PWNU Jatim: Tak Ada Unsur Haram Dalam Vaksin Sinovac Dan AstraZeneca

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan, vaksinasi Covid-19 wajib dijalankan oleh setiap muslim. Sebab, pada hakekatnya, vaksinasi merupakan ikhtiar menghindarkan diri dan orang lain dari potensi bahaya atau penyakit.

“Ini adalah kewajiban bersama sebagai warga negara Indonesia,” demikian bunyi Hasil Keputusan PWNU Jawa Timur No,859/PW/A-II/L/III/2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 yang ditandatangani Ketua KH Marzuqi Mustamar, Sekretaris Prof. Akh. Muzakki Katib Drs.KH Syafrudin Syarif, dan Rais KH Anwar Manshur pada 10 Maret 2021.

Dijelaskan, setiap muslim wajib mengokohkan hukum wajib perbuatan yang diperintahkan oleh pemerintah. Sehingga tidak menaati pemerintah dalam kebijakan yang jelas-jelas tidak bertentangan dengan syara’ adalah haram.

Vaksinasi sebagai upaya menghentikan penyebaran Covid-19 merupakan upaya paling efektif. Karena itu, harus lebih diutamakan dan diprioritaskan.

“Jenis vaksin yang telah direkomendasikan Menteri Kesehatan Republik Indonesia adalah suci. Sebab, pada produk akhir, tidak ditemukan kandungan najis sama sekali. Sebagaimana AstraZeneca, Sinovac, dan lain-lain,” terang pernyataan tersebut.

PWNU Jawa Timur juga mengimbau pemerintah – mulai pusat sampai bawah – agar menyelenggarakan program vaksinasi dengan sepenuh hati, jujur,dan bertanggung jawab. [HES]

]]> Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan, vaksinasi Covid-19 wajib dijalankan oleh setiap muslim. Sebab, pada hakekatnya, vaksinasi merupakan ikhtiar menghindarkan diri dan orang lain dari potensi bahaya atau penyakit.

“Ini adalah kewajiban bersama sebagai warga negara Indonesia,” demikian bunyi Hasil Keputusan PWNU Jawa Timur No,859/PW/A-II/L/III/2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 yang ditandatangani Ketua KH Marzuqi Mustamar, Sekretaris Prof. Akh. Muzakki Katib Drs.KH Syafrudin Syarif, dan Rais KH Anwar Manshur pada 10 Maret 2021.

Dijelaskan, setiap muslim wajib mengokohkan hukum wajib perbuatan yang diperintahkan oleh pemerintah. Sehingga tidak menaati pemerintah dalam kebijakan yang jelas-jelas tidak bertentangan dengan syara’ adalah haram.

Vaksinasi sebagai upaya menghentikan penyebaran Covid-19 merupakan upaya paling efektif. Karena itu, harus lebih diutamakan dan diprioritaskan.

“Jenis vaksin yang telah direkomendasikan Menteri Kesehatan Republik Indonesia adalah suci. Sebab, pada produk akhir, tidak ditemukan kandungan najis sama sekali. Sebagaimana AstraZeneca, Sinovac, dan lain-lain,” terang pernyataan tersebut.

PWNU Jawa Timur juga mengimbau pemerintah – mulai pusat sampai bawah – agar menyelenggarakan program vaksinasi dengan sepenuh hati, jujur,dan bertanggung jawab. [HES]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories