213 cagar alam, 79 suaka margasatwa, 126 taman wisata alam yang terdiri dari 110 taman wisata alam darat, 16 taman wisata alam perairan/laut dan 14 taman buru. Sementara itu, berdasarkan prioritas nasional RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024 terdapat 25 kawasan hutan yang akan dikembangkan untuk mendukung destinasi pariwisata prioritas.

“Karena itu Kemenparekraf dan Kementerian LHK akan terus gerak bersama dan kolaborasi,” kata Sandiaga.

Pria yang akrab disapa Mas Menteri ini menambahkan, sejauh ini dua kementerian tengah berkolaborasi dalam pengembangan ekowisata dan wisata bahari pada kawasan konservasi, pengembangan taman nasional dan taman wisata alam. Hal ini sebagai dukungan destinasi wisata prioritas, serta pengembangan ekowisata dengan konsep SAVE (Science, Academic, Voluntary, Education).

“Kemenparekraf akan terus mendorong penerapan pembangunan pariwisata berkelanjutan, membuka lapangan kerja dengan prinsip semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” tutup Sandiaga. [TAR]

]]> Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno melakukan kerja cepat dengan berkolaborasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mengembangkan ekowisata di destinasi pariwisata prioritas.

Dalam rapat virtual yang digelar Sandiaga dengan Menteri LHK, Siti Nurbaya beserta jajarannya, Rabu (24/2), terungkap banyaknya destinasi wisata alam yang terletak di kawasan konservasi dengan kewenangan pengelolaan oleh Kementerian LHK.

Di antaranya, terdapat 54 taman nasional, 213 cagar alam, 79 suaka margasatwa, 126 taman wisata alam yang terdiri dari 110 taman wisata alam darat, 16 taman wisata alam perairan/laut dan 14 taman buru. Sementara itu, berdasarkan prioritas nasional RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024 terdapat 25 kawasan hutan yang akan dikembangkan untuk mendukung destinasi pariwisata prioritas.

“Karena itu Kemenparekraf dan Kementerian LHK akan terus gerak bersama dan kolaborasi,” kata Sandiaga.

Pria yang akrab disapa Mas Menteri ini menambahkan, sejauh ini dua kementerian tengah berkolaborasi dalam pengembangan ekowisata dan wisata bahari pada kawasan konservasi, pengembangan taman nasional dan taman wisata alam. Hal ini sebagai dukungan destinasi wisata prioritas, serta pengembangan ekowisata dengan konsep SAVE (Science, Academic, Voluntary, Education).

“Kemenparekraf akan terus mendorong penerapan pembangunan pariwisata berkelanjutan, membuka lapangan kerja dengan prinsip semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” tutup Sandiaga. [TAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories