Raja Salman-MBS Ucapkan Selamat Pada Putin Di Hari Kemenangan

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman(MBS) mendoakan kesehatan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin dan kemakmuran bagi rakyat Negeri Beruang Putih itu.

“Dengan konflik Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina, Riyadh telah menekankan agar kedua negara berkonflik itu untuk menemukan solusi politik,” pernyataan Saudi Press Agency. 

Rusia merayakan berakhirnya perang di Eropa pada 9 Mei dan menyebutnya sebagai “Hari Kemenangan”. Putin menggunakan kesempatan itu untuk berpidato di depan bangsa selama parade di Lapangan Merah Moskow.

Dalam pidatonya, ia mengklaim bahwa negara-negara Barat telah bersiap untuk menyerang Rusia dan Semenanjung Krimea. Dia membangkitkan memori kepahlawanan Soviet dalam Perang Dunia II untuk mendesak pasukannya menuju kemenangan di Ukraina.

 

Putin mengutuk apa yang disebutnya sebagai ancaman eksternal untuk melemahkan dan memecah belah Rusia. Ia juga mengulangi argumen yang biasa dia gunakan untuk membenarkan invasinya ke Ukraina. Bahwa NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) telah menciptakan ancaman tepat di sebelah perbatasannya.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, menyebut langkah itu sebagai operasi militer khusus. Putin juga menyamakan aksi Rusia di Ukraina sebagai pertempuran melawan nasionalis berbahaya yang diilhami dari “Nazi” di Ukraina. Ini mirip dengan dengan tantangan yang dihadapi Uni Soviet ketika Adolf Hitler menginvasi pada 1941.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang juga memperingati Hari Kemenangan di Kiev mengatakan, Rusialah yang melakukan pertunjukan kembalinya Nazisme berdarah di Ukraina.

Tahun ini adalah peringatan 77 tahun Hari Kemenangan atas Nazisme dalam Perang Dunia II. Sebagai bagian dari Uni Soviet dulunya, Rusia dan Ukraina yang ikut merasakan kekejaman tentara Jerman pimpinan Adolf Hitler.***

 

]]> Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman(MBS) mendoakan kesehatan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin dan kemakmuran bagi rakyat Negeri Beruang Putih itu.

“Dengan konflik Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina, Riyadh telah menekankan agar kedua negara berkonflik itu untuk menemukan solusi politik,” pernyataan Saudi Press Agency. 

Rusia merayakan berakhirnya perang di Eropa pada 9 Mei dan menyebutnya sebagai “Hari Kemenangan”. Putin menggunakan kesempatan itu untuk berpidato di depan bangsa selama parade di Lapangan Merah Moskow.

Dalam pidatonya, ia mengklaim bahwa negara-negara Barat telah bersiap untuk menyerang Rusia dan Semenanjung Krimea. Dia membangkitkan memori kepahlawanan Soviet dalam Perang Dunia II untuk mendesak pasukannya menuju kemenangan di Ukraina.

 

Putin mengutuk apa yang disebutnya sebagai ancaman eksternal untuk melemahkan dan memecah belah Rusia. Ia juga mengulangi argumen yang biasa dia gunakan untuk membenarkan invasinya ke Ukraina. Bahwa NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) telah menciptakan ancaman tepat di sebelah perbatasannya.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, menyebut langkah itu sebagai operasi militer khusus. Putin juga menyamakan aksi Rusia di Ukraina sebagai pertempuran melawan nasionalis berbahaya yang diilhami dari “Nazi” di Ukraina. Ini mirip dengan dengan tantangan yang dihadapi Uni Soviet ketika Adolf Hitler menginvasi pada 1941.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang juga memperingati Hari Kemenangan di Kiev mengatakan, Rusialah yang melakukan pertunjukan kembalinya Nazisme berdarah di Ukraina.

Tahun ini adalah peringatan 77 tahun Hari Kemenangan atas Nazisme dalam Perang Dunia II. Sebagai bagian dari Uni Soviet dulunya, Rusia dan Ukraina yang ikut merasakan kekejaman tentara Jerman pimpinan Adolf Hitler.***

 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories