Putra Seskab Dhito Dapat Bantuan Bedah Rumah 1.400 Unit Dari PUPR

Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR bersama Pemerintah Kabupaten Kediri sepakat mengentaskan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di daerah Kampung Inggris Kediri. 

Sebanyak 1.400 unit rumah tidak layak huni akan diperbaiki di Kabupaten Kediri. Rumah layak huni diharapkan dapat mendorong daerah menjadi lebih tertata sekaligus mendorong generasi muda yang ingin belajar berbahasa Inggris yang baik dan benar di kawasan eduwisata tersebut.

Demikian hasil pertemuan Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dengan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, dikutip dalam keterangannya, Sabtu (17/4). 

Menurut Khalawi, saat ini masih banyak Pemerintah Daerah (Pemda),  yang mengalami masalah RTLH di daerah. Untuk itu, pihaknya siap membantu Pemda mengentaskan RTLH.

“Kami siap membantu Pemda, termasuk Pemkab Kediri yang ingin mengentaskan masalah rumah tidak layak huni di daerah Kampung Inggris,” ujar Khalawi.

Salah satu bantuan perumahan yang dapat dimanfaatkan Pemda untuk mengurangi jumlah RTLH adalah Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

Rumah yang tidak layak huni nantinya akan mendapatkan dana stimulan dari pemerintah sebesar Rp 20 juta yang dapat digunakan oleh masyarakat penerima bantuan untuk pembelian bahan material bangunan dan upah tukang.

“Dalam program BSPS ini kami juga melibatkan masyarakat secara berkelompok membangun rumah tidak layak huni dengan dana stimulan. Untuk dana yang kami salurkan adalah Rp 20 juta untuk pembelian bahan bangunan Rp 17,5 juta dan sisanya Rp 2,5 juta untuk upah tukang,” terangnya.

Sementara itu, Hanindhito, putra Sekretaris Kabinet (Seskba), Pramono Anung ini mengatakan,  BSPS adalah salah satu program yang paling krusial dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. 

“Makanya, saya melakukan audiensi ke Dirjen Perumahan dan menyampaikan bahwa tahun ini Kabupaten Kediri membutuhkan Program BSPS sebanyak 1.400 unit rumah.  Alhamdulillah, disetujui oleh Pak Dirjen,” kata Hanindhito yang akrab disapa mas Dhito.  

Menurutnya, program BSPS sangat dibutuhkan untuk merubah hunian masyarakat di Kampung Inggris agar lebih layak huni dan sehat. Hal itu dikarenakan sekarang Kampung Inggris menjadi kawasan Eduwisata, di mana orang datang ke situ untuk belajar dan berwisata sehingga penataan kawasan dan perumahan masyarakat bisa lebih baik lagi. 

“Selain bantuan perumahan, saya juga akan berkomunikasi dengan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) agar kualitas air masyarakat bisa diperbaiki dan lebih layak konsumsi,” paparnya. [MFA]
 

]]> Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR bersama Pemerintah Kabupaten Kediri sepakat mengentaskan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di daerah Kampung Inggris Kediri. 

Sebanyak 1.400 unit rumah tidak layak huni akan diperbaiki di Kabupaten Kediri. Rumah layak huni diharapkan dapat mendorong daerah menjadi lebih tertata sekaligus mendorong generasi muda yang ingin belajar berbahasa Inggris yang baik dan benar di kawasan eduwisata tersebut.

Demikian hasil pertemuan Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dengan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, dikutip dalam keterangannya, Sabtu (17/4). 

Menurut Khalawi, saat ini masih banyak Pemerintah Daerah (Pemda),  yang mengalami masalah RTLH di daerah. Untuk itu, pihaknya siap membantu Pemda mengentaskan RTLH.

“Kami siap membantu Pemda, termasuk Pemkab Kediri yang ingin mengentaskan masalah rumah tidak layak huni di daerah Kampung Inggris,” ujar Khalawi.

Salah satu bantuan perumahan yang dapat dimanfaatkan Pemda untuk mengurangi jumlah RTLH adalah Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

Rumah yang tidak layak huni nantinya akan mendapatkan dana stimulan dari pemerintah sebesar Rp 20 juta yang dapat digunakan oleh masyarakat penerima bantuan untuk pembelian bahan material bangunan dan upah tukang.

“Dalam program BSPS ini kami juga melibatkan masyarakat secara berkelompok membangun rumah tidak layak huni dengan dana stimulan. Untuk dana yang kami salurkan adalah Rp 20 juta untuk pembelian bahan bangunan Rp 17,5 juta dan sisanya Rp 2,5 juta untuk upah tukang,” terangnya.

Sementara itu, Hanindhito, putra Sekretaris Kabinet (Seskba), Pramono Anung ini mengatakan,  BSPS adalah salah satu program yang paling krusial dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. 

“Makanya, saya melakukan audiensi ke Dirjen Perumahan dan menyampaikan bahwa tahun ini Kabupaten Kediri membutuhkan Program BSPS sebanyak 1.400 unit rumah.  Alhamdulillah, disetujui oleh Pak Dirjen,” kata Hanindhito yang akrab disapa mas Dhito.  

Menurutnya, program BSPS sangat dibutuhkan untuk merubah hunian masyarakat di Kampung Inggris agar lebih layak huni dan sehat. Hal itu dikarenakan sekarang Kampung Inggris menjadi kawasan Eduwisata, di mana orang datang ke situ untuk belajar dan berwisata sehingga penataan kawasan dan perumahan masyarakat bisa lebih baik lagi. 

“Selain bantuan perumahan, saya juga akan berkomunikasi dengan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) agar kualitas air masyarakat bisa diperbaiki dan lebih layak konsumsi,” paparnya. [MFA]
 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories