Pustaka Indonesia: Jangan Termakan Hoaks, Vaksin Covid-19 Halal Dan Aman

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut sekitar 7 persen orang yang tak mau divaksin Covid-19 dan 30 persen yang masih ragu-ragu untuk ikut program vaksinasi. Alasannya bermacam-macam. Salah satunya meragukan kehalalan dan keamanan vaksin.

Direktur Pusat Kajian dan Analisis (Pustaka) Indonesia Agus Pamudji mengatakan, vaksin yang sudah digunakan oleh pemerintah telah teruji secara klinis fase 3. Hal itu bertujuan untuk mencari keamanan dan kehalalan bagi penduduk Indonesia. Diketahui, ada empat produsen vaksin yang tengah menjalin kerja sama aktif dengan Indonesia yakni Sinovac, Sinopharm, CanSino dan AstraZeneca.

“Kehalalan dan keamanan vaksin adalah menjadi sebuah komitmen besar pemerintah Indonesia untuk rakyatnya. Jadi jangan takut dan ragu untuk ikut menyukseskan program vaksinasi untuk mencapai kekebalan kolektif dan mengakhiri pandemi,” kata Agus Pamudji dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (24/3).

Adapun kepastian mengenai waktu ketersediaan vaksin Covid-19 dari beberapa kerja sama Indonesia dengan produsen vaksin itu, kata Agus, bergantung pada Emergency Use Authorization yang dikeluarkan oleh BPOM serta rekomendasi kehalalan dari MUI dan Kemenag.

Agus mengingatkan, masyarakat tidak termakan hoaks soal vaksin Covid-19. Dia mengajak publik mencari informasi dari sumber yang valid.

“Pemerintah sudah memberikan yang baik untuk masyarakat untuk segera mengatasi pandemi Covid-19. Kami, dari kalangan akademisi, mahasiswa dan milenial, akan selalu membantu pemerintah mengedukasi masyarakat agar tidak termakan hoaks,” ungkapnya.

Agus juga menjelaskan, pihaknya telah membuat berbagi konten agar masyarakat paham dan mengerti tentang pentingnya vaksinasi dalam rangka menangkal penyebaran Covid-19. Juga tentang kehalalan serta keamanan vaksin.

“Konten yang kita buat untuk mengedukasi masyarakat agar paham dan tidak termakan berita hoaks yang menyudutkan bahwa vaksin tidak halal,” ujarnya.

Dirinya mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menyukseskan program vaksinasi nasional yang sudah berjalan.

“Tanpa kerjasama semua pihak dan saling menguatkan, maka program vaksinasi Covid-19 nasional tidak akan terwujud. Yakinlah, bahwa dengan dukungan semua elemen masyarakat, ini akan berjalan aman dan lancar,” pungkasnya. [FAQ]

]]> Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut sekitar 7 persen orang yang tak mau divaksin Covid-19 dan 30 persen yang masih ragu-ragu untuk ikut program vaksinasi. Alasannya bermacam-macam. Salah satunya meragukan kehalalan dan keamanan vaksin.

Direktur Pusat Kajian dan Analisis (Pustaka) Indonesia Agus Pamudji mengatakan, vaksin yang sudah digunakan oleh pemerintah telah teruji secara klinis fase 3. Hal itu bertujuan untuk mencari keamanan dan kehalalan bagi penduduk Indonesia. Diketahui, ada empat produsen vaksin yang tengah menjalin kerja sama aktif dengan Indonesia yakni Sinovac, Sinopharm, CanSino dan AstraZeneca.

“Kehalalan dan keamanan vaksin adalah menjadi sebuah komitmen besar pemerintah Indonesia untuk rakyatnya. Jadi jangan takut dan ragu untuk ikut menyukseskan program vaksinasi untuk mencapai kekebalan kolektif dan mengakhiri pandemi,” kata Agus Pamudji dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (24/3).

Adapun kepastian mengenai waktu ketersediaan vaksin Covid-19 dari beberapa kerja sama Indonesia dengan produsen vaksin itu, kata Agus, bergantung pada Emergency Use Authorization yang dikeluarkan oleh BPOM serta rekomendasi kehalalan dari MUI dan Kemenag.

Agus mengingatkan, masyarakat tidak termakan hoaks soal vaksin Covid-19. Dia mengajak publik mencari informasi dari sumber yang valid.

“Pemerintah sudah memberikan yang baik untuk masyarakat untuk segera mengatasi pandemi Covid-19. Kami, dari kalangan akademisi, mahasiswa dan milenial, akan selalu membantu pemerintah mengedukasi masyarakat agar tidak termakan hoaks,” ungkapnya.

Agus juga menjelaskan, pihaknya telah membuat berbagi konten agar masyarakat paham dan mengerti tentang pentingnya vaksinasi dalam rangka menangkal penyebaran Covid-19. Juga tentang kehalalan serta keamanan vaksin.

“Konten yang kita buat untuk mengedukasi masyarakat agar paham dan tidak termakan berita hoaks yang menyudutkan bahwa vaksin tidak halal,” ujarnya.

Dirinya mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menyukseskan program vaksinasi nasional yang sudah berjalan.

“Tanpa kerjasama semua pihak dan saling menguatkan, maka program vaksinasi Covid-19 nasional tidak akan terwujud. Yakinlah, bahwa dengan dukungan semua elemen masyarakat, ini akan berjalan aman dan lancar,” pungkasnya. [FAQ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories